Salah satu jenis traffic yang bisa kita lihat di Google Analytics adalah referral traffic.
Bukan sistem referral seperti di dunia kerja ya, beda konteks. Referral adalah salah satu kanal untuk menuju suatu situs.
Yuk kita gali lebih lanjut soal refferal traffic ini!
Referral traffic adalah traffic yang berasal dari klik pada tautan situs kita di situs lain (backlink), misalnya dari sponsored post, backlink profile, blogwalking, dll. Media sosial juga ada yang masuk sebagai referral traffic (misalnya Facebook).
Jika konteksnya adalah keseluruhan traffic, maka referral traffic termasuk kanal penting karena menandakan seberapa eksis tautan kita di situs lain. Bisa saja prospek atau closing berasal dari referral traffic tersebut. Namun, sebaiknya jumlah referral traffic tidak dijadikan sebagai OKR karena tujuan utama backlink adalah meningkatkan otoritas situs. Jadi, pengaruhnya secara langsung terhadap organic search traffic.
Pada dasarnya, penyebab naiknya referral traffic adalah semakin banyaknya orang yang mengklik tautan situs kita di situs lain. Itu berarti, kemungkinan besar:
Kebalikan dari penyebab referral traffic naik, jika turun, maka kemungkinannya:
Pada dasarnya, cara meningkatkan referral traffic adalah optimasi off-page SEO. Seperti:
Menanam backlink profile termasuk cara termudah. Kita tinggal masuk ke situs yang menyediakan edit profil dan mengizinkan untuk menyematkan situs kita.
Contohnya adalah gambar di bawah ini:
Link bait adalah konten atau tautan yang memancing backlink. Selengkapnya di tautan ini!
Kita juga bisa membeli sponsored post dan menyematkan hyperlink pada post yang dibayar tersebut untuk meningkatkan referral traffic.
Sebenarnya hal ini sama saja dengan sponsored post. Bedanya, ini bisa dilakukan dengan gratis via outreach dan negosiasi yang matang.
Media PR dengan media besar juga bisa menghasilkan post beserta backlink. Namun, jangan lupa untuk minta backlink, tidak hanya sekedar rilis saja.
Mem-posting di media sosial seperti Facebook=peluang untuk mendatangkan referral traffic.
Blogwalking juga bisa jadi sarana untuk meningkatkan referral traffic. Namun, komentar kita haruslah relevan agar pemilik situs mau approve komentar kita, tidak hanya sekedar spam comment atau komentar yang bersifat nyampah.
Referral traffic itu penting, namun tidak sebaiknya jadi sumber utama dari traffic situs. Lebih baik optimasi SEO secara holistik agar organic traffic dan direct traffic meningkat dan jadi sumber utama dari traffic yang sustainable.
Cara meningkatkan referral traffic itu prinsipnya cukup simpel, yaitu optimasi off-page SEO. Namun, prakteknya menantang.
Jadi, jadikan referral traffic sebagai bonus saja, kecuali kamu sedang melakukan campaign dengan tujuan conversion yang melibatkan referral traffic.
Referensi:
https://support.similarweb.com/hc/en-us/articles/212849049-Referral-Traffic
https://blog.hubspot.com/marketing/how-to-increase-referral-traffic-and-get-more-leads
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…