Untuk pemilik bisnis atau orang marketing, wajib namanya sadar dengan tren atau musiman karena ada banyak peluang dari hal tersebut. Riding the wave/trend bisa dilakukan dengan seasonal content atau dengan kata lain konten musiman.
Sebenarnya apa itu seasonal content? Mengapa kita perlu hal tersebut? Bagaimana cara membuatnya?
Seasonal content atau dengan kata lain konten musiman adalah konten khusus yang berfokus pada topik tertentu pada tanggal, bulan, atau tahun tertentu.
Konten jenis ini berkebalikan dengan evergreen content yang tidak terikat pada musim atau waktu tertentu agar menjadi topik yang hangat.
Pada intinya, seasonal content dapat meningkatkan engagement, brand awareness, dan juga convertion serta revenue jika dilakukan dengan benar.
Yang terpenting, seasonal content membuat brand kita stay relevant dengan zaman. Tidak ada yang menyukai sesuatu yang outdated atau usang.
Beberapa hal di bawah ini adalah manfaat seasonal content:
Catatan, manfaat di atas hanya berlaku jika seasonal content diterapkan dengan benar.
Untuk awal, kita perlu mencatat dulu tanggal apa saja yang menjadi recurring event. Tinggalkan dulu harus relevan dengan brand karena relevansi bisa difilter di langkah selanjutnya.
Catat semua tanggal merah yang ada di kalender masehi untuk pertama. Kemudian, riset tentang berbagai hari tertentu yang biasa dirayakan, tetapi tidak menjadi tanggal merah. Contohnya adalah hari valentine, hari ibu, harbolnas, dan hari anak nasional.
Selain tanggal, beberapa parameter ini bisa dicek juga:
Tambahan, Google trend bisa jadi alat untuk melihat suatu tren dalam tanggal tertentu.
Nah, setelah tahu tanggal-tanggal yang recurring event, kita harus mengecek relevansi tanggal tersebut dengan brand kita.
Jangan asal maksa ikut-ikutan, apalagi kalau ternyata tanggalnya tidak relevan dengan brand kita. Yang ada malah dihujat netizen atau bikin brand kelihatan tidak punya pendirian.
Contoh: buat apa brand HSE merayakan hari susu? Jelas tidak nyambung kan?
Setelah memfilter, kita bisa mencari ide konten yang sesuai dengan musimnya dan memasukannya ke dalam content plan.
Agar tidak tumpang tindih, seasonal content dimasukkan terlebih dahulu daripada evergreen content.
Dari ide konten, tentukan bentuk media apa yang paling cocok sebagai kontennya, misalnya:
Tidak masalah untuk membuat semua jenis kontennya. Pastikan kalau tim content creator punya kapasitas yang cukup dan channel digital marketing yang dimiliki pas untuk medianya.
Untuk tulisan:
Untuk gambar:
Untuk video:
Selesai mengatur pembuatan konten, waktunya buat content brief.
Content brief untuk seasonal content harus dibuat dengan hati-hati, terutama jika berkaitan dengan hari keagamaan tertentu. Jangan bermain dengan api (SARA) hanya demi mengincar engagement.
Untuk menghindari backfire, pelajari asal-usul dari tanggal spesial tersebut. Contohnya, hari kemerdekaan Indonesia adalah hari yang dirayakan karena pada tanggal tersebut, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Terakhir, ucapan selamat hari xx jadi kewajiban untuk brand.
Agar tidak keteteran, ada baiknya seasonal content dibuat sebelum tanggal waktunya mempublikasikan konten tersebut.
Mengerjakan dengan buru-buru hanya bikin kontennya banyak revisi karena kesalahan. Misalnya, tulisan yang buru-buru dibuat, biasanya akan banyak kesalahan seperti typo.
Oke, semua selesai, kontennya juga sudah jadi. Langkah terakhir adalah menjadwalkan kontennya agar kita tidak perlu repot post dengan manual.
Media sosial seperti Facebook biasanya punya scheduler agar kontennya dipublikasikan dengan otomatis sesuai jadwal yang kita atur.
Tools e-mail marketing seperti mailchimp juga punya scheduler agar e-mail dikirim di waktu tertentu.
Bergantung channel digital marketing-nya, kita harus mengecek metric yang relevan dengan seasonal content yang kita buat.
Contohnya, di Instagram, kita bisa memantau berapa reach dan engagement dari seasonal content yang kita buat.
Kalau promosi produk atau flash sale di tanggal tertentu, kita bisa track berapa convertion rate atau revenue di tanggal tersebut.
Intinya, jangan lupa evaluasi. Jangan post, lalu pergi begitu saja.
Berikut beberapa contoh ide untuk seasonal content di Indonesia.
Seasonal content bisa jadi metode yang bagus untuk marketing. Meski demikian, jangan sekedar ikut-ikutan saja seperti bikin konten yang ikut musim tertentu seperti tanggal merah, tetapi tidak paham asal-usul mengapa tanggal tersebut bisa jadi tanggal merah.
Kesalahan dalam seasonal content dapat menyebabkan orang-orang kehilangan kepercayaan terhadap brand, apalagi kalau berkaitan dengan SARA. Jadi, berhati-hatilah saat riding the wave. Peselancar yang tidak bisa riding the wave pasti akan merasakan ganasnya ombak.
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
View Comments