Saat sedang melakukan apa pun dan ingin jadi jago, konsistensi adalah kuncinya. Karena itulah, cara konsisten dalam menulis adalah jalan agar kita bisa sukses dalam menulis, baik itu menulis artikel, novel, atau karya sastra.
Terkadang, ada saja hambatan untuk konsisten seperti:
Untuk kamu yang masih mageran untuk nulis atau sulit untuk konsisten, yuk coba terapkan cara konsisten dalam menulis di bawah ini!
Kalau kita tidak punya tujuan, pasti rasanya akan malas. Contohnya, orang-orang akan malas latihan kalau tidak ada kejuaraan untuk dimenangkan.
Begitu juga dengan menulis. Tentunya kita butuh tujuan menulis agar bisa konsisten dalam menulis.
Tujuannya bisa berupa:
Atau tujuan lainnya. Setiap orang punya tujuan dan motivasinya masing-masing.
Jadi, tetapkan tujuan agar kamu punya motivasi yang tinggi.
Alangkah baiknya kita punya content plan agar kita bisa disiplin dan latihan untuk konsisten dalam menulis.
Pembuatan content plan akan “memaksa” kita untuk patuh pada jadwal yang kita tentukan untuk menulis.
Content plan dibuat berdasarkan:
Ushakan untuk menulis hal yang kamu sukai. Contohnya, kalau suka jalan-jalan, blog dengan niche traveling bisa jadi cocok untukmu.
Salah satu cara menulis dengan konsisten adalah memberikan reward kepada diri sendiri jika kita berhasil disiplin dengan content plan dan menghukum diri sendiri jika tidak patuh dengan content plan.
Sistem reward dan hukuman ini akan memacu kita agar lebih konsisten.
Reward dari konsisten/disiplin menulis bisa berupa:
Hukuman dari gagalnya patuh dengan content plan adalah:
Reward dan hukuman harus hal yang kamu cintai/sukai agar niat/motivasi bisa terjaga/naik.
Sebenarnya, manusia punya ritme sirkadian, sehingga waktu optimal untuk beraktivitas (terutama berolahraga) adalah di sore hari karena tubuh berada di suhu tertinggi.
Hanya saja, menulis dan kreativitas bisa jadi subjektif untuk tiap orang. Ada yang idenya lebih mengalir di malam hari, atau malah di pagi atau siang hari. Namun, menurut berbagai sumber, puncak kreativitas manusia adalah pagi hari karena prefrontal korteks manusia paling aktif di waktu tersebut.
Nah, untuk itu, kita perlu mengidentifikasi kapan kira-kira waktu terbaik bagi kita untuk menulis? Apakah:
Selain kapan, di mana tempat terbaik untuk menulis juga jadi pertanyaan loh. Apakah kamu suka tempat yang sepi atau ramai agar bisa menulis?
Yuk temukan jawabannya agar kita bisa menulis dengan konsisten!
Setelah mengetahui kapan dan di mana waktu terproduktifmu untuk menulis. Maka, langkah selanjutnya adalah menulis di jam yang sama agar tubuh punya ingatan bahwa kebiasaanmu adalah menulis di jam sekian.
Terapkan manajemen waktu yang baik agar jadwal menulis kita tidak terganggu agar bisa konsisten dalam menulis.
Kalau tidak bisa menulis di jam atau tempat yang sama, paling tidak temukan waktu/tempat terproduktif keduamu agar bisa menulis di jam yang paling produktif.
Terkadang, kita tuh tidak konsisten menulis karena sebelum-sebelumnya kita langsung menggeber banyak kata atau pekerjaan menulis dalam satu waktu.
Cara konsisten dalam menulis adalah selalu menulis, sesuai dengan kapasitas kita. Kalau menulis di saat burnout, pasti tulisannya akan banyak kesalahan, sehingga proses penyuntingan akan berlangsung lebih lama.
Lebih baik menulis sesuai dengan kemampuan/kapasitas kita agar kita juga bisa menikmati dan konsisten dalam menulis.
Olahraga butuh pemanasan agar tubuh tidak cedera atau kram serta tubuh bisa lebih siap untuk intensitas yang lebih tinggi.
Nah, untuk menulis, sebaiknya juga kita punya pemanasan tersendiri agar tubuh bisa rileks dan kreatif, serta produktif, sehingga kita bisa konsisten dalam menulis.
Beberapa “pemanasan” khusus sebelum menulis yang bisa dilakukan adalah:
Tidak terbatas pada hal yang disebutkan di atas. Kamu juga bisa lakukan hal lain yang menurutmu adalah “pemanasan yang tepat” sebelum menulis.
Terkadang, cara konsisten dalam menulis yang bisa dilakukan adalah catat progres menulis yang kita lakukan. Hal yang bisa dicatat adalah:
Tidak harus langsung sempurna kok. Pasti ada kesalahan dalam artikel, terutama di draft pertama. Yang terpenting adalah kita bisa konsisten dalam menulis dan memperbaiki tulisan kita.
Semakin bagus tulisan, pasti kita akan makin semangat, sehingga menulis jadi bisa konsisten.
Motivasi dan konsistensi tidak hanya berasal dari tujuan yang kuat loh. Bisa saja sebuah motivasi dan konsistensi muncul akibat terinspirasi dari suatu hal.
Contohnya, kamu melihat A, penulis artikel SEO yang tulisannya berhasil masuk peringkat pertama Google. B, penulis novel yang bisa menulis tiga novel best seller, atau C, seorang copywriter yang tulisannya menghasilkan convertion yang sangat tinggi.
Contoh nyata penulis sukses karena konsistensinya adalah Tere Liye. Beliau menulis sejak tahun 2005 secara konsisten.
Inspirasi tidak harus dari profesional atau orang terkenal. Coba lihat orang-orang di dekatmu. Apakah ada yang bisa dijadikan motivasi?
Cara konsisten dalam menulis dibutuhkan oleh penulis, apa pun tipe penulisnya (blogger, novel, technical, copywriter, cerpen, dll.) karena tanpa konsistensi, kita tidak akan menghasilkan karya yang berkualitas dan kuantitasnya pasti rendah.
Mirip-mirip dengan atlet yang harus latihan dengan konsisten agar performanya terjaga. Penulis harus konsisten menulis agar kualitas tulisannya bisa terjaga, atau malah meningkat.
Jadi, apakah kamu siap menerapkan cara konsisten dalam menulis? Jika siap, ayo terapkan sekarang juga!
Jika kamu penasaran, berikut studi kasus SEO dari penulis yang menulis setidaknya 1 konten per harinya (bisa diakses di tautan ini).
Referensi:
“https://penerbitdeepublish.com/daftar-penulis-sukses-indonesia/
“https://freedom.to/blog/7-actionable-tips-for-consistently-focused-writing/
https://writetodone.com/10-steps-to-create-the-habit-of-writing/
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…
View Comments