Artikel tanpa sebuah outline bagaikan manusia tanpa kerangka atau tidak jelas kerangkanya. Bayangkan sebuah bangunan, tetapi kerangkanya asal-asalan atau tidak ada kerangkanya, pasti bakal hancur, begitu pula dengan artikel. Karena itulah, cara membuat outline artikel itu diperlukan karena outline artikel adalah bagian dari cara membuat konten/artikel, baik itu untuk SEO atau pun tidak (seperti esai, novel, dan buku).
Jadi, mengapa outline artikel itu penting? Bagaimana cara membuatnya?
Simpelnya, outline artikel adalah kerangka atau gambaran dari artikel yang akan kita buat.
Bentuk outline dalam artikel SEO dapat dilihat dari penggunaan heading 1, heading 2, heading 3, dst (header tag).
Bayangkan kalau kita cuma dapat topik/kata kunci tertentu saja saat diberi brief, pasti bingung kan mau menulis apa?
Nah, outline artikel akan mempermudah dalam penulisan artikel karena jelas sekali kerangkanya. Jadi, kita tahu harus menulis apa, sehingga tidak ada tebak-tebakan yang berujung revisi.
Semakin jelas outline-nya, maka semakin mudah juga suatu artikel untuk ditulis (kecuali bahasan berat yang butuh membaca jurnal ilmiah sebagai referensi).
Terkadang, kita harus introspeksi diri kalau penulis tidak menulis sesuai harapan kita. Bisa jadi kitanya yang terlalu membebaskan atau tidak memberikan outline yang jelas, sehingga penulis terlihat asal-asalan dalam menulis.
Untuk menghindari kesalahan yang membuang waktu karena perlu ada revisi, outline artikel harus diberikan sejelas-jelasnya dan sedetail-detailnya sebelum artikelnya dibuat.
Saat membuat outline artikel, kita bisa mengevaluasi outline artikel kita. Apakah sudah memenuhi search intent pembaca? Atau sebenarnya ada bahasan yang perlu ditambah atau malah dikurangi?
Outline adalah basis dari tulisan yang koheren.
Khusus untuk pembuatan artikel SEO, basis dari outline artikel adalah search intent. Jadi, artikel kita wajib memenuhi search intent pembaca.
Misalnya, kalau kita mencari kata kunci “cara menulis ulasan pertandingan sepak bola“, maka kerangkanya harus berisikan topik tersebut. Berikut penerapannya:
Search intent bisa dibilang menjadi tujuan dari cara membuat outline artikel. Ingat ada empat jenis search intent, yaitu:
Pembuatan outline dari search intent ini juga berpengaruh dalam pembuatan judul. Jadi, harus diperjelas tujuan dari artikelnya.
Setelah search intent, coba riset kecil-kecilan dari outline yang kita buat. Apakah mudah dicari informasinya atau tidak? Kalau masih kontroversi atau tidak jelas fakta/hoax, sebaiknya cari angle lain di mana outline yang kita buat akan menghasilkan artikel faktual.
Jangan korbankan etika untuk membuat artikel yang belum jelas faktual atau tidak. Sebagai penulis, tanggung jawab kita adalah memberikan informasi yang akurat.
Referensi yang sulit ditemukan juga memperlama proses pengerjaan artikel dan kurasinya.
Kebingungan rasa writer’s block saat membuat kerangka? Nah, cara membuat outline artikel yang paling mudah sebenarnya adalah memakai 5W+1H yang terdiri dari:
Untuk artikel yang panjang, disarankan menggunakan what, why, dan how karena biasanya jawaban dari pertanyaan tersebut sangatlah panjang, terutama bagaimana karena bertanya soal proses.
5W+1H ini juga bisa didapatkan lewat fitur seperti people also ask di Google SERP.
Jangan lupa outline ini agar dijadikan subheading.
Dari 5W+1H, cara membuat outline artikel selanjutnya adalah menemukan angle atau sudut pandang yang menarik.
Sudut yang menarik bisa dilihat dari:
Biasanya, hal ini dipakai dalam pembuatan berita, tetapi bisa diterapkan juga di artikel untuk marketing.
Angle yang menarik di sini jugat termasuk USP atau sudut pandang yang unik atau dengan kata lain, sudut pandangnya tidak ditemukan di artikel lainnya, tetapi ingat kalau artikelnya wajib memenuhi search intent.
Terakhir, evaluasi lagi outline yang kita buat. Evaluasinya adalah:
Menerapkan cara membuat outline artikel sebenarnya tidak hanya memberikan gambaran lengkap artikel kita, tetapi juga mempermudah penulis dalam melakukan pekerjaannya, sehingga artikel bisa cepat dibuat dan peluang terjadinya banyak penyuntingan bisa diperkecil. Ingat, penulis itu bukan cenayang.
Ciri outline artikel yang bagus adalah:
Mari buat outline artikel yang bagus, demi pembaca kita!
Sumber:
https://ahrefs.com/blog/content-outline/#4-how-to-outline-your-content-in-five-steps
https://www.examples.com/education/content-outline-writing-tips-and-example.html
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
View Comments