Kalau tulisan kita ingin cepat selesai, maka kita juga harus menerapkan cara membaca dengan cepat juga. Apalagi kalau referensi yang dibaca itu berat seperti jurnal ilmiah.
Membaca dengan cepat bukan berarti membaca dengan asal-asalan. Justru, teknik ini akan membuat kita mengingat apa yang kita baca dengan lebih baik. Bahkan, kita bisa hemat energi dan waktu kalau bisa membaca dengan cepat.
Berikut cara membaca dengan cepat!
Lingkungan berpengaruh pada kecepatan membaca karena kita butuh fokus saat sedang membaca. Semakin banyak distraksi pada lingkungannya, maka semakin lambat pula kita akan membaca dan memproses informasi.
Mirip dengan sleep hygiene dimana kita membangun lingkungan ternyaman untuk tidur. Kita juga harus membangun lingkungan ternyaman untuk membaca. Contohnya adalah:
Saat membaca, biasanya ada suara dalam kepala kita yang membacakan tulisan yang kita baca.
Untuk menghilangkan hal ini, tunjuk teks yang kita baca dengan jari dan hiraukan suara yang ada di kepala kita agar bisa membaca dengan cepat.
Justru, mengandalkan suara di kepala saat membaca sebaiknya dipakai saat proses penyuntingan artikel, bukan saat membaca.
Di masa sekolah dulu, kita pernah diajarkan tentang cara mengetahui gagasan utama dari suatu paragaraf. Biasanya, gagasan utama terletak di awal atau akhir paragraf.
Nah, cara membaca dengan cepat sebenarnya adalah menemukan gagasan utama atau dengan kata lain baca paragraf pertama atau terakhirnya terlebih dahulu.
Meski biasanya gagasan utama lebih berpeluang ada di awal paragraf, ada juga gagasan pokok di akhir paragraf. Ciri-cirinya adalah ada diksi “kesimpulan”.
Jadi, kita tidak perlu membaca semua teks. Cukup temukan gagasan utama atau intisari dari tiap paragrafnya saja.
Ketika kita selesai membaca suatu paragraf, jangan dibaca ulang lagi karena bisa ada kesimpulan yang berbeda jika dibandingkan dengan membaca untuk pertama kalinya.
Biasanya, orang-orang membaca ulang suatu paragraf untuk:
Agar tidak membaca ulang suatu paragraf, kita bisa:
Cara membaca dengan cepat yang satu ini bisa diaplikasikan kalau kita membaca tulisan tentang konten yang ada daftar isi atau outline–nya.
Contohnya, kalau kita membaca konten tentang imun tubuh, maka kita bisa cek outline-nya:
Jika kita hanya ingin mengetahui cara kerja sistem imun tubuh, maka langsung saja scanning ke bagian cara kerja sistem imun tubuh tanpa membaca “apa itu sistem imun?” dan “mengapa sistem imun tubuh penting untuk manusia?”
Jangan terlalu terpaku pada estimated reading time.
Mirip dengan menunjuk dengan jari, hanya saja metode ini cocok jika kita membaca di media digital seperti e-book, jurnal ilmiah di internet, dll.
Kita bisa memberikan tanda atau blokir untuk menandai bahawa bagian tersebut sudah dibaca agar kita tidak perlu membaca ulang atau fokus ke hal yang ditandai. Justru, kita fokus ke bagian yang belum dibaca.
Metode ini mirip dengan menstabilo hal yang penting, tetapi penerapannya terbalik 180 derajat. Malah, kita fokus ke hal yang belum ditandai.
Semakin banyak kosakata yang kita mengerti, maka membaca juga akan semakin cepat karena kita punya pemahaman yang luas.
Untuk meningkatkan kosakata, kita harus belajar banyak hal, terutama di niche yang sedang kita geluti.
Selain kosakata, jangan lupa ketahui juga sinonim dan antonimnya.
Apa cara membaca dengan cepat itu tidak ada latihannya? Ohh tentu saja ada. Bahkan harus dilakukan!
Untuk bisa membaca dengan cepat, kita harus meluangkan waktu untuk latihan membaca. Aturlah manajemen waktu yang dimiliki agar ada waktu untuk latihan. Tidak harus lama-lama. 10-20 menit per hari saja cukup. Yang terpenting adalah konsistensinya.
Setelah rutin latihan, jangan lupa pantau dan evaluasi terus progres yang kita alami.
Contohnya, di minggu pertama bulan Januari, kita hanya sanggup membaca 300 kata per menit, lalu di minggu ketiga bulan Januari kita sanggup membaca 350 kata per menit. Itu berarti terjadi peningkatan dan merupakan progres yang bagus.
Kalau terjadi penurunan, maka jangan putus asa. Namanya hidup pasti ada naik turunnya. Yang terpenting adalah konsisten berlatih dan memantau serta mengevaluasi progres yang kita alami.
Cara membaca cepat diperlukan untuk editor yang sedang ingin menyunting tulisan, penulis yang dikejar deadline dan kuota, pembaca yang ingin menikmati banyak buku, pelajar/mahasiswa yang mau ujian, dll.
Lihat? Hampir seluruh kalangan butuh cara membaca dengan cepat. Jadi, mari praktekkan cara ini agar kehidupan berjalan dengan lancar!
Semakin cepat kita membaca, semakin hemat juga energi dan waktu yang kita pakai.
Happy reading!
Sumber:
“https://irisreading.com/how-can-i-learn-to-read-faster/
https://www.mindtools.com/aokg6bn/speed-reading
Istilah writer (penulis) dan author (pengarang/pencipta) sering kali dianggap memiliki makna yang persis sama. Padahal,…
Memahami perbedaan antara content writer dan script writer sangat penting bagi pemilik bisnis, pemasar digital,…
Di era digital yang bergerak cepat, pertanyaan mengenai efektivitas antara blog dan media sosial sering…
Aktivitas perdagangan aktif di bursa efek menawarkan dinamika yang sangat menarik bagi mereka yang memiliki…
Sebagai negara kepulauan yang terletak tepat di garis khatulistiwa, Indonesia dianugerahi intensitas radiasi sinar matahari…
Membalas Google review adalah cara optimasi local SEO yang mudah, tetapi repetitif. Meski demikian, hal…
View Comments