Dalam riset keyword dan keyword mapping kita disarankan untuk menentukan seed keyword terlebih dahulu. Seperti namanya, yaitu seed atau benih. “benih” ini akan tumbuh hingga membentuk “cabang-cabang” alias turunan dari keyword seperti long tail keyword.
Jadi, apa itu seed keyword dan ciri-cirinya? Bagaimana cara menentukannya?
Seed keyword adalah keyword pertama atau awal yang akan membuka jalan untuk menemukan keyword lainnya. Bisa dibilang, seed keyword adalah pilar utama dari suatu konten/topik.
Jenis keyword ini biasanya menjadi yang paling pertama dicari sebelum membuat content plan lebih lanjut.
Biasanya, seed keyword:
Kalau dilihat baik-baik, seed keyword tidak jauh berbeda dengan short tail keyword. Namun, long tail keyword bisa saja menjadi seed keyword, terutama kata benda yang memiliki 3 huruf atau lebih.
Sama seperti lomba lari di mana ada garis start. Sebelum memulai keyword mapping, optimasi on-page, dan hal lainnya, mulai dulu dari garis start bernama seed keyword.
Jika memulai riset keyword/keyword mapping tanpa basis alias fondasi, kita akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan ide turunan seperti penulis yang mengalami writer’s block.
Sedang membuat keyword cluster/mapping? Maka seed keyword adalah basisnya.
Dari seed keyword, kita bisa menyetok ide keyword, mengelompokkannya menjadi cluster tertentu, dan akhirnya memetakan kira-kira mau ditempatkan di laman mana keyword tersebut.
Biasanya, dari cluster tersebut banyak sekali long tail keyword yang merupakan turunan dari seed keyword.
Seed keyword juga menjadi patokan karena biasanya merupakan topik/pilar utama dari topical authority suatu situs. Jadi, konten yang mau dibahas tidak boleh keluar dari keyword tersebut.
Dari search volume dan trennya bisa dilihat seberapa populer suatu bahasan. Jika seed keyword bervolume pencarian sangat tinggi, maka biasanya turunannya juga akan mengikuti.
Beberapa contoh seed keyword:
Jika kamu membuat situs dengan tujuan untuk mengonversi traffic menjadi leads atau pun closing, maka buyer persona adalah kunci dari penentuan seed keyword.
Contohnya, jika buyer persona-nya adalah pencinta sepak bola dengan kearifan lokal. Maka seed keyword-nya adalah “tarkam”.
Bahkan, kalau situsnya mengincar audience persona kedaerahan seperti situs ber-niche traveling, seed keyword seperti wisata di Kalimantan Timur bisa jadi ide yang bagus, apalagi ada peluang untuk mengoptimasi local SEO.
Coba lihat kompetitor yang menarget user atau menjual produk/jasa yang sama denganmu. Apa saja konten yang mereka buat dan bahas? Dari hal tersebut, jelas bahwa kita bisa menemukan seed keyword untuk situsmu.
Saat googling produk/jasa yang dijual, ada beberapa hal yang bisa membantu seperti kolom people also ask, related search, dan apa yang diberikan oleh mesin pencari?
Fitur-fitur pada SERP tersebut bisa membantu kita dalam menentukan seed keyword.
Diskusi dan brainstorming dengan manajemen atau brand manager akan membantu untuk mendapatkan gambaran tentang apa yang mereka harapkan dari brand.
Dari diskusi dan brainstorming ini, kita bisa jadi dapat gambaran tentang seed keyword yang cocok.
Analytics seperti Google Search Console dapat membantu untuk menemukan seed keyword jika kebetulan kita mendapatkan situs yang telah berkembang alias tidak mulai dari nol.
Kueri atau pun laman yang punya rank yang bagus bisa dijadikan ide untuk seed keyword.
Menenetukan seed keyword sama halnya dengan memutuskan untuk membeli suatu “benih” seperti biji tumbuhan. Memilih “benih” yang tepat akan menghasilkan pertumbuhan yang luar biasa besar.
Jadi, apa seed keyword dari situsmu?
November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…
Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…
Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…
Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…
Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…
Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…