Kita pastinya tidak asing dengan term 5W 1H karena telah diajarkan dari masa sekolah dasar. Siapa sangka kalau ilmu dari mata pelajaran Bahasa Indonesia yang satu ini sebenarnya bisa dipakai sampai kapan pun di dunia sehari-hari, bahkan hingga level manajemen atas.
Meski kebanyakan artikel membahas 5W 1H dalam sudut pandang menulis berita, sebenarnya ada banyak manfaat lainnya dari term tersebut.
Yuk berkenalan dengan 5W 1H!
5W 1H adalah pertanyaan yang merupakan suatu metode pemecahan masalah yang bertujuan untuk menggali perspektif dari berbagai sisi, sehingga akar masalah bisa lebih mudah untuk ditemukan (baca soal kalimat interogatif di sini).
Nama lain dari 5W 1H adalah metode Kipling yang berasal dari nama Rudyard Kipling, seorang penulis dan sastrawan Inggris yang mencetuskan metode ini. Pada puisinya yang berjudul “The Elephant’s Child“, beliau menggunakan seluruh pertanyaan pada 5W untuk menceritakan sebuah cerita tentang gajah yang “kepo” terhadap sekililingnya.
5W 1H sendiri adalah akronim dari:
What atau apa bertujuan untuk mendeskripsikan masalah, situasi, kondisi, atau menjelaskan tujuan dari suatu metode.
Contoh pertanyaan what: apa yang ingin dicapai dari pembangunan jembatan di kota A?
Why atau mengapa bisa dibilang adalah pertanyaan dengan jawaban terpanjang selain how karena fokus pada pertanyaan ini adalah mempertanyakan alasan dilakukannya suatu hal, penyebab terjadinya sesuatu.
Pertanyaan ini akan mencegah masalah karena pengambilan keputusan yang salah, brainstorming yang lebih baik, dan melatih diri untuk berpikir kritis.
Contoh pertanyaan why: mengapa kita harus memakai metode A? padahal ada metode B yang sebelumnya berhasil?
When atau kapan adalah bertanya hal yang berkaitan dengan waktu atau frekuensi terjadinya suatu kejadian.
Contoh pertanyaan when: kapan matahari terbenam di zona waktu Indonesia timur?
Who atau siapa merujuk pada pertanyaan yang jawabannya adalah sekelompok orang atau satu orang saja yang terlibat suatu masalah.
Umumnya, terdapat dua jawaban dari who, yaitu orang yang bertanggung jawab atas suatu peristiwa dan orang yang terkena dampaknya.
Contoh pertanyaan who: siapa yang memecahkan piring cantik kesayangan adik?
Where atau dimana adalah pertanyaan yang mengacu ke suatu tempat spesifik.
Contoh pertanyaan where: dimana lokasi rumah sakit terbaik di Jakarta Selatan?
How atau bagaimana biasanya memiliki jawaban terpanjang karena pertanyaan ini jawabannya adalah sebuah proses yang dilakukan, baik itu untuk mengatasi atau mencegah masalah.
Bersama dengan why, pertanyaan how sangat bagus digunakan saat brainstorming atau diskusi.
Baik itu artikel berita, blog untuk marketing, bahkan buku sekalipun, 5W 1H bisa menjadi senjata ampuh untuk membuat outline.
Outline berfungsi untuk:
Pertanyaan dari 5W 1H bisa digunakan untuk memecahkan suatu masalah. Contohnya, ada piring jatuh di ruangan A. Maka:
Meski contoh di atas biasa terjadi di niche kriminal/detektif, penggunaannya bisa lebih luas. Contohnya adalah dalam dunia digital marketing. Jika traffic turun drastis.
Diskusi atau brainstorming adalah bagian yang diperlukan pada proses ideation dalam pembuatan konten.
Pertanyaan dengan jawaban panjang seperti what, why, dan how akan memantik ide yang menarik. Beberapa pertanyaan dengan jawaban bermagnitudo besar seperti tokoh (who), tempat sakral (where), dan musim (when) juga bisa memunculkan ide yang brilian saat sesi diskusi/brainstorming.
Kalau kita ingin diskusi/brainstorming kita berfaedah, jangan lupa manfaatkan 5W 1H.
Pusing gara-gara ide tidak muncul saat menulis karena writer’s block? Sebenarnya selain free writing, solusi untuk masalah tersebut adalah 5W 1H. Alasannya adalah dengan mengumpulkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan topik atau judul, hampir tidak mungkin kita akan kehabisan ide.
Saat pikiran mentok, selain istirahat, coba saja untuk menulis dengan bebas, atau tanyakan kepada diri sendiri tentang bagaimana perspektif orang yang sedang membaca kontenmu.
Kesalahan dalam pengambilan keputusan bisa terjadi karena banyak hal, seperti:
5W 1H bisa membantu dalam menghindar dari pengambilan keputusan yang salah karena kegunaan dari 6 pertanyaan tersebut adalah menemukan akar suatu masalah, sehingga keputusan yang tepat bisa ditemukan dan diimplementasikan.
Dengan banyak bertanya, terutama dari 5W 1H, kita jadi tidak langsung percaya pada suatu informasi, terutama yang berpotensi menjadi hoax.
Contohnya, ada berita burung bahwa orang terdekat kita mengalami musibah, maka 5W 1H yang bisa diterapkan:
Jika jawaban dari pertanyaan di atas kurang bisa dipercaya atau tidak kredibel, besar kemungkinan bahwa berita tersebut hoax.
5W 1H dapat melatih kita untuk berpikir kritis karena pertanyaan-pertanyaan dalam akronim tersebut memancing rasa penasaran, sehingga kita akan tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut.
Hebatnya lagi, bukan tidak mungkin jika sering menggunakan 5W 1H, tingkat literasi kita bisa meningkat karena menulis dan membaca (karena riset) secara konsisten.
Terdapat suatu rumor bahwa ada organisasi masyarakat yang berselisih karena memperebutkan lahan parkir. Untuk menulis berita tersebut, jurnalis A menerapkan 5W 1H sebagai berikut:
Dari 5W 1H di atas, jurnalis A akan bisa membuat outline berita, bahkan memutuskan siapa saja yang harus diwawancara, membuat daftar pertanyaan wawancara yang tepat, serta investigasi apa saja yang harus dilakukan.
5W 1H adalah alat yang simpel, namun gunanya banyak sekali. Tidak hanya penulis atau jurnalis saja yang bisa memakainya, bahkan anak sekolah hingga orang di level manajemen bisa menerapkannya untuk hal vital seperti pengambilan keputusan yang berpengaruh pada kelangsungan usaha.
Jadi, apakah kita masih tidak mau menggunakan 5W 1H setelah mengetahui banyaknya manfaat dari kumpulan pertanyaan ini?
Sumber:
https://datamyte.com/5w1hmethod-comprehensive-guide/#:~:text=5W%20is%20an%20acronym%20for,came%20up%20with%20this%20method.
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…