Dalam riset keyword, kita sebaiknya memulai dari short tail keyword terlebih dahulu agar bisa membuat pilar atau ide konten turunan yang terdiri dari long tail keyword.
Sebenarnya apa itu short tail keyword dan ciri-cirinya? Mengapa penting? Bagaimana cara mengoptimasinya?
Short tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari satu sampai dua kata saja dan biasanya dijadikan sebagai basis pembuatan dari content pillar (seed keyword).
Jenis keyword yang satu ini biasanya dihindari oleh situs yang baru mulai optimasi.
Biasanya, short tail keyword punya search volume yang tinggi. Kemungkinan hal ini terjadi karena effort menulis satu-dua kata itu lebih minim dan orang-orang perlu informasi yang lebih komprehensif. Belum menghitung orang yang mencari keyword tersebut hanya untuk sekedar iseng atau ingin tahu saja.
Short tail keyword biasanya punya search intent yang abu-abu alias belum jelas apa tujuan pencariannya. Contohnya, kata kunci “gelas” itu belum jelas apanya “gelas” yang dicari. Apakah:
Biasanya, nama barang dianggap transactional intent oleh Google, sehingga isi SERP-nya berisi situs e-commerce.
SERP dari penelusuran dengan short keyword biasanya memiliki persaingan yang ketat. Banyak sekali situs dengan otoritas tinggi seperti media nasional yang mengisi SERP atau rujukan pertama seperti wikipedia dan penelitian terkini serta situs pemerintah yang menempati posisi tiga besar.
Sangat menantang untuk rank di short tail keyword, kecuali otoritas situs telah dibangun dengan baik.
Short tail keyword penting karena bisa dijadikan basis dari content pillar (seed keyword) saat sedang menyusun content plan dan strategi konten.
Ide long tail keyword (keyword cluster) bisa didapatkan lewat short tail keyword. Contohnya berikut ini dengan short tail keyword apel:
Jadi, meski persaingannya ketat, short tail keyword bisa dimanfaatkan dengan cara lain untuk yang situsnya baru dikembangkan SEO-nya.
Berikut ini beberapa contoh short tail keyword:
Untuk yang situsnya baru mengembangkan SEO, tidak disarankan untuk menargetkan short tail keyword karena persaingannya sangat ketat. Percuma juga search volume tinggi, tetapi tidak bisa rank. Jangankan halaman 1, halaman 10 saja sepertinya sulit. Lebih baik targetkan long tail keyword saja agar bisa rank di beberapa kueri.
Sementara itu, untuk yang situsnya menjadi rujukan pertama bagi kehidupan masyarakat seperti situs pemerintah tidak masalah untuk menargetkan short tail keyword. Begitu juga untuk media besar dan situs dengan otoritas tinggi yang brand-nya besar di mata masyarakat.
Meskipun volume pencariannya tinggi, short tail keyword punya search intent yang kurang jelas dan persaingan yang ketat. Karena itulah, situs baru tidak disarankan untuk menargetkan keyword ini.
Tidak perlu putus asa dulu. Meski ada banyak tantangan, short tail keyword bisa dijadikan sebagai basis dari content pillar yang akan kita buat. Temukan ide long tail keyword atau outline artikel yang berasal dari short tail keyword.
Pembahasan short tail keyword vs long tail keyword bisa kamu lihat di sini!
Happy optimizing!
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…