Saat mencari domain untuk di-outreach pemilik situsnya, kita bisa melihat parameter bernama domain authority. Tidak tanggung-tanggung, parameter yang satu ini bahkan dijadikan patokan “harga”. Semakin tinggi nilai domain authority-nya, maka semakin mahal harga content plament/guest post atau mendapatkan backlink dari sana.
Kok orang-orang di komunitas SEO atau blogger suka membahas atau membicarakan soal domain authority atau DA ya? Yuk intip penjelasan lengkapnya di blog ini!
Domain authority adalah skor ranking mesin pencari yang dikembangkan oleh MoZ untuk memprediksi seberapa besar peluang suatu situs untuk bisa ranking di Google SERP.
Skor domain authority memiliki skala 0-100 dengan semakin tinggi nilainya, maka semakin besar juga peluang untuk ranking di Google SERP.
Biasanya, situs brand besar atau media nasional memiliki domain authority yang tinggi.
Dikutip dari situs resmi MoZ, skor domain authority dihitung dari berbagai faktor, termasuk root domain dan jumlah tautan (backlink) yang mengarah ke situs.
Dari update pada tahun 2019, perhitungan skor domain authority memakai prediksi dari machine learning tentang seberapa sering suatu domain muncul di Google SERP.
Dari bagaimana skor domain authority dihitung, jangan heran kalau skornya akan berfluktuasi.
Domain authority bukan merupakan ranking factor dari Google dan hal ini diakui sendiri oleh pengembangnya (MoZ).
Ingat bahwa skor domain authority adalah seberapa besar peluang domain akan ranking di Google SERP.
Beberapa situs di internet punya tools untuk mengecek skor domain authority, antara lain:
Sebenarnya skor domain authority yang bagus adalah setinggi-tingginya karena situs brand besar dan media nasional memiliki skor domain authority yang tinggi. Peluang terjadinya kerja sama antara blogger dengan brand atau pemilik bisnis juga akan naik seiring dengan naiknya skor metrik ini.
Meski begitu, bukan berarti domain authority adalah metrik yang secara absolut menjadi satu-satunya metrik yang kita kejar.
Ingat bahwa SEO itu dilakukan untuk kepentingan bisnis. Kalau domain authority tinggi tapi tidak mencapai tujuan bisnis, ya jadi percuma saja.
Yang salah kaprah, menaikkan domain authority setinggi-tingginya sampai tidak peduli akan metodenya, apakah white hat, grey hat, atau black hat.
Lebih lucu lagi kalau ada situs yang domain authority-nya naik terus, tetapi organic traffic-nya justru kebalikannya. Hal tersebut justru jadi ciri toxic backlink.
Karena perhitungan skor domain authority dilakukan dengan mendapatkan external link (backlink) berkualitas (dan berkuantitas) yang mengarah ke situs kita.
Jadi, dapatkan backlink berkualitas agar domain authority naik!
Umur domain/domain age juga bisa meningkatkan domain authority, tetapi hal tersebut tentunya tidak bisa kita kontrol karena waktu pasti bergerak maju.
Bahkan, ada loh jasa meningkatkan domain authority.
Ada juga cara manipulasi seperti backlink redirect Google yang di-abuse terus-terusan.
Jika skor domain authority mengalami peningkatan atau penurunan, beberapa hal ini bisa jadi penyebabnya:
Kuncinya adalah skor domain authority menggunakan penskalaan dan perbandingan, jadi jangan kaget ketika skornya turun. Bisa jadi karena terdapat kenaikan otoritas di situs lain meski kita melakukan improvement pada situs kita.
Menurut MoZ sendiri, domain authority lebih cocok dilihat sebagai metrik untuk perbandingan, bukan mutlak untuk dikejar.
Domain authority menilai “kekuatan” situs secara keseluruhan, sementara page authority hanya menilai satu laman saja.
Jadi, blog A dan blog B dalam satu domain bisa saja memiliki page authority yang berbeda, tetapi domain authority-nya tetap sama.
Meski skornya sama-sama 1-100, domain rating dihitung berdasarkan murni dari jumlah backlink. Metrik tersebut juga tidak melihat kualitas backlink-nya (toxic backlink dapat meningkatkan domain rating). Selain itu, umur domain juga tidak berpengaruh pada nilai domain rating.
Dari statement oleh MoZ sendiri, jelas bahwa metrik yang satu ini kurang cocok untuk dijadikan KPI/OKR, tetapi bisa membantu dalam beberapa strategi seperti low hanging fruit dan link building seperti SEO outreach dan backlink profile.
Lebih baik fokus ke tujuan bisnis atau metrik lain seperti organic traffic, convertion rate, dan jumlah search query untuk mengukur parameter kesuksesan SEO.
Dalam link building, OKR yang cocok lebih bagus mengarah ke jumlah referring domain dan kualitas backlink-nya.
Jangan sampai domain authority naik drastis, tetapi organic traffic-nya malah terjun atau posisi rata-rata di Google Search Console turun.
Domain authority memang jadi penentu beberapa hal seperti harga content placement atau strategi dalam riset keyword (low hanging fruit), tetapi sebaiknya jangan hanya fokus untuk meningkatkan skor metrik yang satu ini saja. Banyak parameter dan metrik yang tidak kalah penting dalam SEO.
Ingat bahwa domain authority adalah seberapa besar peluang suatu situs untuk ranking di Google dan bukan merupakan ranking factor dari Google.
Gunakanlah metrik ini dengan benar dan bijak!
Sumber:
https://moz.com/learn/seo/domain-authority
https://moz.com/learn/seo/page-authority
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…