Kalau melihat content brief, mungkin terkadang kita agak kesal karena merasa kreativitas kita dibatasi, apalagi kalau untuk SEO. Eh tenang dulu, sebenarnya ada metode menulis yang bisa kita praktekkan, bahkan untuk dioptimasi sekali pun. Metode ini bernama free writing.
Hah apaan tuh free writing? Menulis gratis (jokes bapak-bapak) atau menulis dengan bebas? Bagaimana cara melakukannya?
Free writing adalah menulis ide secara konstan tanpa adanya penyuntingan di tengah penulisan atau dengan kata lain menulis apa saja yang muncul di kepala/benak tanpa memikirkan aturan seperti bahasa baku, grammar, SEO, dll.
Jadi, bisa dibilang free writing adalah menulis dengan kebebasan penuh, meski biasanya ada content brief yang menjadi acuan.
Teknik menulis ini cocok dijadikan sebagai step pertama bagi seseorang yang belajar content writing.
Karena kita menulis dengan bebas, kita bisa tahu seberapa besar pengetahuan kita tentang suatu topik. Apalagi jika informasinya sudah lama berada di dalam kepala.
Ketika sudah bingung mau menulis apalagi saat free writing, di situlah batas dari pengetahuan kita dan harus mulai mencari referensi baru.
Setelah mencari referensi baru, kita tidak hanya sekedar bisa menulis lebih banyak, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru.
Writer’s block bisa terjadi karena aturan yang terlalu strict dalam penulisan. Karena itulah, lakukan free writing agar ide mengalir dengan deras dan menulis bisa jadi lebih cepat.
Free writing juga bisa jadi solusi writer’s block karena kita bebas menulis apa saja sesuai dengan apa yang muncul, meski terasa blank sekali pun.
Draft pertama, baik itu dengan free writing atau tidak, pasti akan butuh penyuntingan. Karena itulah, jika kita ingin draft pertama cepat selesai, free writing dapat membantu untuk hal ini.
Menulis dengan bebas dapat meningkatkan konsistensi dalam menulis karena free writing dapat membentuk kebiasaan menulis tanpa harus capek-capek riset atau perencanaan terlebih dahulu.
Sedang belajar bahasa asing? Cara cepat untuk belajar/latihan untuk meningkatkan kemampuan hal tersebut adalah menulis dengan bebas.
Kita tidak perlu fokus pada grammar, tetapi pada seberapa banyak kata atau vocabulary yang bisa kita tulis.
Semakin kaya vocabulary, semakin besar peluang kita untuk fluent di bahasa asing yang kita sedang pelajari.
Beberapa kondisi ini paling cocok bagi kita untuk menerapkan free writing:
Dalam free writing, jumlah kata memang tidak dibatasi, tetapi waktu sebaiknya dibatasi agar kita tahu seberapa banyak jumlah kata yang bisa kita tulis dalam durasi tertentu, terutama jika tujuan menulis bebasnya adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis.
Disarankan untuk menulis dalam waktu 15 menit sampai 30 menit saja agar kita terbiasa dengan deadline.
Agar free writing berjalan dengan lancar, ciptakan lingkungan menulis yang kondusif seperti:
Setelah lingkungan yang kondusif siap, mulailah untuk menulis secara bebas dan mengeset waktu menulis yang ditentukan.
Tulislah semua yang ingin kita tulis, sesuai dengan topik yang ingin dibahas.
Lupakan dulu kesalahan dalam penulisan, aturan SEO, dll. Eror yang terjadi jangan diperbaiki di tengah-tengah penulisan.
Setelah selesai free writing, waktunya penyuntingan.
Karena menulis dengan bebas, ada kemungkinan proses penyuntingan akan lebih banyak, apalagi dalam aturannya, free writing tidak memperbolehkan perbaikan kesalahan di tengah penulisan.
Dalam proses menyunting, kita bisa melihat juga beberapa argumen atau paragraf yang menarik.
Setelah penyuntingan selesai, tulisan kita siap dipublikasikan.
Special note: jika tulisannya dimaksudkan untuk blog/optimasi mesin pencari, cek keyword density untuk melihat apakah ada indikasi keyword stuffing.
Namanya menulis dengan bebas, berarti kualitas tulisan kita menjadi prioritas belakang saat menulis.
Karena itulah, jauhi sifat perfeksionis saat free writing. Ingat bahwa masih ada proses penyuntingan, jadi tidak perlu khawatir dengan kualitasnya atau adanya kesalahan dalam penulisan yang terjadi.
Hal ini dapat mencegah terjadinya lupa saat ada ide yang muncul di otak dan skip perdebatan dalam pikiran tentang ide ini harus ditulis atau tidak.
Free writing sebaiknya diterapkan secara konsisten dan rutin, bukan hanya sekali saja.
Apalagi, metode ini cocok sekali untuk pemula yang belum terbiasa menulis dengan terstruktur.
Kalau kita menilai tulisan sendiri, sepertinya bisa banyak muncul bias. Editor bisa membantu kita untuk melihat seberapa bagus tulisan kita dan memberi tahu kesalahan/apa saja yang harus diperbaiki.
Free writing itu menyenangkan karena kita bisa menulis sebebas-bebasnya sesuai dengan ide yang muncul di kepala kita.
Meski “bebas”, kita tidak boleh melewatkan proses penyuntingan agar kita bisa mengetahui banyak insight pada tulisan kita.
Jadi, apakah kamu siap menerapkan free writing sekarang?
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…
View Comments
Wah patut di coba nih metode nya cocok buat saya yang pemula