Riset keyword adalah skill dasar yang harus dikuasai oleh SEO specialist agar situsnya mudah ditemukan lewat Google. Namun, ada lagi turunan dari skill ini, yaitu memetakan keyword atau dengan kata lain keyword mapping.
Jika dianalogikan, keyword mapping ini mirip dengan membuat content pillar loh. Bagi blogger, SEO specialist, atau digital marketer, yuk ketahui tentang hal ini!
Keyword mapping adalah menempatkan suatu keyword pada tiap laman. Jadi, setiap satu laman hanya punya satu fokus keyword saja.
Tujuan dari keyword mapping adalah memastikan bahwa keyword yang kita tempatkan telah memenuhi search intent dan berpeluang besar untuk ranking di SERP.
Dengan keyword mapping, kita bisa mengorganisir konten pada pilar atau topik/subtopik tertentu.
Hal ini tidak hanya membantu pembaca untuk memahami situsmu, tetapi juga Google akan semakin paham sebenarnya apa identitas dari situs kita.
Karena keyword mapping dapat membuat situs kita punya konten yang berkesinambungan dan “nyambung” satu sama lain, topical authority akan terbangun dengan baik.
Tidak ada bahasan keuangan padahal situsnya soal kesehatan.
Karena keyword sudah terpetakan, internal link antar konten jadi mudah disematkan lewat anchor text.
Semakin mudah internal link disematkan, semakin kecil peluang adanya orphan page.
Selain 5W 1H, keyword mapping juga dapat membantu dalam membuat outline. Jadi, turunan dari seed keyword akan menjadi H2 atau pun H3 dari suatu konten.
Jika ada dua laman atau lebih yang berkompetisi pada satu keyword yang sama, ada peluang terjadinya kanibalisasi keyword atau berkompetisi satu sama lain.
Karena saling berkompetisi, suatu laman bisa mengalami penurunan CTR, convertion rate berkurang (jika money page), dan ada potensi kehilangan traffic.
Semakin bagus topical authority, semakin mudah juga untuk rank di Google, sehingga berpotensi untuk meningkatkan organic traffic.
Pertama, mulai dulu dari seed keyword atau short tail keyword yang menjadi pilar utama dari suatu keyword. Setiap keyword yang ditempatkan suatu laman akan dimaksudkan untuk menjawab search query atau intent tertentu.
Gunakan tools untuk riset seperti Ahrefs, Semrush, Ubersuggest, dan Google keyword planner untuk hal ini.
Dari seed keyword, kumpulkan keyword dari seed keyword dan kelompokkan masing-masing keyword-nya.
Pengelompokkan (clustering) keyword bisa dilakukan berdasarkan:
Cobalah untuk mengecek beberapa keyword yang kamu kumpulkan/kelompokkan di SERP. Apakah dua keyword menghasilkan SERP yang sama? Contohnya, “cara menggunakan HP android” dan “menggunakan HP android”. Kalau hasil SERP-nya sama, lebih baik pilih salah satu keyword saja untuk difokuskan.
Dari pengelompokkan keyword buat kategori pada subdirektori atau subdomain. Contohnya, di situs tentang penulisan, ada kategori soal digital marketing.
Keyword primer akan ditempatkan pada meta title, meta description, header, pembuka artikel, dll. Sementara itu, keyword sekunder dan tersier biasanya akan ditempatkan di H2 dan H3.
Penempatan keyword ini juga bisa dipakai saat penyuntingan untuk mencegah terjadinya keyword stuffing.
Untuk menghindari konten duplikat/duplicate content, lihat situs dan keyword mapping dalam periode mingguan atau bulanan.
Dari evaluasi juga bisa didapatkan ide-ide turunan pilar lainnya loh! Perkembangan teknologi atau perubahan perilaku konsumen juga dapat mengubah arahan dari pemetaan keyword yang kita buat.
Beberapa hal yang harus dicek:
Keyword mapping akan membantu kita dalam banyak hal, contohnya adalah menyortir kategori, membangun pilar/topical authority, dan mencegah terjadinya kanibalisasi atau konten duplikat.
Sejatinya, peta itu dibuat agar kita tidak tersesat dalam perjalanan. Jadi, untuk trip dalam mengembangkan bisnis atau pun SEO sebuah situs, diperlukan pemetaan yang benar.
Ingin sampai di tujuan bisnis? Mari buat keyword mapping yang benar dulu!
Sumber:
https://www.searchenginejournal.com/keyword-mapping-beginners-guide/466483/
https://www.searchenginejournal.com/on-page-seo/keyword-cannibalization/
https://www.semrush.com/blog/keyword-mapping/#what-is-keyword-mapping
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…