Selain SEO dan SEM yang terkadang dijadikan sepaket, padahal berbeda, SEO content writer dan content writer termasuk pekerjaan yang dikira sama, padahal sebenarnya berbeda. Namun, tidak sedikit perusahaan yang menginginkan seorang content writer biasa untuk punya knowledge soal SEO.
Jadi, apa perbedaan SEO content writer dan content writer?
SEO content writer membuat konten tidak hanya untuk manusia/user saja, tetapi juga bagaimana kontennya mudah di-crawl, indeks, hingga ranking di mesin pencari. Sementara itu, content writer biasa tidak perlu berpikir soal mesin pencari, cukup fokus bagaimana konten yang dibuat memenuhi goal yang ditentukan.
SEO content writer paling tidak harus mengerti HTML untuk kontennya, contohnya adalah title tag dan header tag. Karena itulah, biasanya konten buatan SEO content writer lebih terstruktur dan paragrafnya lebih singkat. Sementara itu, content writer biasa tidak perlu mengerti HTML karena sekali pun kontennya memakai sub judul, tidak ada header tag yang digunakan.
SEO content writer biasanya fokus di pembuatan blog, sehingga lebih familiar dengan content management system seperti WordPress, Blogspot, Wix, dll. Sementara itu, content writer tidak hanya menulis di blog saja. Bisa saja bentuk konten lain seperti caption media sosial dan e-mail ke leads yang didapatkan dari lead magnet.
SEO content writer tidak hanya menggunakan tools menulis berupa aplikasi pengolah kata seperti Microsoft word dan Google docs, tetapi juga tools SEO seperti Yoast. Bahkan tidak sedikit yang diminta untuk melakukan riset keyword atau topik konten. Di lain pihak, content writer tidak perlu memakai tools SEO. Cukup tools menulis saja atau support seperti alat penerjemah.
Bergantung media dan preferensi penulisnya, SEO content writing punya kesulitan yang lebih tinggi daripada content writing biasa.
Ada yang merasa mengikuti SEO itu membatasi kreativitas, tetapi ada juga yang menganggap hal ini sebagai peluang emas dan menyukainya.
Contoh tantangan yang dihadapi SEO content writer adalah tidak boleh sampai keyword stuffing.
Penulis pernah menulis soal gaji content writer di tautan ini. Bagaimana dengan SEO content writer? Ternyata gajinya ada perbedaan juga. Gaji SEO content writer maksimal di review Glassdoor berada di sekitar 12 juta rupiah per bulan, namun kebanyakan berada di sekitar 5-8 juta rupiah per bulan.
SEO content writer biasanya memproduksi tulisan dengan ukpuran medium, sekitar 300-2000 kata. Sementara itu, content writer lebih fleksibel tergantung medianya. Kalau caption media sosial, pasti lebih pendek jumlah katanya. Sementara itu, konten berupa e-book akan lebih panjang.
Meski terdapat perbedaan antara SEO content writer dan content writer biasa, kedua profesi ini sama-sama bertujuan untuk memuaskan user dengan tulisan yang menarik serta mencapai goal tertentu seperti konversi.
Di zaman sekarang ini, sepertinya content writer sudah diminta untuk paket lengkap alias paham SEO content writing juga. Jadi, sebagai penulis yang bijak, ada baiknya kita mulai untuk belajar SEO, terutama bagian on-page-nya. Toh, yang untung juga kita karena bisa upskilling dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Di samping itu, penulis juga pernah menjelaskan perbedaan content writer dan copywriter di tautan ini.
Happy writing and optimizing!
Referensi:
Ketika memasang meta ads, kita bisa mengarahkan prospek atau pelanggan untuk langsung ke WhatsApp. Cara…
November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…
Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…
Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…
Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…
Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…