Jika kita membaca report di Google Analytics, salah satu kanal penyumbang traffic adalah direct traffic.
Kanal tersebut berbeda dengan organic search, referral, social, dan paid search.
Sebenarnya, apa itu direct traffic dan mengapa penting? Bagaimana cara meningkatkannya?
Direct traffic adalah lalu lintas (traffic) yang datang ke situs lewat pengetikan URL di browser (user mengetik URL situs secara langsung di browser). Namun, dalam Google Analytics, direct traffic juga termasuk traffic yang datang tanpa sumber data yang jelas.
Simpelnya, user langsung mengetik URL situs di tab browser untuk masuk ke situsnya.
Ketika user masuk ke situs dengan HTTP dari situs HTTPS, datanya akan masuk sebagai direct traffic, bukan referral.
Tautan pada dokumen seperti PDF jika diklik, maka traffic-nya akan dihitung sebagai direct traffic.
Kode tracking seperti UTM yang rusak dapat menyebabkan atribusi menjadi mengarah ke direct traffic.
Terlalu banyak redirect dapat membuat tools bingung dari mana sebenernya original source dari traffic-nya, sehingga akan terhitung sebagai direct traffic.
Dark social adalah media sosial yang bersifat privat. Contohnya adalah Slack, Facebook Messanger, dan WhatsApp. Traffic tersebut terhitung direct traffic.
Tidak semua browser melaporkan darimana datangnya user, bahkan meski sumber sudah jelas sekalipun.
Menurut sebuah eksperimen, 60% direct traffic harusnya masuk ke kanal organic search.
Jika ada yang mengklik situsmu melalui Google Discover, maka traffic-nya terhitung masuk ke direct, bukan organic search.
User yang mengklik situs yang ia bookmark juga termasuk sumber direct traffic.
Kita perlu memperhatikan direct traffic karena:
Jika user tidak perlu mencari kita di Google meski dengan navigational intent sekalipun dan memilih langsung mengetik URL di browser, itu merupakan tanda bahwa user sudah aware dengan situs kita. Tentunya hal ini merupakan tanda marketing dan branding yang berhasil.
Kalau kita gali lebih dalam, bisa saja sebenarnya traffic dari kanal direct harusnya masuk ke kanal lain.
Hal ini penting untuk meningkatkan akurasi data dan membuat keputusan bisnis yang lebih baik.
Audit teknis situs seperti terlalu banyak redirect juga jadi alasan mengapa kita harus memperhatikan direct traffic.
Karena secara definisi, kanal yang tidak jelas sumbernya masuk ke direct traffic, maka jika banyak kanal yang belum diklasifikasi, direct traffic juga berpotensi meningkat.
Branding dan marketing yang berhasil, baik itu digital atau pun konvensional akan menyebabkan kenaikan direct traffic. Apalagi jika situsnya mudah untuk diingat.
Klik yang masuk via Google disover akan terhitung sebagai direct traffic.
Kalau ada kenaikan direct traffic secara signifikan, coba cek Google Search Console. Besar kemungkinan tautan kita ada yang masuk ke fitur Google tersebut.
Dengan penyebab meningkatnya direct traffic, maka turunnya direct traffic juga bisa jadi ada beberapa penyebabnya. Yaitu:
Tracker seperti UTM atau bit.ly akan mengklasifikasikan sumber traffic dengan lebih akurat.
Alat seperti monsterinsight dan looker studio bisa memberikan klasifikasi data lebih lanjut dan komprehensif.
Ini sebenarnya yang terpenting. Cara agar direct traffic lebih akurat adalah melakukan audit pada atribusi data.
Segera kelompokkan direct traffic yang harusnya merupakan sumber lain.
Seperti penjelasan sebelumnya, terlalu banyak redirect akan membuat original source sulit untuk dilacak. Jadi, jangan terlalu banyak redirect.
Tidak hanya berdampak baik untuk SEO dan keamanan situs saja. HTTPS juga membuat atribusi traffic lebih akurat.
Meningkatkannya bukan dengan atribusi yang kurang akurat ya.
Cara pertama yang bersih adalah mengoptimasi situs dan konten kita agar bisa masuk Google Discover.
Panduan selengkapnya ada di tautan ini.
Marketing dan branding secara holistik akan menyebabkan kenaikan direct traffic.
Semakin banyak yang aware, ingat, dan tertarik dengan situs kita, semakin banyak pula direct traffic yang kita dapatkan.
Secara absolut, hal ini kurang direkomendasikan karena bisa jadi ada sumber lain yang masuk sebagai direct traffic.
Untuk awareness, kita bisa pakai kanal atau metrik lain seperti:
Direct traffic bisa jadi pedang bermata dua bagi dirimu yang sedang menganalisa data traffic situs.
Jadi, mulai perhatikan dan audit atribusi dari traffic situs agar penilaian dan analisa kita bisa lebih akurat, sehingga keputusan yang tepat bisa diambil.
Jangan langsung bangga kalau direct traffic meningkat dan jangan panik kalau direct traffic turun. Selalu analisa dan tracking backlog apa-apa saja yang telah kita lakukan.
Happy optimizing!
Referensi:
https://useinsider.com/glossary/direct-traffic/#:~:text=Direct%20traffic%20is%20the%20amount,with%20no%20source%20or%20data.
https://www.monsterinsights.com/what-is-direct-traffic-in-google-analytics/
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…