Di dunia SEO, terdapat pendapat bahwa keyword density memengaruhi ranking atau visibilitas. Bahkan ada website yang rela memasukkan keyword berkali-kali atau praktek keyword stuffing, bahkan hidden text yang termasuk teknik black hat SEO.
Bagaimana studi kasusnya keyword density vs posisi rata-rata? Apakah semakin banyak keyword (keyword density makin besar). Posisi rata-rata makin kecil atau bagus?
Data performa 25 tautan blog pots 3 bulan terakhir dari farisyudza.com diambil. Pemilihan 25 tautan ini berdasarkan keyword yang visible menurut Ahrefs dan paling banyak traffic-nya.
Setelah itu, data diinput ke Spreadsheet dan dianalisa dengan SPSS menggunakan regresi linear serta Excel untuk menggambarkan plot.
Menurut regresi linear dari keyword density vs posisi rata-rata. Terdapat korelasi positif lemah-sedang. Hubungan keyword density dengan posisi rata-rata juga signifikan (Sig. <0,05). Jadi, semakin tinggi keyword density-nya, semakin tinggi juga posisi rata-ratanya.
Dari plot dan statistik deskriptif, posisi rata-rata yang kecil berada pada 0,5-2% meski pada data tersebut juga ada posisi rata-rata yang mendekati 10. Kurang perform jika mematok era AI overview di mana terjadi efek mulut buaya dan penurunan CTR.
Hasil dari studi kasus ini membuktikan bahwa Google konsisten dengan pernyataan bahwa keyword stuffing adalah praktek yang tidak boleh dilakukan dalam SEO, terbukti dengan korelasi positif keyword density dengan posisi rata-rata yang lemah-sedang, tetapi signifikan. Dari statistik deskriptif juga keyword density kecil ke menengah masih ada yang posisi rata-ratanya mendekati 10, jadi visibilitasnya tidak terlalu oke dalam konteks era AI overview.
Limitasi dari studi ini adalah:
1. Hanya menggunakan data blog post yang menarget informational search intent
2. Hanya 25 data saja (terbatas)
3. Periode hanya 3 bulan terakhir saja
4. Bisa berbeda di masa depan jika Google tidak menganggap keyword stuffing sebagai sebuah praktek spam
Studi kasus di masa depan bisa menggunakan data dari landing page yang menarget transactional intent, data lebih banyak, dan periode lebih panjang.
Dari studi ini, bisa disimpulkan bahwa keyword stuffing adalah praktek yang tidak baik dan hanya menurunkan visibilitas saja. Selain itu, tidak perlu terlalu memusingkan keyword density karena dari statistik deskriptif, penyebaran di posisi rata-ratanya punya jarak yang cukup jauh. Posisi 3-10 itu rentang yang cukup jauh loh di SERP dan bisa memengaruhi CTR.
Jadi, masihkah kamu memusingkan keyword density karena rekomendasi tools SEO? Lebih baik fokus ke user dan search intent saja.
Pada dua studi kasus sebelumnya pada Bing, ditemukan bahwa: 1. Total AI citation tidak berpengaruh…
Pernah gak sih, kamu punya sahabat yang kerjaannya ngajak nongkrong, ngobrol sepanjang hari, seakan-akan tidak…
Penggunaan AI search dan LLM makin masif, orang-orang kini tidak hanya mencari informasi tidak hanya…
Ketika mau memulai untuk optimasi SEO, kamu bisa pakai dua cara, yaitu merekrut pegawai secara…
Seorang SEO, pasti pernah request indexing manual atau minta pengindeksan secara manual ke Google Search…
Selain embed post Instagram di blog post, kita bisa juga loh embed video YouTube di blog post.…