Jika kamu adalah seorang praktisi SEO, mungkin pernah terbesit pertanyaan soal berapa sih jumlah backlink yang ideal?
Kalau kita lihat dari situs besar, terutama yang sering jadi rujukan/referensi utama, pasti punya banyak sekali backlink yang mengarah ke situs mereka.
Jadi, apakah kita harus punya backlink sebanyak itu juga? Berapa jumlah backlink yang ideal?
Backlink atau pralana balik adalah tautan situs kita yang ada di situs orang lain. Contohnya adalah tautan kita di media sosial dan forum online seperti Kaskus.
Backlink sendiri merupakan hal yang diinginkan dalam optimasi off-page SEO dan sering disangka sebagai solusi segala permasalahan SEO (padahal tidak).
Bagian ini bisa dijelaskan dengan studi oleh Ahrefs antara domain rating dan peringkat di Google karena domain rating murni hanya menghitung dari jumlah backlink.
Menurut studi oleh Ahrefs, situs dengan peringkat 1-3 memiliki domain rating di sekitar 67-69. Uniknya, rata-rata domain rating pada peringkat 1 (67) lebih rendah daripada peringkat 2 (69). Namun, terjadi downtrend (penurunan tren) dari rata-rata domain rating setelah rank 2 hingga 5, lalu naik sedikit hingga rank 7, kemudian turun drastis, hingga akhirnya terjadi kenaikan pada ranking 10. Jadi, dari grafiknya, secara umum, semakin kecil domain rating-nya, semakin turun ranking-nya.
Dari grafik studinya juga, situs dengan domain rating 50 ke atas mengalami ranking rata-rata yang lebih baik.
Namun, kita juga perlu memperhatikan bahwa backlink pada situs pada studi tersebut tidak memiliki kualitas yang sama dan mengabaikan on-page serta technical SEO-nya.
Semakin terkenal/terpercaya suatu situs, semakin banyak juga jumlah backlink-nya.
Orang-orang/pemilik situs pastinya tidak akan ragu untuk memberikan backlink atau menjadikan situs tersebut sebagai referensi.
Salah satu job description dari SEO specialist atau SEO outreach adalah link building.
Semakin efektif link building yang dilakukan, semakin banyak juga jumlah backlink berkualitasnya.
Kualitas konten juga berpengaruh pada jumlah backlink. Link bait adalah contoh konten yang biasanya memancing backlink, misalnya studi kasus atau konten original.
Memangnya siapa yang mau menjadikan konten jelek sebagai referensi?
Tools SEO 3rd party seperti Ubersuggest, Ahrefs, dan Semrush dapat digunakan untuk mengecek jumlah backlink yang mengarah ke situs kita.
Untuk 1st party tools, kita bisa menggunakan Google Search Console. Klik bagian tautan dan lihat bagian situs tertaut atas.
Dari pengalaman penulis, lebih penting kualitas daripada kuantitas backlink.
Sebagai perumpamaan, lebih baik 1 backlink dari media besar seperti Tempo daripada 10000 backlink dari situs tidak jelas hasil dari link farming.
Selain itu, jumlah backlink yang lebih banyak daripada jumlah laman/kontennya, menurut penulis merupakan indikasi kalau ada praktek spam yang dilakukan, kecuali situsnya merupakan brand besar dan terkenal, meski sebenarnya semakin banyak backlink, semakin besar juga potensi traffic dari kanal referral.
Untuk ciri-ciri backlink berkualitas, kamu bisa mengetahuinya di tautan ini. Sementara itu, untuk cara mendapatkannya, kamu bisa mengakses tautan ini.
Jadi, sebenarnya tidak ada jumlah backlink yang ideal. Biasanya, semakin besar/terpercaya suatu situs, akan semakin banyak juga jumlah backlink serta kecepatan dalam munculnya backlink baru/kehilangan backlink (link velocity) juga semakin kencang.
Akhir kata, daripada fokus ke kuantitas, lebih baik fokus ke mencari backlink yang berkualitas tinggi, meski mendapatkannya cukup menantang.
Happy optimizing!
Referensi:
https://ahrefs.com/seo/glossary/domain-rating
November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…
Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…
Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…
Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…
Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…
Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…