Di dunia kepenulisan, mungkin lebih banyak bahasan soal kesalahan penulis ketika menulis artikel mereka yang biasa di-spot oleh editor. Namun, editor pun tidak luput dari kesalahan juga. Kesalahan editor justru dapat berakibat fatal loh.
Apa saja kesalahan editor yang perlu dihindari? Bagaimana cara agar kesalahan tersebut tidak terjadi?
Editor adalah “gerbang” sebelum suatu artikel akhirnya dipublikasikan ke masyarakat umum. Bisa dibilang, editor adalah orang yang menilai apakah suatu artikel layak dipublikasikan atau tidak.
Jika artikel yang tidak layak justru malah dipublikasikan, maka akan terjadi bahaya seperti:
Berikut beberapa contoh kesalahan editor artikel:
Ini kesalahan yang paling umum, yaitu skip atau tidak menyadari kesalahan yang dibuat oleh penulis. Yang paling umum adalah skip dalam membetulkan typo.
Editor bisa menggunakan bantuan alat seperti Google docs atau AI untuk menemukan typo jika diperlukan. Terutama kalau mata sudah lelah untuk membaca/mendeteksi typo atau kesalahan lainnya.
Kebalikannya, terkadang ada juga editor yang mengoreksi penulisan yang benar. Biasanya, hal ini terjadi karena ketidaktahuan akan tata bahasa, lupa dengan brief, atau punya masalah pribadi dengan penulisnya.
Jika banyak kesalahan yang dilakukan oleh penulis, editor akan memberikan komentar pada artikel.
Namun, tidak jarang, editor justru memberikan kritik/masukan yang tidak konstruktif. Bahkan terkesan seperti orang ngambek atau marah-marah.
Daripada memberikan masukan seperti anak kecil yang sedang tantrum, lebih baik berikan saran agar penulis bisa menulis dengan lebih baik. Misalnya, lakukan swasunting terlebih dahulu sebelum menyetor artikel ke editor.
Ini mungkin kesalahan editor artikel yang cukup lucu.
Seorang editor artikel tentuya wajib mau dan suka membaca. Kalau tidak, bagaimana caranya mereka bisa menilai suatu artikel secara objektif dan menyeluruh?
Seorang editor juga harus skeptis, terutama untuk artikel dengan tema YMYL karena kalimat/paragraf yang tidak faktual dapat membahayakan seseorang.
Editor harus mau melakukan verifikasi fakta pada tulisan. Cara paling mudah adalah googling dan mencari referensi terpercaya.
Percaya dengan penulis tentunya adalah keharusan. Namun, apa pun yang berlebihan tentunya tidak baik.
Kalau terlalu percaya dengan penulis, editor jadi kurang bisa menilai dengan objektif. Contohnya, editor jadi jarang mengecek level plagiasi karena terlalu yakin penulisnya tidak akan melakukan plagiasi.
Sebenarnya, kalau editor sudah hafal dengan gaya penulisan penulisnya, tidak akan masalah. Namun, untuk penulis baru, ada baiknya tetap inspeksi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Percaya atau tidak, ada juga editor yang merasa dirinya “di atas” penulis, sehingga mereka tidak mau mendengarkan pendapat dari penulis mereka.
Seorang editor yang baik akan mau berdiskusi dua arah dengan penulisnya.
Seorang editor pastinya punya brief yang menjadi patokan dalam penyuntingan mereka.
Kalau tidak ada brief, bagaimana seorang editor menyunting? Apa basisnya?
Penulis artikel ini yakin, ada editor yang (pernah) punya hubungan buruk dengan penulis. Itu juga merupakan kesalahan editor artikel loh.
Editor hadir karena ketidaksempurnaan penulis. Jadi, kita sebagai editor juga harus membangun hubungan baik dengan penulis. Tanpa mereka, profesi editor tidak akan ada.
Yakin deh, jika kita (editor artikel) punya hubungan baik dengan penulis. Kualitas artikel dari penulis kita juga akan meningkat. Ini dari pengalaman pribadi penulis yang memimpin 4 content writer.
Kabar baiknya, ada cara untuk menghindari kesalahan sebagai editor, yaitu:
Seorang editor wajib punya content brief agar mereka punya patokan saat sedang menyunting.
Kalau tidak ada brief, pasti editor hanya sekedar memperbaiki typo saja. Tidak melihat konteks, brand guideline, atau gaya penulisan.
Editor pun bisa memakai alat untuk membantu pekerjaan mereka.
Contohnya, buat prompt ke ChatGPT untuk menyunting artikel atau memakai grammarly untuk mengecek apakah ada kesalahan pada grammar.
Selain waktu menulis, ada juga loh waktu menyunting yang tepat, yaitu saat pagi menuju siang atau siang karena level kortisol sedang naik, sehingga konsentrasi juga ikut naik.
Jika kamu seorang penulis yang melakukan swasunting, maka jangan langsung menyunting setelah kelar menulis draft pertama. Istirahat saja dulu.
Menemukan gagasan pokok memang mudah, cukup lihat kalimat pertama atau terakhir dari suatu paragraf. Namun, ada baiknya editor juga membaca keseluruhan artikel agar benar-benar tahu keseluruhan konteks dari artikelnya.
Membaca artikel penulis kita dengan baik-baik dan seksama juga merupakan bentuk penghormatan kepada karya mereka.
Belajar memberikan kritik/masukan yang konstruktif juga perlu agar kesalahan editor artikel seperti punya hubungan buruk dengan penulis atau aritkel yang makin jelek tidak terjadi.
Caranya? Coba lihat berbagai masalah di masyarakat atau sekitar lingkunganmu, lalu coba pikirkan masukan konstruktif yang akan kamu berikan.
Terkadang, editor tidak berempati dengan jerih payah penulis, sehingga ada bias saat menilai artikel.
Coba nikmati dulu karyanya. Setiap penulis pasti ingin karyanya merupakan versi yang terbaik.
Kalau artikelnya amit-amit jelek banget, jangan langsung menghakimi penulisnya.
Coba tanyakan secara baik-baik mengapa artikelnya punya kualitas demikian agar kamu punya gambaran tentang saran/perbaikan yang harus dilakukan.
Seorang editor wajib mau belajar hal yang baru setiap harinya, apalagi jika artikelnya berasal dari niche atau bahasa yang berbeda.
Soft skill dari editor salah satunya adalah mampu beradaptasi loh. Termasuk dengan bacaan baru.
Penulis pasti akan melakukan kesalahan pada draft pertama. Begitu pula dengan editor yang tidak luput dari kesalahan saat menyunting artikel.
Sebaiknya, editor dan penulis melakukan komunikasi dua arah dan bekerja sama agar tercipta artikel dengan kualitas yang baik. Bukan justru punya konflik dengan satu sama lain.
Semangat untuk semua editor artikel di dunia ini!
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…