Halo, apakah kamu suka membuat konten secara spontan? Atau suka mengeluh karena kehabisan ide akibat writer’s block? Sebenarnya, masalah tersebut bisa diatasi jika kita punya perencanaan atau dengan kata lain content plan/content calendar. Kita perlu cara membuat content plan agar kita tahu harus membuat konten apa di hari/jadwal tertentu.
Contoh penerapannya, hari Senin kita membahas soal cara menambah imun tubuh, lalu di hari Selasa, kita membahas topik kesehatan lainnya, misalnya cara menjaga kesehatan pencernaan.
Jadi, bagaimana cara membuat content plan? Mengapa content plan diperlukan?
Writer’s block adalah saat seorang penulis atau content creator kehabisan ide dan tidak tahu apa tulisan/konten yang harus dibuat selanjutnya.
Membuat content plan terlebih dahulu sebelum berkarya dapat mencegah terjadinya writer’s block karena semua ide dikumpulkan terlebih dahulu baru dibuat.
Kalau ada ide spontan atau di waktu tertentu, jangan lupa dicatat agar tidak lupa untuk dimasukkan ke content plan.
Untuk diketahui, beda konten, beda juga tujuannya. Misalnya konten A digunakan untuk menggaet leads untuk beli tiket travel, semenatara konten B berfungsi untuk edukasi tempat wisata saja untuk audiens.
Dengan content plan, kita bisa tahu apakah pembagian peran konten sudah merata atau sesuai dengan tujuan kita.
Coba analisa peran konten di content plan dengan pertanyaan berikut:
Sebagai nasihat, jangan hanya fokus konten untuk jualan saja. Kita yang disuguhkan iklan jualan terus-menerus pasti bosan dan kehilangan minat untuk membeli bukan?
Konten yang dibuat sebaiknya berada pada urutan yang sesuai dan saling berkesinambungan. Lebih baik menjadi spesialis daripada generalis alias jack of all trades untuk meningkatkan kekuatan brand.
Contohnya, kalau kita membuat ulasan pertandingan sepak bola yang highlight-nya adalah tendangan salto, maka besok kita bisa membuat konten khusus tentang tendangan salto. Selanjutnya? Lanjutkan dengan ide yang berkesinambungan atau masih satu niche dan sesuai dengan tujuan.
Evaluasi yang dimaksud di sini juga adalah urusan prioritas pembuatan konten. Contohnya, konten musiman di tanggal tertentu wajib dipublikasi di hari tersebut atau audiens akan cepat kehilangan minatnya.
Daripada pusing karena tidak ada ide atau stuck setelah buat konten, mau buat konten apalagi. Lebih baik kalau punya content plan terlebih dahulu.
Jadi, tidak ada waktu yang terbuang karena kita sudah tahu membuat konten apa setiap harinya. Mirip-mirip dengan berpikir terlebih dahulu, lalu bertindak. Semuanya sudah terencanakan.
Coba lihat ide konten yang kita buat. Apakah punya turunan bahasan atau tidak? Turunan bahasan ini adalah peluang baru untuk dibuat kontennya untuk meningkatkan topical authority dan traffic.
Contohnya, dari ide ulasan pertandingan sepak bola, ada peluang untuk membuat konten baru tentang:
Itu baru lima, sebenarnya bisa lebih banyak lagi. Hebat bukan? Jadi, telusuri turunan dari suatu ide untuk menemukan peluang baru. Orang-orang menyebutnya dengan content pillar.
Setelah alasan mengapa content plan itu penting, berikut cara membuat content plan yang benar.
Buatlah content plan di software yang sesuai.
Biasanya, content plan dibuat di Excel atau spreadsheet agar timeline konten bisa lebih mudah dibuat.
Kita tinggal menginput tanggal, bulan, tahun dan ide kontennya dengan mudah.
Terdapat beberapa konten yang hanya cocok digunakan di musim atau tanggal tertentu, sehingga konten tersebut lebih baik dipublikasikan di tanggal tersebut. Contohnya:
Cara membuat content plan yang benar adalah mengetahui tujuan dari pembuatan kontent atau brand guideline. Kita mau membawa brand itu jadi seperti apa? Contohnya:
Mengetahui tujuan brand dapat mempermudah dalam membuat content plan.
Selain itu, kalau kita membuat konten untuk perusahaan, ketahui juga apa yang perusahaan tawarkan (jasa/produk). Content plan harus menggambarkan jasa/produk yang mereka jual.
Berapa total pembuat konten dan kapasitasnya memengaruhi content plan yang dibuat.
Contohnya, satu penulis hanya sanggup menulis empat konten sehari, maka jika hanya ada satu penulis, sesuaikan dengan kapasitasnya.
Kalau memaksa penulis untuk bekerja lebih dari kapasitasnya, percayalah kalau tulisannya akan amburadul dan banyak yang perlu disunting.
Untuk konten yang evergreen (bukan musiman), sebaiknya masukkan saja idenya langsung ke content plan tanpa melihat tanggalnya terlebih dahulu.
Masukkan ide yang kita dapatkan, misalnya dari riset keyword, mendadak muncul saat sedang bermain di luar, atau dari turunan ide yang pernah muncul di kepala.
Mirip-mirip dengan prinsip tulis dulu, lalu edit kemudian. Untuk awal-awal, masukkan seluruh ide terlebih dahulu ke tabel content plan yang dibuat, kecuali khusus konten musiman yang sudah jelas kapan kontennya harus dipublikasikan.
Setelah seluruh ide masuk ke content plan, maka kita harus mengevaluasinya.
Lakukan pertanyaan berikut untuk mengevaluasi:
Jika seluruh jawaban atas pertanyaan di atas adalah iya, maka content plan sudah selesai dibuat dan pembuatan konten siap dilakukan.
Karena di zaman digital sekarang banyak sekali info yang viral, fleksibilitas juga diperlukan dalam cara membuat content plan.
Jika ada hal yang viral dan bisa dikaitkan/berkaitan dengan brand-mu, tidak ada salahnya untuk memasukkan ide tersebut ke content plan, tetapi pastikan hal ini terlebih dahulu:
Mengikuti tren atau hal yang viral itu boleh saja, tetapi kalau kita sampai salah tanggap karena tidak punya kapasitas atau jadi antagonis bagi opini publik. Maka siap-siap reputasi akan turun atau hancur karena di-cancel.
Cara membuat content plan yang benar akan membuat pekerjaan kita lebih mudah, hemat waktu, dan mendapatkan ide baru yang merupakan turunan dari ide kita sebelumnya.
Mari membuat content plan yang benar agar kita tidak pusing karena kehabisan ide atau mengalami writer’s block!
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…
View Comments