Background check jadi hal yang esensial di berbagai bidang. Rekruter melakukan hal ini untuk mengetahui rekam jejak kandidat, calon suami/istri melakukannya untuk meyakinkan diri kalau ia tidak menikahi orang yang salah, dan orang yang mau beli domain mengecek domain history agar tidak merasa rugi dan menyesal di kemudian hari.
Nah, untuk yang ingin beli domain, mengecek domain history adalah hal yang wajib dilakukan.
Apa itu domain history? Apa saja yang harus dicek? Lalu, apakah hal ini memengaruhi ranking di Google SERP?
Domain history dalah riwayat atau catatan historis dari suatu domain dari awal teregistrasi hingga waktu tertentu (umur domain).
Dalam domain ownership history, selain nama domain, ada juga nama pemilik domain, alamat, dan informasi kontaknya.
Dikutip dari searchlogistic.com, domain history ownership bisa memberi tahu kita tentang:
Kalau dianalogikan, melihat domain history ini mirip dengan saat kita mau membeli mobil second. Tentu harus tahu riwayat servis dan perlakuan apa saja yang dilakukan pada mobilnya.
Pada intinya, domain history penting untuk diketahui agar saat kita membeli domain dan secara resmi memilikinya, tidak ada penyesalan di masa depan karena berbagai hal seperti:
Tentunya saat membeli, kita ingin yang terbaik bukan? Jadi, jangan lupa untuk mengecek domain history!
Domain history dapat memengaruhi ranking di Google SERP. Dikutip dari Search Engine Journal, Google beberapa kali membahas soal bagaimana perlakuan pada domain di masa lalu akan memengaruhi perlakuan yang akan diberikan oleh Google kepada suatu domain.
Dampaknya bisa dari moderat ke parah. Contoh yang parah adalah kalau ada manual action yang belum diselesaikan oleh pemilik lama. Manual action report sendiri terdapat pada Google Search Console.
Menurut John Mueller, domain yang pernah punya sedikit masalah dengan Google tidak perlu terlalu dipikirkan, apalagi kalau sudah lama sekali. Contohnya adalah pernah bermasalah 10 tahun yang lalu.
Terdapat berbagai cara untuk mengecek riwayat suatu domain.
Beberapa tools untuk mengecek riwayat domain adalah:
Kita tinggal memasukkan nama domain ke tools tersebut dan melihat riwayat suatu domain.
Dari data registrar-nya, ada beberapa data seperti:
Biasanya, kalau domain perusahaan, data-data berupa kontak sampai alamat akan diprivasi.
Ingin mengetahui riwayat masa lalu suatu domain (baik itu domain baru, aged, atau expired sekalipun) bukan berarti mencari-cari kesalahan, lalu berkata good bye secara terus-terusan karena tidak menemukan yang sempurna.
Pengecekan domain history ini adalah uji kecocokan apakah suatu domain itu cocok dengan kita atau tidak. Kalau diibaratkan, seperti sebelum menikah, pastinya kita melihat riwayat bibit, bebet, dan bobot pasangan dulu dong.
Prinsip better safe than sorry perlu dilakukan sebelum membeli domain, contohnya adalah mengetahui domain history-nya!
Kalau sudah melihat dan mengetahui keseluruhan riwayat domain dan ternyata cocok. Tidak usah ragu untuk membeli domain dan semoga tidak ada penyesalan di belakang ya.
Referensi:
https://www.shopify.com/id/blog/domain-history
https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/domain-history/
Membalas Google review adalah cara optimasi local SEO yang mudah, tetapi repetitif. Meski demikian, hal…
Ketika masuk kelas baru habis naik kelas atau naik tingkat, serta berbaur dengan mahasiswa jurusan…
Jika Anda sudah berkecimpung dalam dunia SEO, Anda mungkin pernah mendengar istilah "domain authority." Banyak…
Memilih warna untuk hunian kadang terlihat sederhana, namun hasil akhirnya bisa sangat berbeda dari yang…
Memahami bagaimana audiens berinteraksi dengan media merupakan langkah awal yang krusial dalam menyusun strategi konten.…
Dalam tata bahasa Indonesia, setiap kata memiliki peran tertentu untuk menyampaikan pesan secara jelas dan…