Karir

15 Tips Bekerja Full Time dan Freelance Sekaligus

Saat ini, mungkin banyak orang yang bekerja full time dan freelance sekaligus. Terdapat berbagai alasan karena hal ini. Contohnya adalah agar cepat merdeka finansial, banyak cicilan, kebutuhan hidup yang semakin mahal, dll.

Nah, kalau kamu adalah orang yang mau bekerja full time dan freelance sekaligus atau sedang menjalankannya, berikut tipsnya!

1. Baca Baik-Baik Kontrak di Pekerjaan Full Time

Bagaimana isi kontrak di pekerjaan full time-mu? Pastikan bahwa tidak ada larangan untuk freelance atau hal lain yang berhubungan dengan bekerja sebagai freelance.

Jangan sampai niat untuk menambah penghasilan lewat freelance malah jadi bumerang karena kita tidak paham atau melanggar isi kontrak yang telah kita tandatangani.

Be professional!

2. Selalu Prioritaskan Pekerjaan Full Time

Aturan bakunya, selalu prioritaskan pekerjaan full time daripada freelance karena kita telah menandatangani komitmen yang biasanya berupa 8 jam kerja per hari atau sistem shift/roster.

Jangan sampai pekerjaan freelance malah mengganggu full time.

3. Ketahui  dan Rencanakan Waktu Kerja

Kalau kita bekerja untuk perusahaan luar, salah satu tantangannya adalah perbedaan zona waktu.

Contohnya, kalau kita bekerja untuk perusahaan Amerika Serikat, pastinya ada perbedaan waktu yang cukup signifikan dengan Indonesia. Jadi, mau tidak mau kita harus bekerja pada malam atau dini hari.

Nah, jika kamu ingin freelance dengan orang luar negeri, pastikan kalau waktu/jam kerjanya tidak bentrok.

Waktu kerja yang terlalu jauh juga mengakibatkan pekerjaan full time kita jadi kurang produktif/berkualitas.

Jadi, bijaklah dalam urusan jam/waktu kerja ini.

4. Jangan Berlebihan dan Ketahui Kapasitas Diri Sendiri

Setiap orang punya kapasitas yang berbeda-beda. Ada yang kuat dengan satu full time (tidak boleh dua atau lebih pekerjaan full time karean melanggar hukum) dan tiga freelance. Ada juga yang satu full time saja sudah kerepotan.

Kapasitas diri perlu diketahui. Jangan sampai bekerja di luar kesanggupan karena nanti akan memengaruhi kualitas pekerjaan.

Pada akhirnya, kalau kerjaan di full time jelek, di freelance juga jelek. Yang rugi kita sendiri.

Kapasitas diri di sini juga tidak hanya berapa lama waktu yang perlu kita butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaa, tetapi juga soft skill seperti manajemen waktu dan penyusunan prioritas.

5. Pahami Sifat Klien

Mungkin lebih tepatnya disebut klien freelance. Klien yang butuh perhatian lebih dan perfeksionis, apalagi micromanage akan punya membuat kita spending waktu lebih banyak dengan mereka.

Tentunya hal ini akan menyebabkan kualitas pekerjaan full time jadi terganggu.

Kalau sudah kenal klien langganan tetap yang percaya denganmu, lebih baik minta pekerjaan ke mereka saja.

6. Lepas atau Prioritaskan Pekerjaan Freelance jadi paling Belakang jika Pekerjaan Full Time sedang Peak Season

Barangkali pekerjaan kita kesibukannya bergantung pada musim tertentu. Contohnya, agensi tiket dan traveling serta pesawat terbang akan sibuk di musim mudik/lebaran.

Kalau pekerjaan full time-mu sedang berada di peak season, hindari atau minimalkan untuk mengambil pekerjaan freelance agar bisa fokus.

7. Perhatikan Tempat Kerja (WFO/WFH/WFA)

Memang betul banyak freelance yang menawarkan WFH/WFA/remote working, namun tidak sedikit juga yang meminta untuk WFO.

Kalau pekerjaan full time kita WFO dan freelance kita WFO, lebih baik cari pekerjaan freelance lain atau lepas salah satu.

8. Gunakan Alat yang Berbeda

Alat untuk pekerjaan full time tidak sebaiknya dipakai untuk freelance, apalagi kalau alatnya merupakan aset kantor.

Mintalah alat/aset kepada employer freelance-nya.

9. Disiplin Waktu

Disiplin waktu juga termasuk kunci saat bekerja full time dan freelance sekaligus.

Tanpa disiplin waktu yang baik seperti taat dengan deadline hanya akan menghancurkan kredibilitas kita, baik itu di pekerjaan full time atau pun freelance.

10. Buat Kesepakatan dan Batasan dengan Klien Freelance

Karena prioritas utama adalah pekerjaan full time, komunikasikan dengan klien soal batasan tertentu untuk pekerjaan freelance-nya.

Contohnya, di jam sekian sampai sekian, kita berhak untuk tidak mengerjakan pekerjaan freelance-nya.

Sebaiknya hal ini sudah diungkapkan sejak dari wawancara, terutama jika kliennya baru.

Kesalahan lumrah freelancer adalah tidak membuat batasan dengan klien.

11. Minimalkan Distraksi saat Mengerjakan Freelance

Karena pekerjaan freelance biasanya sebentar atau tidak makan waktu, minimalkan distraksi agar bisa fokus.

Ingat bahwa ada pekerjaan full time di keesokan harinya.

12. Gunakan Aplikasi untuk Manajemen Waktu

Aplikasi untuk manajemen waktu seperti Google Calendar bisa membantu kita agar tidak lupa dengan pekerjaan freelance yang kita lakukan.

Jadi, sudah jelas kapan harus fokus pekerjaan full time dan freelance.

13. Berani Berkata Tidak

Kalau sedang bekerja full time dan freelance sekaligus, kita harus berani berkata tidak untuk hal yang tidak penting dan tidak urgent (lihat matriks eisenhower di tautan ini).

Jika semua diiyakan, manajemen prioritas dan waktu jadi tidak jelas, bahkan keos.

Ujungnya, lagi-lagi kualitas pekerjaan full time dan freelance sama-sama jelek.

14. Istirahat yang Cukup

Karena kita mengerjakan dua hal sekaligus, maka kita perlu istirahat yang cukup agar bisa bekerja dengan optimal.

Penuhi kebutuhan tidur, yaitu 8 jam sehari. Di siang hari, jangan lupa untuk melakukan power nap.

15. Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Bergizi

Jelas tentu saja karena kita mengerjakan banyak hal, butuh energi lebih banyak.

Maka dari itu, konsumsilah makanan dan minuman bergizi agar punya energi yang cukup, baik itu untuk bekerja full time dan bisa bekerja freelance dengan optimal.

Jangan malah karena bekerja full time dan freelance sekaligus malah jadi skip makan, sehingga memicu GERD.

Selain itu, penuhi juga kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih agar tidak pusing saat bekerja karena dehidrasi.

Bekerja Full Time dan Freelance Sekaligus itu Pisau Bermata Dua

Karena kita bekerja lebih banyak dan menghadapi lebih dari satu employer, bekerja full time dan freelance sekaligus itu mirip dengan pisau bermata dua, terutama dalam aspek legal dan kesehatan.

Kelebihan freelance berupa potensi upskill dan uang tambahan memang besar, namun jika kita tidak bisa menerapkan tips di atas, bisa-bisa nama baik kita hancur karena kualitas pekerjaan, baik itu di full time dan freelance sama-sama mengecewakan.

Jangan paksakan diri untuk mengambil pekerjaan freelance, terutama kalau penghasilan dari full time masih cukup untuk hidup atau pekerjaan full time kita menyita banyak waktu dan stamina kita.

Bijaklah dalam bekerja full time dan freelance sekaligus!

Referensi:

How to Balance Freelance Work with Your Full-Time Job? Check Out 15 Tips

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *