Saat kita memberi perintah atau pertanyaan (prompt) kepada ChatGPT, mereka akan menjawab sesuai dengan apa yang kita tanyakan/perintahkan. Meski bisa untuk for fun saja, ternyata ada loh cara membuat prompt untuk ChatGPT. Justru, keahlian membuat prompt ini menjadi kunci sukses dalam pembuatan artikel dengan menggunakan AI dan bahkan bisa lebih dari sekedar membuat artikel saja.
Jadi, bagaimana cara membuat prompt untuk ChatGPT?
Saat membuat prompt, pastikan untuk memberikan konteks yang jelas karena AI tidak paham dengan konteks. Kalau terlalu umum, maka Chat GPT akan memberi jawaban yang kurang memuaskan. Contohnya adalah meminta contoh cara negosiasi gaji, tetapi tanpa memberi tahu sifat dari bos dan kondisi company-nya.
Contoh paling mudah soal konteks, saat meminta ChatGPT untuk menerjemahkan suatu teks ke bahasa Inggris, jelaskan juga konteks bahasa Inggrisnya versi British atau American. Selain itu, jelaskan juga bahwa ada beberapa teks yang merupakan idiom, jadi tidak perlu diterjemahkan secara harfiah seperti kick the bucket dan eat more than they can chew.
Tidak hanya untuk penulis manusia, kita juga bisa memberikan referensi kepada chatGPT. Sebagai informasi, sampai saat ini, chatGPT belum bisa melakukan browsing kecuali kita membeli paid subscription.
Beberapa contoh di prompt:
Dengan prompt di atas, chatGPT akan memberikan informasi lebih akurat dan sesuai dengan brand voice.
Mirip dengan saat memberikan konteks, prompt untuk ChatGPT itu harus sejelas mungkin, termasuk angka dan requirement. Hal ini mirip dengan memberikan brief kepada penulis.
Contohnya: berikan saya ide pitch untuk venture capital yang berpengalaman lebih dari 15 tahun di bidang ed-tech yang telah memberikan pendanaan lebih dari 2 milyar USD.
Semakin jelas, maka output dari prompt-nya akan semakin baik.
Batasan bisa jadi panduang bagi ChatGPT untuk memberikan informasi yang sesuai dengan ekspektasi kita.
Contoh batasan adalah:
Mengeset batasan sangat berguna untuk membuat artikel bertipe listicle.
Nah, tentunya kita juga harus memberikan format artikel kepada ChatGPT.
Banyak loh tipe/format artikel, misalnya:
Beda format tentunya beda penyampaian. Jadi, sertakan format yang kamu inginkan di dalam prompt.
Mirip dengan menulis draft pertama, tentunya ada proses penyuntingan. Namun, proses penyuntingan di dalam membuat prompt adalah menguji coba berbagai prompt. Biasanya dari yang paling umum hingga yang paling jelas/detail.
Setelah memberikan beberapa prompt, segera catat output-nya dan tentukan mana yang merupakan output terbaik.
AI tidak akan bisa apa-apa tanpa prompt yang bagus. Karena itulah, cara membuat prompt untuk ChatGPT ini berfungsi agar kita menjadi pilot yang handal dalam “mengendarai” ChatGPT dan bisa merasakan manfaatnya secara optimal. Bahkan, prompt ini juga bisa dipakai di AI lain seperti Gemini dan Perplexity.
Kalau artikelnya jelek, jangan langsung salahkan AI-nya, tetapi lihat dulu apakah prompt yang kita buat sudah bagus atau belum?
Terakhir, jangan lupa untuk menyunting output dari ChatGPT jika digunakan untuk menulis agar tidak dianggap sebagai auto-generated content.
Happy writing and optimizing!
Referensi:
https://www.semrush.com/blog/chatgpt-prompts/
Membalas Google review adalah cara optimasi local SEO yang mudah, tetapi repetitif. Meski demikian, hal…
Ketika masuk kelas baru habis naik kelas atau naik tingkat, serta berbaur dengan mahasiswa jurusan…
Jika Anda sudah berkecimpung dalam dunia SEO, Anda mungkin pernah mendengar istilah "domain authority." Banyak…
Memilih warna untuk hunian kadang terlihat sederhana, namun hasil akhirnya bisa sangat berbeda dari yang…
Memahami bagaimana audiens berinteraksi dengan media merupakan langkah awal yang krusial dalam menyusun strategi konten.…
Dalam tata bahasa Indonesia, setiap kata memiliki peran tertentu untuk menyampaikan pesan secara jelas dan…