Content Writing

9 Cara Membaca dengan Cepat agar Hemat Energi dan Waktu

Kalau tulisan kita ingin cepat selesai, maka kita juga harus menerapkan cara membaca dengan cepat juga. Apalagi kalau referensi yang dibaca itu berat seperti jurnal ilmiah.

Membaca dengan cepat bukan berarti membaca dengan asal-asalan. Justru, teknik ini akan membuat kita mengingat apa yang kita baca dengan lebih baik. Bahkan, kita bisa hemat energi dan waktu kalau bisa membaca dengan cepat.

Berikut cara membaca dengan cepat!

1. Buat Lingkungan yang Senyaman Mungkin untuk Membaca

Lingkungan berpengaruh pada kecepatan membaca karena kita butuh fokus saat sedang membaca. Semakin banyak distraksi pada lingkungannya, maka semakin lambat pula kita akan membaca dan memproses informasi.

Mirip dengan sleep hygiene dimana kita membangun lingkungan ternyaman untuk tidur. Kita juga harus membangun lingkungan ternyaman untuk membaca. Contohnya adalah:

  • Membaca di ruangan kedap suara
  • Mematikan nada dering di gadget
  • Menulis status “jangan diganggu” agar tidak ditelpon atau dikirimi pesan
  • Mengunci pintu
  • Menyalakan kipas atau AC agar tidak ada distraksi dari suhu yang terlalu panas

2. Menggunakan Jari untuk Menunjuk Teks

Saat membaca, biasanya ada suara dalam kepala kita yang membacakan tulisan yang kita baca.

Untuk menghilangkan hal ini, tunjuk teks yang kita baca dengan jari dan hiraukan suara yang ada di kepala kita agar bisa membaca dengan cepat.

Justru, mengandalkan suara di kepala saat membaca sebaiknya dipakai saat proses penyuntingan artikel, bukan saat membaca.

3. Baca Paragraf Pertama atau Terakhir

Di masa sekolah dulu, kita pernah diajarkan tentang cara mengetahui gagasan utama dari suatu paragaraf. Biasanya, gagasan utama terletak di awal atau akhir paragraf.

Nah, cara membaca dengan cepat sebenarnya adalah menemukan gagasan utama atau dengan kata lain baca paragraf pertama atau terakhirnya terlebih dahulu.

Meski biasanya gagasan utama lebih berpeluang ada di awal paragraf, ada juga gagasan pokok di akhir paragraf. Ciri-cirinya adalah ada diksi “kesimpulan”.

Jadi, kita tidak perlu membaca semua teks. Cukup temukan gagasan utama atau intisari dari tiap paragrafnya saja.

4. Hindari Baca Ulang suatu Paragraf

Ketika kita selesai membaca suatu paragraf, jangan dibaca ulang lagi karena bisa ada kesimpulan yang berbeda jika dibandingkan dengan membaca untuk pertama kalinya.

Biasanya, orang-orang membaca ulang suatu paragraf untuk:

  • Mengonfirmasi suatu hal
  • Kebingungan
  • Belum paham dengan yang mereka baca

Agar tidak membaca ulang suatu paragraf, kita bisa:

  • Menggunakan jari sebagai pointer tentang apa yang ingin dibaca
  • Fokus
  • Kembali ke awal jika diperlukan

5. Ketahui Apa yang Perlu Dibaca

Cara membaca dengan cepat yang satu ini bisa diaplikasikan kalau kita membaca tulisan tentang konten yang ada daftar isi atau outlinenya.

Contohnya, kalau kita membaca konten tentang imun tubuh, maka kita bisa cek outline-nya:

  • Apa itu sistem imun tubuh?
  • Mengapa sistem imun tubuh penting untuk manusia?
  • Bagaimana cara kerja sistem imun tubuh?

Jika kita hanya ingin mengetahui cara kerja sistem imun tubuh, maka langsung saja scanning ke bagian cara kerja sistem imun tubuh tanpa membaca “apa itu sistem imun?” dan “mengapa sistem imun tubuh penting untuk manusia?”

Jangan terlalu terpaku pada estimated reading time.

6. Berikan Tanda pada Bagian yang sudah Dibaca

Mirip dengan menunjuk dengan jari, hanya saja metode ini cocok jika kita membaca di media digital seperti e-book, jurnal ilmiah di internet, dll.

Kita bisa memberikan tanda atau blokir untuk menandai bahawa bagian tersebut sudah dibaca agar kita tidak perlu membaca ulang atau fokus ke hal yang ditandai. Justru, kita fokus ke bagian yang belum dibaca.

Metode ini mirip dengan menstabilo hal yang penting, tetapi penerapannya terbalik 180 derajat. Malah, kita fokus ke hal yang belum ditandai.

7. Perbanyak Kosakata dan Belajar

Semakin banyak kosakata yang kita mengerti, maka membaca juga akan semakin cepat karena kita punya pemahaman yang luas.

Untuk meningkatkan kosakata, kita harus belajar banyak hal, terutama di niche yang sedang kita geluti.

Selain kosakata, jangan lupa ketahui juga sinonim dan antonimnya.

8. Latihan Membaca

Apa cara membaca dengan cepat itu tidak ada latihannya? Ohh tentu saja ada. Bahkan harus dilakukan!

Untuk bisa membaca dengan cepat, kita harus meluangkan waktu untuk latihan membaca. Aturlah manajemen waktu yang dimiliki agar ada waktu untuk latihan. Tidak harus lama-lama. 10-20 menit per hari saja cukup. Yang terpenting adalah konsistensinya.

9. Pantau dan Evaluasi Progres

Setelah rutin latihan, jangan lupa pantau dan evaluasi terus progres yang kita alami.

Contohnya, di minggu pertama bulan Januari, kita hanya sanggup membaca 300 kata per menit, lalu di minggu ketiga bulan Januari kita sanggup membaca 350 kata per menit. Itu berarti terjadi peningkatan dan merupakan progres yang bagus.

Kalau terjadi penurunan, maka jangan putus asa. Namanya hidup pasti ada naik turunnya. Yang terpenting adalah konsisten berlatih dan memantau serta mengevaluasi progres yang kita alami.

Siap Membaca dengan Cepat?

Cara membaca cepat diperlukan untuk editor yang sedang ingin menyunting tulisan, penulis yang dikejar deadline dan kuota, pembaca yang ingin menikmati banyak buku, pelajar/mahasiswa yang mau ujian, dll.

Lihat? Hampir seluruh kalangan butuh cara membaca dengan cepat. Jadi, mari praktekkan cara ini agar kehidupan berjalan dengan lancar!

Semakin cepat kita membaca, semakin hemat juga energi dan waktu yang kita pakai.

Happy reading!

Sumber:

“https://irisreading.com/how-can-i-learn-to-read-faster/

https://www.mindtools.com/aokg6bn/speed-reading

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

View Comments

Share
Published by
Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Recent Posts

Studi Kasus SEO – Perbandingan CTR Halaman yang Menarget Transactional Intent vs Informational Intent

Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…

3 days ago

Strategi SEO Content yang Masih Efektif di Era AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…

4 days ago

SPIL, Perusahaan Shipping dan Logistic Terbaik di Indonesia – Bukan Tanpa Alasan!

Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…

5 days ago

7 Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…

6 days ago

Pintu: Aplikasi Investasi dan Trading Saham Tertokenisasi

Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…

6 days ago

Website Ada tapi Traffic Nol? Audit Website Gratis via Konsultasi Creativism!

Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…

2 weeks ago