Sebelumnya, blog ini pernah membahas perbedaan artikel dan berita dan perbedaan artikel dan jurnal ilmiah. Nah, untuk artikel ini, bahasannya adalah perbedaan artikel dan makalah.
Ternyata, artikel dan makalah itu ada perbedaannya loh. Hal ini bisa dilihat dari banyak hal, salah satunya adalah strukturnya.
Apa saja perbedaan artikel dan makalah?
Artikel tidak punya struktur atau outline khusus seperti bab sekian (namun intinya tetap harus ada pembuka, isi, dan penutup). Berbeda dengan struktur makalah yang jelas punya susunan bab dan bagian.
Selain itu, artikel tidak harus ada solusi dari permasalahannya, sementara itu makalah ada pendahuluannya sampai solusinya.
Gaya bahasa makalah bersifat formal, sementara itu, artikel punya gaya bahasa yang fleksibel. Bisa formal atau non formal, bergantung dari target pembaca dan penulisnya.
Pada dasarnya, artikel tidak harus selalu memakai referensi yang kredibel, contohnya adalah jika sumber artikelnya adalah pengalaman pribadi. Sementara itu, makalah wajib menggunakan referensi yang kredibel.
Namun, untuk penulis artikel pun, tetap dianjurkan untuk memakai referensi yang kredibel juga agar tulisannya bisa lebih dipercaya.
Dari nomor 1, sebenarnya dapat disimpulkan secara implisit bahwa artikel punya jumlah kata yang lebih sedikit daripada makalah.
Mengapa? Karena makalah punya susunan bab yang 1 babnya saja punya banyak penjelasan. Berbeda dengan artikel yang bebas bisa pendek/panjang, tergantung dari topik yang dibahas.
Artikel tidak punya sistematika penulisan yang baku. Berbeda dengan makalah yang punya sistematika yang telah diatur oleh suatu pihak. Contohnya adalah institusi akademik seperti sekolah dan universitas.
Menurut pengalaman penulis, lebih sulit membuat makalah karena perlu banyak referensi yang kredibel. Belum lagi ada brief dari pemberi tugas makalah seperti guru/dosen yang harus diikuti.
Sementara itu, penulis bisa menulis artikel dengan cepat. Bahkan satu hari bisa selesai 1-5 artikel, tergantung dari kedalaman topik, mood, dan jumlah kata per artikelnya.
Pandangan subjektif penulis, membuat artikel juga lebih mudah karena bisa berdasarkan opini/pengalaman pribadi. Sumber tulisan tidak wajib dari referensi kredibel/ilmiah.
Meski berbeda, baik itu artikel atau pun makalah sama-sama bermanfaat untuk pembacanya.
Yang pasti, karena umumnya jumlah kata lebih banyak pada makalah, maka waktu pengerjaannya jelas lebih lama makalah. (Untuk perbedaan artikel dan esai ada di tautan ini).
Kalau penulis yang telah lulus kuliah, pastinya lebih memilih menulis artikel. Mungkin akan berbeda jika penulis diterima untuk S2 nanti.
Happy writing!
Referensi:
https://www.kompas.com/skola/read/2022/06/15/070000669/perbedaan-artikel-dan-makalah
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…