Traffic situs kita bisa datang dari berbagai kanal loh. Jika situs diibaratkan sebagai Jakarta, maka kanal traffic diumpamakan sebagai jalur untuk menuju Jakarta, misalnya Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Data dari orang yang melewati jalur terebut akan bermanfaat untuk rekayasa lalu lintas. Untuk traffic situs, terdapat berbagai jenis juga. Dikutip dari Similarweb, jenis traffic situs ini dibagi menjadi 7 dan sebaiknya kamu mengetahuinya jika ingin menjadi atau sedang bekerja sebagai digital marketer.
Apa saja jenis traffic website?
Dalam konteks digital marketing atau situs, traffic adalah jumlah/volume pengguna yang berkunjung atau memasuki sebuah situs.
Kamu bisa mengecek traffic dengan berbagai cara. Penjelasannya ada di tautan ini.
Dalam bisnis, penting untuk mengetahui performa berbagai kanal digital marketing, baik itu dari traffic atau pun conversion.
Atribusi yang tepat dapat memperlihatkan kanal mana yang memberikan performa lebih baik, sehingga kita bisa memutuskan untuk “berinvestasi” dengan tepat untuk suatu kanal marketing.
Contohnya, kanal organic search terbukti menghasilkan traffic dan revenue yang solid, maka budget marketing untuk SEO harus ditambah.
Sementara itu, atribusi yang kurang jelas (seperti direct traffic yang biasanya bersumber dari banyak kanal), akan menyebabkan tidak akuratnya penilaian kita terhadap performa suatu kanal digital marketing, sehingga bisa terjadi kesalahan pengambilan keputusan dalam budgeting dan prioritas optimasi.
Jika situsnya masih baru, maka A/B testing berbagai kanal sangat direkomendasikan.
Selain itu, jika situsmu memasang Adsense, paid traffic itu tidak diperbolehkan.
Organic search adalah traffic yang berasal dari mesin pencari seperti Google dan mesin pencari lainnya.
Jika traffic dari organic search-nya mengalami pertumbuhan, besar kemungkinan optimasi SEO-nya telah dijalankan dengan benar dan vice versa.
Direct adalah traffic yang berasal dari pengetikan langsung URL situs di browser, klik pada situs yang di-bookmark, dan kanal yang belum jelas. Karena itu, kanal ini rawan mendatangkan penilaian yang salah karena atribusinya kurang tepat.
Penjelasan secara lengkap tentang direct traffic bisa kamu ketahui di tautan ini.
Social adalah traffic yang berasal dari media sosial seperti Twitter dan Instagram. Contohnya, kalau ada tautan dengan t.co, itu berarti traffic-nya akan masuk sebagai social (dari Twitter).
Namun, ada juga dark social seperti WhatsApp dan Facebook Messanger yang justru traffic-nya masuk ke kanal direct, bukan media sosial.
Traffic dari media sosial juga bisa masuk ke kanal referral traffic.
Yak, seperti namanya, paid search adalah traffic yang berasal dari SEM (search engine marketing) atau ads dari mesin pencari seperti Google ads.
Kenaikan dan penurunan dari traffic yang berasal dari kanal ini tidak bisa dinilai sekilas, namun harus holistik. Apakah tujuannya awareness atau conversion? Jika conversion, bukan traffic tujuan utamanya, namun ROAS (return on ad spent) atau conversion rate.
Referral adalah traffic yang berasal dari backlink situs kita atau media sosial. Jadi, orang yang mengklik tautan situs kita di situs lain, maka terhitung referral traffic.
Sejujurnya, traffic dari kanal ini sebaiknya dianggap bonus saja. Yang terpenting adalah backlink tersebut “berkualitas“, bukan sekedar diklik saja.
Contoh di situs ini, jika kamu mengklik tautan outbound link pada tautan ini. Maka, akan ada referral traffic pada analytics situsnya.
Jika kamu menjalankan e-mail marketing dan mengarahkan klik atau call to action untuk mengunjungi situs, maka traffic dari e-mail tersebut akan masuk di kanal mail. Namun, bisa juga traffic-nya masuk sebagai direct traffic jika tidak ada atribusi yang jelas.
Agar traffic di kanal lain, maka kamu harus mengoptimasi e-mail agar open rate dan click rate meningkat.
Sejauh pengalaman penulis, belum pernah ada kanal ini di Google analytics penulis. Namun, menurut Similarweb, kanal ini adalah traffic dari iklan display atau video dari platform untuk mendistribusikan iklan online (seperti GDN atau Doubleclick).
Unassigned traffic adalah traffic yang belum jelas berasal dari kanal mana. Bisa saja dari organic search, direct, atau kanal lain.
Salah satu penyebabnya adalah delay pada Google analytics dan atribusi yang kurang direkomendasikan oleh Google.
Buat atribusi yang jelas dan benar agar tidak ada unassigned traffic.
Mengenali jenis traffic akan membantumu dalam menganalisa kanal mana yang paling perform hingga perlu perbaikan, sehingga atribusi data haruslah akurat.
Kesalahan dalam atribusi dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan dari manajemen atau stakeholder, sehingga kita punya tanggung jawab untuk melampirkan data dengan atribusi yang baik dan benar.
Jika kamu ingin tahu lebih dalam, maka akses juga sumber/media sesi untuk mencari tahu kanal eksak dari traffic-nya. Contohnya, organic search bisa datang dari Google dan Bing.
Akhir kata, yuk kita kenali jenis traffic situs kita!
Referensi:
https://support.similarweb.com/hc/en-us/articles/360014573277-Traffic-Sources-Web-Category
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…