Digital Marketing

Aged Domain – Domain “Sepuh” lebih Menguntungkan?

Aged domain atau domain berumur biasanya diincar blogger karena ada klaim bahwa domain dengan umur yang lebih tua biasanya lebih mudah untuk ranking. Kenyataannya, hal ini telah dibantah oleh John Mueller, search advocate GoogleDomain age alias umur domain tidak akan membantu apa-apa dalam ranking.

Meski umur domain bukan merupakan Google ranking factoraged domain punya pesonanya tersendiri. Apa kelebihan dan kekurangannya? Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli aged domain?

Apa Itu Aged Domain?

Simpelnya, aged domain adalah domain yang usianya tua dan biasanya telah beberapa tahun eksis di internet.

Apakah Aged Domain dan Expired Domain itu Sama?

Jawabannya adalah berbeda. Aged domain masih belum tentu “kadaluarsa”, sementara expired domain jelas telah “kadaluarsa” atau dengan kata lain hak miliknya telah hangus, bisa karena owner-nya tidak sanggup membayar untuk perpanjangan kepemilikan atau lupa untuk membayar.

Mengapa Orang Menjual Aged Domain?

Ada beberapa alasan mengapa aged domain dijual, contohnya adalah:

  • Butuh uang secara cepat
  • Pemilik domain sudah tidak tertarik lagi dengan domainnya
  • Pemilik domain merasa telah “selesai” dalam mengembangkan domainnya, sehingga semacam mau taking profit setelah lama berinvestasi pada domainnya
  • Domainnya pernah punya masalah (baik itu dengan mesin pencari atau pihak lain)

Bagaimana Cara Mengetahui bahwa suatu Domain itu Aged Domain atau Baru?

Beberapa tools seperti https://websiteseochecker.com/ dapat digunakan untuk mengecek umur domain.

Kelebihan Aged Domain

Semakin berumur, semakin bijak. Itulah kelebihan dari orang tua.

Bagaimana dengan aged domain? Berikut kelebihannya:

a. Otoritas Topik yang telah Terbangun

Karena domainnya sudah lama berdiri, jika owner-nya niat, biasanya situsnya akan punya otoritas topik yang jelas.

Otoritas topik yang telah terbangun membuat beban untuk membuat content pillar dan content plan berkurang karena banyak bahasan yang sudah digarap.

Kelebihan ini dikecualikan jika domainnya “gado-gado”.

b. Punya Traffic

Jika otoritas topik telah terbangun, biasanya Google akan lebih mudah untuk membuat domain tersebut ranking.

Aged domain yang telah terbangun otoritas topiknya dengan baik punya traffic yang tinggi.

c. Cocok untuk Orang Bertipe “Pewaris”

Kamu lebih suka mewarisi daripada merintis? Jika iya, aged domain cocok untukmu. Biasanya, aged domain:

Jadi, kita tidak perlu capek-capek mulai dari nol. Dari yang sudah ada, terlihat kita harus kemana untuk mengembangkan aged domain lebih lanjut.

d. Sumber Penghasilan Pasif yang Menggiurkan

Jika ada Google Adsense yang terhubung dengan domainnya, membeli aged domain itu seperti membeli saham. Bedanya, penghasilan dari adsense kita adalah dividennya.

Tinggal hitung-hitung kapan kira-kira kita mulai BEP (break even point) dan untung. Google Adsense penghasilannya harian meski tidak stabil karena banyak yang memengaruhinya seperti niche, jumlah klik, CPC, RPM halaman, dll.

e. Menghindari Google Sandbox

Meski belum dikonfirmasi sendiri oleh Google, banyak pendapat di dunia SEO bahwa alasan domain baru susah untuk rank adalah karena adanya Google sandbox. Namun, John Mueller (search advocate Google) membantah bahwa Google punya fitur bernama Google sandbox.

Secara logika, aged domain bisa digunakan untuk menghindari Google sandbox karena aged domain itu bukanlah domain baru alias sudah lama ada di di internet.

Kekurangan Aged Domain

a. Selain “Mewarisi” Hal Baik, bisa juga dengan Hal Buruknya

Kalau kita mewarisi aged domain, maka tidak hanya hal baiknya saja yang kita warisi, tetapi juga buruknya.

Beberapa hal buruk yang bisa diwarisi oleh aged domain:

Mirip dengan saat menikahi seseorang, kita harus terima baik dan buruknya. Jadi, kita harus selektif, termasuk saat membeli aged domain. Wajib cek domain history-nya!

b. Perlu Riset Besar-Besaran sebelum Beli

Saat memilih pasangan, perlu namanya bibit, bebet, dan bobot. Begitu juga ketika saat membeli aged domain.

Nah, hal ini juga jadi kelemahan karena kita tidak merawatnya dari nol/kecil, maka kita tidak tahu optimasi apa saja yang pernah dilakukan. Jika ternyata ada riwayat pemakaian teknik black hat, maka hal ini akan berbahaya.

Kita bisa bertanya kepada penjual domainnya tentang riwayat optimasi yang pernah dilakukan untuk menghindari ini.

c. Kurang Cocok untuk Brand

Karena brand biasanya punya guideline tersendiri untuk gaya penulisan, membeli aged domain pastinya akan merepotkan karena harus dilakukan penyuntingan konten secara keseluruhan.

Apa yang harus Diperhatikan saat Membeli Aged Domain?

a. Domain Authority/Domain Rating

Karena kita merogoh kocek, sepertinya sangat disayangkan jika membeli domain dengan DA/DR yang rendah. Kalau bisa ya yang DA/DR-nya tinggi sekalian, tetapi jangan hanya melihat parameter yang satu ini.

b. Backlink yang Mengarah ke Domainnya

Bagaimana backlink yang mengarah ke domainnya. Apakah berkualitastoxic, atau dari PBN? Apa ada situs dengan otoritas tinggi?

Akan sangat lebih baik jika domainnya punya backlink berkualitas dan tidak ada toxic backlink sama sekali.

Hindari pembelian aged domain yang ada toxic backlink atau dari situs terlarang.

c. Konten

Bagaimana konten yang ada di aged domain-nya? Apakah:

  • Topical authority terbangun dengan baik? Atau malah gado-gado?
  • Ada konten terlarang?
  • Ada konten duplikat/plagiat?
  • Ada kesalahan dalam penulisan kontennya?
  • Ada call to action tertentu

Jika ada konten terlarang, urungkan saja untuk membeli aged domain-nya.

Aged domain yang bagus itu punya topical authority yang jelas dan konten yang berkualitas.

d. SEO Friendly

Apakah domainnya SEO friendly mulai dari on pageoff page (sudah dibahas di atas, alias backlink), dan technical-nya?

Audit dulu domainnya di tools SEO untuk memastikan bahwa metrik-metrik SEO-nya tidak ada yang jelek.

Desain situsnya kelihatan bagus, tapi loading speed 10 detik buat apa? Tidak ada yang mau menunggu selama itu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

e. Riwayat Traffic

Bagaimana riwayat traffic dari domainnya? Apakah pernah ada riwayat terjun bebas setelah Google update algoritma?

Domain yang bagus adalah yang traffic-nya konsisten naik, tidak ada riwayat traffic terjun bebas atau penalti, dan tahan banting dari update algoritma Google.

f. Optimasi yang pernah Dilakukan

Karena kita tidak mulai dari nol alias aged domain, pasti domain tersebut pernah diberikan perlakuan macam-macam oleh pemilik sebelumnya.

Kita perlu tahu apa saja optimasi yang pernah dilakukan. Jika ada riwayat pemakaian teknik black hat, sebaiknya tinggalkan saja daripada rugi.

g. Laman yang Diindeks dan Tidak Diindeks

Kita bisa mengecek sendiri jumlah laman yang diindeks dengan Googling. Ketik nama situs:sites, tetapi bagaimana dengan laman yang tidak diindeks?

Memang betul kita bisa memblokir crawler Google bot dengan robots.txt, tetapi bagaimana kasusnya dengan pemilik aged domain sebelumnya?

Apakah lamannya mengalami deindeks karena penghapusan konten, pemblokiran oleh robots.txt, atau penalti berupa deindeks dari Google?

Perbandingan laman yang terindeks dan tidak diindeks oleh Google bisa jadi parameter kesehatan suatu domain. Jika laman yang tidak terindeks sangat jauh lebih banyak daripada laman yang terindeks, ada sesuatu yang salah pada domainnya.

h. Harga dan Reputasi Penjual Aged Domain

Namanya membeli, ya pasti kita harus hati-hati. Untuk mencegah adanya ketidakpuasan, atau bahkan penipuan. Kita bisa mengecek harga dan reputasi penjual aged domain.

Harga yang terlalu murah dan tinggi bisa jadi red flag, terutama jika penjual aged domain-nya tidak punya reputasi atau punya reputasi buruk.

Better safe than sorry! Lebih baik beli di penjual yang terpercaya.

i. Monetisasi Situs

Lihat juga monetisasi situsnya. Semakin tinggi penghasilan bulanannya, maka semakin worth it.

j. Ekstensi/Top-Level Domain

Kalau mengincar audiens secara global, maka eksetensi/TLD yang generic seperti .com direkomendasikan, sementara jika lokal (Indonesia), maka ekstensi ccTLD seperti .id lebih direkomendasikan.

k. Nama

Nama domain juga perlu diperhatikan. Nama yang tidak jelas pastinya akan mengurangi kepercayaan user.

Apa yang harus Dilakukan setelah Membeli dan Memiliki Aged Domain?

Setelah aged domain dibeli dan resmi jadi milik kita, lakukan hal berikut:

  • Jika ada metrik yang kurang baik, segera perbaiki
  • Disavow toxic backlink yang mengarah ke domain kita
  • Buat content pillar, plandan brief untuk meningkatkan topical authority
  • Hubungi pemilik situs yang ada outbound link di domain yang kita beli, terutama jika ada riwayat kerja sama dengan pemilik sebelumnya
  • Mengindeks ulang laman yang pantas diindeks dan tidak diblokir oleh robots.txt
  • Membersihkan komentar dari blogwalking yang berisi spam
  • Mengoptimasi iklan jika domainnya telah dimonetisasi
  • Mengubah theme jika diperlukan, tetapi harus hati-hati karena berpengaruh pada rank di SERP

Aged Domain bisa Menghasilkan Keuntungan atau Kerugian

Setelah membaca blog ini, semoga kita bisa lebih hati-hati dalam mengakuisisi aged domain. Selain adanya kelebihan yang hebat dari domain berumur ini, ada juga kelemahan yang harus bisa kita lihat dengan jeli.

Jangan sampai menyesal karena telah mengeluarkan uang, ternyata aged domain-nya punya riwayat pemakaian teknik black hat, sehingga “dihantam” update algoritma Google.

Ingat, kita mengakuisisi aged domain itu untuk untung, bukan buntung!

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *