Sebagai SEO specialist, saat riset keyword atau pun keyword mapping, kita pastinya memastikan bahwa suatu kata kunci atau kueri ada yang mencarinya atau tidak. Nah, untuk melihat hal tersebut, kita bisa melihat parameter bernama search volume/volume pencarian.
Sebenarnya apa itu search volume/volume pencarian? Apakah penting? Bagaimana cara mengeceknya?
Search volume/volume pencarian adalah seberapa banyak suatu kueri/keyword dicari di mesin pencari pada suatu periode tertentu (biasanya sebulan).
Perlu diketahui, search volume/volume pencarian tidak akan konstan setiap bulannya, baik itu untuk topik evergreen atau seasonal, tetapi akan jauh terlihat perbedaannya untuk topik seasonal.
Search volume/volume pencarian itu penting untuk SEO, tetapi tidak menjadi parameter mutlak yang perlu dikejar.
Masih ada parameter lain seperti membangun otoritas topik, kompetisi, niche, kualitas konten, seasonal/evergreen content, branding, dan parameter lainnya.
Jadi, jangan melihat search volume/volume pencarian saja saat riset keyword.
Musim/tren tertentu akan memengaruhi search volume/volume pencarian.
Contoh paling mudah, volume pencarian jual payung pasti akan lebih tinggi di musim hujan daripada di musim kemarau. Selain itu, volume pencarian sun screen akan naik di musim kemarau.
Beberapa topik hangat atau bahasan yang viral bisa memengaruhi search volume/volume pencarian karena interest terhadap topik tersebut akan naik.
Contohnya di bulan Agustus 2023, polusi udara menjadi hal yang trending karena buruknya kualitas udara. Selain itu, crypto juga baru booming setelah pandemi.
Mau tahu cara lihat trending topic? Sering-sering lihat Google trend atau Twitter. Hal ini penting, terutama untuk jurnalis yang butuh breaking news.
Ciri-ciri geografis/geologi suatu daerah juga memengaruhi search volume/volume pencarian. Contohnya, negara ring of fire pasti punya kueri bervolume tinggi di niche bencana alam dan mitigasinya, terutama gempa bumi.
Lalu, pencarian dengan local SEO di daerah tertentu juga berpengaruh. Search volume/volume pencarian tempat di Amerika Serikat pasti lebih sedikit pencariannya kalau dilakukan di Indonesia.
Brand yang terkenal pasti punya search volume-nya sendiri. Bahkan ada benda dengan merek tertentu punya search volume.
Contohnya, televisi merek xxx. Kalau dari keyword-nya sudah jelas search intent-nya adalah transactional.
Kalau baru mulai membangun brand, jangan heran kalau search volume/volume pencarian dengan navigational intent masih 0.
Demografi penduduk juga memengaruhi search volume/volume pencarian.
Contohnya, kalau penduduk paling banyak adalah orang tua/lansia, maka search volume yang berkemungkinan paling tinggi adalah masa pensiun dan kueri terkait kesehatan.
Mirip dengan KOL di media sosial. Suatu tokoh juga dapat memengaruhi search volume/volume pencarian.
Contohnya, seorang peneliti A berhasil menemukan resep keabadian. Maka nama peneliti tersebut akan naik search volume/volume pencariannya di mesin pencari.
Kalau menggunakan bahasa Indonesia, pasti search volume/volume pencarian dengan bahasa tersebut akan tinggi di daerah Indonesia. Di negara lain? Pasti lebih sedikit.
Bahasa Inggris yang global pasti punya perbedaan volume di negara yang bahasa nasionalnya bukan bahasa Inggris dengan negara yang terbiasa memakai bahasa Inggris.
Informational search intent punya volume yang lebih tinggi daripada navigational, transactional, dan commercial search intent.
Semakin siap audiens dalam bertransaksi, volume pencarian kata kunci/kuerinya akan semakin sedikit.
Seed keyword/short tail keyword atau dengan kata lain keyword dengan 1 kata akan memiliki search volume/volume pencarian yang lebih tinggi, tetapi search intent-nya abu-abu.
Long tail keyword (keyword dengan 3 atau lebih kata) search volume/volume pencariannya lebih kecil, tetapi search intent–nya lebih jelas.
Search volume/volume pencarian bisa diketahui lewat tools seperti:
Biasanya, ada tampilan seperti search volume dalam bulanan, trennya, dan kompetisinya. Jadi, sangat berguna saat riset keyword?
Google trend tidak bisa memperlihatkan search volume, tetapi bisa menampilkan interest pada suatu kueri dalam skala 0-100.
Jadi, jangan sampai salah menginterpretasikan datanya ya!
Bisa iya, bisa juga tidak. Kalau tidak bisa bersaing, ya tidak akan ada traffic yang masuk.
Selain itu, search volume juga tidak konstan. Bisa berubah seiring waktu berjalan.
Meski demikian, kalau blog/situs kita ingin traffic-nya naik untuk awal pengembangan blog. Incarlah kueri/keyword yang kira-kira banyak yang mencari, tetapi minim kompetisinya.
Tidak masalah mengoptimasi konten dengan keyword yang search volume/volume pencariannya 0 selama:
Search volume/volume pencarian itu salah satu parameter penting dalam SEO, terutama pada proses riset keyword. Meski demikian, jangan blindly melihat satu parameter itu saja. Cek juga hal lain seperti:
Bangun situs kita pelan-pelan agar bisa masuk ke halaman 1 atau peringkat atas Google pada kueri yang volumenya tinggi.
Happy optimizing!
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…