Dalam content marketing atau pembuatan blog/video/konten apa pun, biasanya ada call to action yang tertera atau disampaikan. Contohnya, di video YouTube, kreator videonya meminta kita untuk subscribe ke channel YouTube-nya agar tidak ketinggalan kabar menarik dari channel-nya.
Jadi, YouTuber tersebut memberikan panggilan kepada penonton videonya untuk melakukan suatu aksi, yaitu subscribe ke channel YouTube-nya. Rasanya terdengar mudah sekali ya? Sebenarnya prakteknya tidak sesimpel itu.
Berikut hal yang perlu diketahui soal call to action.
Call to action adalah seruan/ajakan untuk melakukan suatu hal yang diinginkan.
Tujuan dari call to action bisa berupa:
Jika call to action dimaksudkan untuk convert menuju closing, maka CTA tersebut dapat berfungsi sebagai pengarah ke funnel purchasing, sehingga revenue perusahaan akan meningkat.
Karena mengarahkan orang untuk mengeluarkan uang, copywriting, customer journey, dan sales funnel harus bagus agar tujuan dari call to action-nya tercapai.
Call to action yang mengarah ke lead magnet bertujuan untuk lead generation atau dengan kata lain mendapatkan leads.
Tentunya jika money page kita tidak ada CTA-nya, pembaca akan bingung kan harus kemana untuk beli/mengisi formulir? Itu adalah tugas kita untuk menuntunnya, salah satunya adalah lewat call to action.
CTA ini juga bisa jadi cara mengubah traffic menjadi leads (termasuk conertion jika didefinisikan sebagai traffic ke leads).
Ingat bahwa bounce rate adalah ketika user meninggalkan suatu laman tanpa melakukan tindakan apa pun, termasuk klik.
Call to action yang baik dapat menurunkan bounce rate karena setelah membaca blog/konten, user akan melakukan aksi berupa klik tautan (contohnya).
Dalam mengajak seseorang melakukan sesuatu, pastinya kita harus serius dan yakin. Begitu juga dengan call to action, kita harus menggunakan diksi yang “kuat” dan aktif.
Contoh diksi beserta industrinya:
| Diksi Call to Action | Industri |
| Beli, pesan, tambah ke keranjang | Ecommerce |
| Coba gratis, sign up, mulai | SaaS |
| Donasi, volunteer, support, beri | Organisasi non profit |
| Subscribe, gabung, sign up | Newsletter/media |
| Download, tonton, dengarkan | Musik/film |
Mempelajari formula copywriting akan membantu dalam hal ini.
User adalah manusia yang memiliki emosi. Jadi, pakai psikologi agar orang mau melakukan apa yang kita inginkan, seperti melakukan tindakan dari call to action.
Bisa dibilang, pembuatan judul artikel dan call to action itu mirip karena menimbulkan emosi. Tindakan dari melihat judul adalah klik, sementara call to action adalah tindakan spesifik.
Contoh emosi yang bisa dimanfaatkan adalah rasa takut dan penasaran (curiosity gap). Misalnya:
Elemen scarcity bisa menjadi support yang bagus dalam call to action.
Yang tidak kalah penting, pahami ego pembaca kontenmu untuk mengetahui emosi, terutama desire dan pain point mereka.
Tim customer service dan sales memiliki kunci tentang bagaimana sikap/behavior dari leads atau prospek kita. Jangan jadi orang berkacamata kuda karena yang jadi patokan adalah market, bukan kita sendiri.
Untuk membuat call to action, kita bisa bertanya tentang prospek, apa pain point mereka, sehingga call to action yang tepat dan kuat bisa diciptakan. Jangan lupa untuk A/B testing di berbagai diksi.
Biasanya, call to action diletakkan di akhir sebuah konten, entah itu blog, post media sosial, dll. Hanya saja, ada juga yang ditaruh terpisah dengan konten seperti widget (lead magnet) yang bisa kita atur penempatannya.
Sebisa mungkin call to action tidak mengganggu user experience. Kalau mengganggu, bounce rate akan naik.
Jenis kalimat seperti:
Dapat membantumu untuk membuat call to action yang kuat. Contohnya, kalimat imperatif berarti meminta audiens untuk melakukan aksi seperti klik tombol.
Biasanya call to action ini bertujuan agar user mempelajari/mengetahui lebih lanjut tentang produk/jasa.
Subscribe biasanya digunakan oleh pengguna YouTube atau perusahaan yang menggunakan newsletter/e-mail marketing sebagai kanal marketing-nya. Contohnya adalah perusahaan media.
Pastinya, kita ingin mengetahui/mengetes produk/jasa dulu untuk mengetahui apakah cocok atau tidak, soalnya sayang kan kalau sudah terlanjur beli, ternyata produk/jasanya kurang cocok dengan kita.
Salah satu call to action yang kuat adalah coba gratis untuk mengatasi kekhawatiran dari leads.
Call to action ini cocok untuk perusahaan yang menjual produk/jasa, terutama yang harganya mahal.
CTA yang satu ini paling cocok diterapkan pada lembaga amal/yayasan atau organisasi non profit.
Terkadang, call to action tidak hanya urusan untuk purchasing, tetapi juga sharing.
Blogger bisa memanfaatkan CTA ini agar pembacanya menyebarkan blog yang dibuat ke media sosial.
Ingin “PDKT” lebih lanjut? Kita bisa meminta traffic situs kita untuk sign up dulu.
Data dari e-mail tersebut bisa kita manfaatkan untuk pengiriman newsletter/CRM (customer relationship management).
Meski CTA ini hardselling, sebenarnya CTA yang satu ini paling jelas untuk menyaring mana user yang sudah siap untuk melakukan pembelian atau belum.
User yang belum tentu yakin dengan produk/jasa kita bisa mengklik CTA contact us agar mereka bisa terhubung dengan tim sales agar mereka mengetahui lebih lanjut tentang produk/jasa, sebelum memutuskan untuk beli.
CTA ini cocok digunakan oleh perusahaan terkait ticketing atau perhotelan.
CTA terkait pengunduhan cocok untuk situs berisi media seperti e-book atau seni seperti musik dan gambar.
Call to action yang kuat akan membuat orang-orang melakukan apa yang kita inginkan. Bisa dibilang, hal ini adalah aplikasi dari “the power of words” (list dari power words ada di tautan ini).
Meski call to action dapat meningkatkan revenue, hal ini sendiri saja tidak cukup. Butuh support seperti customer journey, desain UI/UX, marketing/sales funnel, tim sales yang bagus agar traffic bisa menjadi leads, lalu berujung closing, bahkan mempromosikan produk/jasa kita.
Ketahui product knowledge, pain point dari user, ilmu kepenulisan (copywriting), dan terapkan A/B testing untuk membuat call to action terbaik.
Sumber:
https://www.indeed.com/career-advice/career-development/call-to-action-definition
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…