Plagiarisme adalah pelanggaran etika oleh penulis atau pembuat karya yang sama sekali tidak boleh dilakukan berupa melakukan copy paste secara sengaja atau pun tidak sengaja tanpa adanya pengakuan/izin dari orang yang karyanya di-copas. Bahkan, gelar seseorang bisa dicabut karena pelanggaran ini. Karena itulah, cara menghindari plagiarisme perlu kita praktekkan, baik itu di dunia akademik atau pun di luar ranah akademik. Contohnya adalah konten yang digunakan pada marketing.
Tenang saja, cara menghindari plagiarisme itu mudah kok. Kamu pasti bisa melakukannya. Yuk ketahui mengapa jangan melakukan plagiarisme dan cara menghindarinya di artikel ini!
Pada dasarnya, plagiarisme adalah tindakan “mencuri” teks atau ide. Maling barang saja sudah dilarang, apalagi mencuri ide/teks. Sama sekali tidak mencerminkan etika penulis.
Cobalah berempati tentang susahnya end-to-end process dari pembuatan artikel/berita/jurnal ilmiah. Dengan melakukan plagiarisme, kita sama saja tidak menghargai jerih payah mereka (pembuat konten original).
Integritas itu adalah yang paling penting. Percuma kalau jago menulis, tetapi tidak punya etika atau integritas.
Tidak hanya soal menulis atau dunia konten saja. Bisa-bisa di bidang lain, pelaku plagiarisme juga perlu dipertanyakan integritasnya di bidang lain.
Terakhir, jika kamu melakukan plagiarisme. Bisa saja pembuat konten original yang diplagiarisme mengajukan tuntutan hukum. Tidak main-main hukumnya pidana yang payung hukmnya adalah Undang‐Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 25 ayat 2 dan pasal 70.
Sementara itu, dikutip dari panduan anti plagiarisme Umpas, mahasiswa yang melakukan plagiarisme, menurut Peraturan Menteri Nomor 17 Tahun 2010, maka mereka akan mendapatkan sanksi:
a. Teguran
b. Peringatan tertulis
c. Penundaan pemberian hak sebagai mahasiswa
d. Pembatalan nilai
e. Pemberhentian dengan hormat sebagai mahasiswa
f. Pemberhentian dengan tidak hormat sebagai mahasiswa
g. Pembatalan ijazah apabila telah lulus
Salah satu cara termudah untuk menghindari plagiarsime adalah belajar dan latihan menulis, terutama soal prafrase.
Coba baca baik-baik paragraf atau penjelasan, lalu tulislah dengan kalimat berbeda, namun maknanya tetap sama.
Eits, tapi jangan pakai tools seperti spinner ya. Parafrase dengan otakmu sendiri.
Ketika memakai kata yang berasal dari karya orang lain, terutama kalau tidak bisa diparafrase (contoh: pribahasa), maka berikan sitasi yang memberikan elemen dari referensinya seperti nama dan tanggal terbit.
Mengutip referensi juga bisa dilakukan untuk menghindari plagiarisme. Kutipan diberikan di tulisan atau wording yang bukan merupakan kalimat buatanmu.
Jangan lupa utuk memasukkan sumber yang kamu kutip di daftar pustaka.
Plagiarisme itu rawan sekali jika referensi yang digunakan terlalu sedikit, apalagi satu referensi saja.
Semakin banyak referensi, semakin banyak juga ide yang bisa kita tuliskan, jadi plagiarisme bisa dihindari.
Banyak sekali alat untuk mengecek plagiarisme loh. Jadi, kita bisa tahu andaikan kita tidak sengaja melakukan plagiarisme, sehingga kontennya bisa disunting dulu.
Contoh alat pengecek plagiarisme:
Tulisan dari pandangan/opini pribadi itu jarang sekali yang merupakan plagiat karena setiap manusia memiliki pemikiran yang unik.
Sertakan idemu dalam tulisan agar tulisannya punya warna tersendiri.
Catatan khusus, jika kamu menulis berita, maka berbeda dengan artikel, opinimu tidak boleh ditulis, harus fokus pada fakta.
Peluang AI untuk melakukan plagiarisme itu sangat tinggi karena alat tersebut hanya menyadur dari tulisan orang lain saja.
Khusus di ranah akademik, tolong jangan gunakan AI karena kita juga tidak tahu darimana mereka mengambil sumber/referensinya.
Untuk ranah non akademik, jangan lupa untuk menyunting tulisan AI sesuai dengan brand guideline agar tidak terjadi plagiarisme.
Orang yang sengaja melakukan plagiarisme jelas memang tidak punya etika. Namun, bisa saja kita tidak sengaja melakukan plagiarisme, apalagi kalau memakai AI yang notabenenya hanya menyadur.
Daripada menyesal karena teguran, nama baik jelek, atau bahkan kena tuntutan hukum, lebih baik dari awal hindari plagiarisme.
Jadilah orang yang beretika/berintegitas, tidak hanya sekedar jago membuat konten/menulis.
Happy writing!
Referensi:
https://www.grammarly.com/blog/5-most-effective-methods-for-avoiding-plagiarism/
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…