Gambar 1. Contoh Search Query dari Keyword Bulan Agustus
Dalam SEO, kita tidak hanya bisa melihat peluang organic traffic dengan cara riset keyword dan terpaut pada search volume saja. Ada cara lain yang bisa kita lihat untuk mengetahui potensi untuk ranking dan meningkatkan traffic situs secara organik, yaitu search query.
Apa itu search query? Mengapa kita perlu memperhatikan hal ini? Apa bedanya dengan keyword?
Secara sederhana, search query atau kueri pencarian adalah kalimat/frasa/kata yang ditulis di mesin pencari (baik itu di Google atau pun mesin pencari lain) untuk menemukan jawaban dari pertanyaan/kueri mereka.
Keyword yang diketik di mesin pencari biasanya merujuk kepada topik yang spesifik. Contohnya: presiden Indonesia. Sementara itu search query adalah berbagai kata, frasa, dan kalimat yang diketik di mesin pencari untuk menemukan informasi. Contohnya: siapa presiden Indonesia sekarang?
Kalau dilihat baik-baik, search query punya jumlah kata lebih banyak atau bisa dibilang long tail keyword, tetapi versi yang lebih spesifik, karena suatu kueri bisa terdiri dari lima sampai lebih dari sepuluh kata, bergantung dari apa yang sedang dicari oleh user.
Contoh pembedahannya di bawah ini
Keyword: celana jeans
Search query:
1. Mengapa saya harus beli celana jeans?
2. Merk celana jeans terbaru dan terbaik tahun 2023
3. Dimana tempat beli celana jeans original
4. Siapa pembuat celana jeans terkenal?
5. Bagaimana cara membuat jeans sendiri?
6. Apa memakai celana jeans membuat saya keren?
Jadi, andai kita menargetkan keyword tertentu, bisa saja kita rank untuk di search query lain karena Google me-ranking dari relevansi konten (dan banyak faktor lainnya seperti technical situs dan backlink yang mengarah ke situs).
Persamaannya, search query dan keyword sama-sama memiliki search intent. Hanya saja, search query biasanya memiliki search intent yang jauh lebih jelas daripada keyword.
Mungkin bisa dibilang, search query adalah versi lebih detail dari long tail keyword.
Meski kita menargetkan keyword dan fokus pada search volume, secara realita, user pasti akan mengetik sesuka mereka di Google penelusuran untuk mendapatkan jawaban yang mereka inginkan. Karena itulah, kita perlu membuat konten yang relevan dengan situs dan user serta melihat peluang untuk tampil di SERP (paling tidak halaman pertama Google).
Jadi, konten yang kita buat tidak sekedar mengoptimasi keyword tertentu saja, tetapi juga search queries. Makanya prinsip user first adalah hal yang sangat vital di dunia SEO.
Ada dua cara untuk melihat dan mengoptimalkan peluang dari search query. Pertama, dari Google Trend. Kedua, dari search query di Google Search Console. Kueri apa yang user ketik di Google hingga sampai menemukan situs kita?
Kita bisa melihat peluang dari search query yang sedang naik daun dalam periode tertentu. Hal ini sangat bermanfaat, terutama untuk penulis konten seasonal dan jurnalis yang ingin membuat breaking news, yaitu dengan cara menelusuri hal yang sedang tren.
Kita bisa memfilter banyak hal seperti:
Sesuaikan dengan kebutuhanmu. Misalnya, kalau kamu mengurus media global, maka pastikan kamu mengatur lokasinya ke global.
Pro tip: Google trend tidak ada search volume, hanya skala 0-100 (semakin besar angka, interest semakin besar). Jadi, hati-hati saat mengintepretasikan datanya.
Saat kita mengecek Google search console, kita bisa tahu search query apa yang diketik user hingga sampai menemukan situs kita. Nah, cara melihat peluang dari sana adalah melihat kueri yang punya posisi rata-ratanya lumayan atas (1-10 atau minimal halaman 1 SERP. Ranking belasan juga tidak masalah).
Dari search query yang punya posisi rata-rata lumayan di atas tersebut, kita bisa buat konten yang masih berkesinambungan dan satu niche dengan kuerinya.
Konten yang berkesinambungan dan satu niche akan memberikan keuntungan seperti:
Bagaimana dengan kueri yang posisinya masih di bawah? Tidak masalah. Yang terpenting bangun otoritas situsnya dengan benar. Jangan sampai offside dalam membuat konten. Contohnya buat konten perikananan, padahal situsnya tentang ternak ayam.
Sebenarnya, selain riset keyword, kita harus menggali lebih dalam lagi, yaitu search query. Mengapa? Karena kita tidak bisa menentukan kalau konten kita akan rank di SERP pada keyword yang kita targetkan.
Bahkan, terkadang kita bisa lihat kalau di keyword yang kita targetkan situs kita tidak ranking, malah ranking-nya bagus sekali di kueri lain. Di keyword yang kita target, blog A masuk halaman 4, tetapi di kueri lain blog tersebut malah masuk featured snippet. Hal ini juga bisa jadi alasan mengapa rank keyword buruk, tetapi impresi, klik, dan page view-nya bagus sekali.
Buatlah outline yang bagus (sesuai search intent dari user) dan tulisan yang berkualitas agar situs kita makin mudah ditemukan lewat berbagai search query.
Happy optimizing!
Sumber:
https://growhackscale.com/glossary/search-queries
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…