Yah, mungkin blog post ini adalah refleksi bagi pemilik blog ini yang mulai sibuk bekerja sambil kuliah magister. Frekuensi blogging berkurang, atau dengan kata lain mulai jarang menulis blog post.
Apa dampak dari jarang menulis blog post? Penyebabnya apa ya kira-kira?
Jarang menulis blog post ini frekuensinya bisa berbeda atau relatif bagi setiap orang. Kalau menurut pemilik blog ini, menulis blog post sebulan sekali atau seminggu sekali saja sudah terhitung jarang. Apalagi semakin banyak konten yang muncul baik itu yang diproduksi dengan AI atau manual di internet.
Penyebab jarang menulis blog post itu beragam, bisa dari kendala eksternal atau pun internal pemilik blog ini. Contohnya, karena kuliah magister, pemilik blog ini mulai jarang menulis blog post.
Namun, ada beberapa faktor penyebab lain seperti:
Terdapat banyak dampak jika kita jarang menulis blog post, baik itu untuk blogger atau bisnis. Antara lain:
Menulis blog post juga adalah termasuk cara meningkatkan share of voice. Karena itu, jika jarang menulis blog post, maka ada potensi share of voice menurun karena kompetitor punya frekuensi blog post yang lebih tinggi.
Kalau aku sebagai pemesan guest posting atau content placement dari blog, pastinya akan melihat kapan terakhir blognya di-update. Jika jarang, buat apa pesan, toh sepertinya pemilik blognya juga terlihat mulai malas, meski jika pada kenyataannya masih rajin cuma tidak menyetting blog post-nya secara publik.
Tiap blog post yang kita buat adalah potensi cuan, terutama jika blog postnya menarget bottom of funnel pada marketing funnel alias siap bertransaksi.
Prospek juga bisa didapat dari blog postloh. Jadi, pertimbangkan kalau kamu punya kapasitas dan uang untuk menulis blog post, tapi tidak dilakukan.
Mungkin ini lanjutan poin a., namun disusul kompetitor di sini tidak hanya sekedar share of voice semata, tetapi juga seberapa dikenal masyarakat, market share, dll.
Mau bersaing dengan kompetitor? Menulis blog post adalah salah satu usahanya.
Blogging adalah cara untuk menumbuhkan awareness. Kalau orang-orang mulai lupa dengan blogmu, berarti ada indikasi bahwa kamu mulai jarang menulis blog post.
Makin jarang posting, jelas traffic akan berkurang, apalagi kalau kompetitor gencar dalam optimasinya. Core update bisa jadi momentum bagus bagi mereka untuk mengunggulimu.
Jika jarang menulis blog post, terdapat beberapa solusi:
Namun, kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti unique selling point dan value dari blogmu. Kalau pemilik blog ini tidak akan memakai jasa content writer karena semua tulisan di blog ini murni adalah karya penulis, kecuali di bagian promosi.
Dulu pemilik blog ini paling tidak menulis satu blog post per harinya. Namun karena kesibukan akademik dan pekerjaan, sudah tidak bisa serutin dulu.
Yuk tulis blog post lagi secara perlahan! Tidak perlu buru-buru 🙂
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…