Pembahasan short tail keyword vs long tail keyword sangat menarik karena diperlukan dalam membuat strategi konten, content pillar, riset keyword, dan penyusunan prioritas pembuatan konten dalam content plan.
Berikut beberapa aspek dalam short tail keyword vs long tail keyword.
Short tail keyword memiliki search volume yang lebih tinggi daripada long tail keyword. Di saat short tail keyword punya ratusan ribu search volume setiap bulannya, long tail keyword bisa hanya ratusan atau bahkan search volume yang bisa dihitung jari.
Long tail keyword punya search intent yang lebih jelas daripada short tail keyword. Kita bisa bandingkan antara keyword “semen” dan “toko semen terbaik”. Terlihat jelas bukan kalau keyword “toko semen terbaik” punya search intent yang lebih jelas.
Long tail keyword punya peluang kompetisi yang lebih mudah di SERP daripada short tail keyword. Untuk memastikan, jangan lupa telusuri SERP-nya terlebih dahulu.
Jumlah kata short tail keyword biasanya hanya 1-2 kata. Sementara jumlah kata long tail keyword adalah sebanyak tiga atau lebih kata.
Long tail keyword biasanya punya hasil SERP yang lebih spesifik, sementara short tail keyword punya hasil SERP dari berbagai sudut pandang (hal ini karena search intent-nya yang abu-abu).
Long tail keyword lebih direkomendasikan untuk ditargetkan untuk situs yang baru dibuat. Sementara itu, short tail keyword kurang direkomendasikan untuk situs baru karena kompetisinya yang lebih ketat.
Short tail keyword lebih direkomendasikan untuk situs yang otoritasnya sudah dibangun lebih lama dan brand-nya kuat di mata masyarakat. Contohnya adalah perusahaan besar, situs pemerintah, dan lembaga yang menjadi rujukan pertama (misalnya, situs BPOM terkait informasi obat yang dilarang beredar di Indonesia)
Baik itu short tail atau pun long tail keyword, keduanya memiliki kelebihan. Jadi, mana yang lebih baik itu tergantung dari tujuan dan otoritas situs.
Untuk situs yang otoritasnya tinggi dan mendapatkan pemasukan dari iklan/adsense, maka seed keyword/short tail keyword jelas harus dioptimasi dan long tail keyword dimasukkan dalam outline artikelnya.
Sementara itu, untuk situs yang baru mulai, lebih baik mengoptimasi long tail keyword terlebih dahulu daripada short tail keyword, apalagi jika persaingan SERP dari penelusuran long tail keyword persaingannya tidak terlalu ketat dan volume pencariannya lumayan tinggi.
Kalau pun kita menargetkan short tail keyword dan tidak ranking. Jangan lupa cek Google Search Console untuk melihat apakah kita ranking di kueri lain.
Sudahi debat short tail keyword vs long tail keyword dan mari mulai optimasi!
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…