Tahukah kamu? Terdapat metrik 3rd party untuk menilai kekuatan domain selain domain authority, yaitu domain rating. Keduanya memiliki perbedaan dari cara perhitungannya, namun masih memiliki manfaat yang sama.
Berikut hal yang perlu kamu ketahui tentang metrik yang satu ini!
Domain rating atau biasa disingkat DR adalah metrik yang dibuat oleh Ahrefs untuk menunjukkan kekuatan relatif dari backlink profile sebuah situs.
Skor dari domain rating sama dengan domain authority, yaitu menggunakan skala logaritmik dengan nilai 0 sampai 100. Semakin skornya mendekati 100, maka akan semakin baik/kuat domainnya.
Dikutip dari situs resmi Ahrefs, cara perhitungan domain rating mirip dengan page rank. Perbedaannya, page rank dihitung antar laman, sementara domain rating dikalkulasikan antar situs. Gambaran teknisnya:
1. Ahrefs menemukan semua backlink yang punya minimal satu tautan (dofollow) ke target domain
2. Ahrefs menghitung berapa banyak domain yang ditautkan ke masing-masing domain
3. Ahrefs meneruskan sejumlah “DR juice” dari setiap domain yang tertaut ke domain target. Jumlah domain tertaut ini lalu dibagi dengan domain rating dari domain yang ditautkan dengan jumlah domain unik yang ditautkan.
Dari cara perhitungan di atas, maka:
Perbedaan domain rating dan domain authority terletak pada cara perhitungannya.
Perhitungan domain rating murni hanya menggunakan tautan keluar dan masuk, sementara domain authority melihat faktor lain seperti umur domain dalam perhitungannya.
Selain itu, toxic backlink atau backlink berkualitas rendah tidak bisa menaikkan domain rating, berbeda dengan domain authority yang bisa turun kalau kita dapat backlink beracun.
Meski konsepnya sama dengan domain authority, yaitu kekuatan dan peluang situs untuk ranking di Google, domain rating bukan merupakan Google ranking factor (begitupun juga dengan domain authority yang bukanlah Google ranking factor).
Sebenarnya bisa dibilang hal ini adalah strategi low hanging fruit. Jadi kita bisa melakukan analisis pada SERP tentang domain rating situs-situs yang muncul di peringkat atas SERP.
Jika nilai DR-nya tidak terlalu jauh, maka kita bisa mencoba untuk membuat konten yang lebih baik daripada mereka yang domain rating-nya tidak jauh beda dengan kita.
Dalam SEO outreach, parameter domain rating bisa jadi bagian dari negosiasi untuk memuluskan proses link building. Mendapatkan tautan dari situs dengan DR yang lebih rendah juga jadi bisa lebih mudah karena “power” kita “lebih kuat” dari mereka.
Meski demikian, mirip dengan DA (domain authority), kita harus memprioritaskan backlink dari situs dengan DR besar (bisa dengan guest posting).
Dari cara perhitungan domain rating, jelas bahwa cara satu-satunya untuk meningkatkan skornya adalah dengan mendapatkan backlink sebanyak-banyaknya, baik itu dari situs berkualitas atau pun toxic.
Meski toxic backlink dapat meningkatkan domain rating, jangan nekat untuk mendapatkan backlink beracun tersebut ya.
Jika hal ini terjadi, kemungkinan ada rescaling yang terjadi. Misalnya, situs yang DR-nya tinggi mengalami peningkatan jumlah link, sehingga saat diskala ulang, DR situsmu menurun.
Ingat bahwa domain rating secara murni dihitung dari jumlah backlink. Bahkan, 10000 backlink dengan DR kecil bisa saja mengalahkan 1 backlink dengan DR besar.
Terlihat dari cara perhitungan domain rating, kita harus lebih hati-hati dan bijak. Skor DR yang tinggi belum tentu menggambarkan kualitas secara keseluruhan karena toxic backlink sekalipun bisa meningkatkan skornya. Hal ini perlu diperhatikan bagi orang yang ingin membeli domain, baik itu domain baru, aged, atau expired. Jangan tertipu dengan skor domain rating yang tinggi, cek juga sumber backlink-nya.
Selain jangan hanya terpaku pada metrik ini. Lakukan optimasi SEO lainnya seperti membangun otoritas topik, mendesain situs yang SEO friendly, menulis konten yang berkualitas, dan memaksimalkan user experience!
Sumber:
https://ahrefs.com/blog/domain-rating/
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…