Karir

Kelebihan dan Kekurangan Freelance

Apa pun di dunia ini tidak ada yang sempurna (kecuali Allah). Pastinya ada kelebihan dan kekurangannya. Di dunia pekerjaan ada kelebihan dan kekurangan freelance loh. Jadi, menjadi freelancer itu tidak seenak apa yang dibilang orang-orang atau julidan tetangga yang di rumah mulu tapi bisa menghasilkan uang.

Yakin mau jadi freelancer? Yuk baca artikel ini sampai habis!

Kelebihan Freelance

a. Bisa Kerja Di Mana saja

Freelance gak harus ke kantor. Pekerja lepas itu bisa kerja di mana saja. Mau itu di rumah sendiri, di kafe, atau luar negeri bak backpacker itu tidak masalah. Yang penting sesuai dengan kesepakatan kerja yang telah disetujui oleh klien dan freelancer-nya.

b. Bebas Mau Kerja Jam Berapa saja, Tidak Ada Aturan Baku 9-5

Pekerja penuh waktu atau kontrak identik dengan 9-5 atau sistem shift untuk karyawan di industri retail, FnB, atau pabrik. Nah, freelancer itu bebas menentukan jam kerjanya. Mau kerja sebelum subuh bisa. Mau kerja di sore hari saja dan cuma sejam juga bisa.

c. Memilih Klien

Freelancer bisa memilih klien yang ia inginkan. Kalau tidak sreg, bisa putuskan untuk tidak lanjut atau dari awal tidak bekerja sama dengan kliennya.

Kalau pegawai purnawaktu tidak punya hak untuk memilih klien, kecuali mereka adalah pemangku kebijakan di kantornya.

Namun, kalau ada pekerjaan full time dan freelance sekaligus, jangan sampai bekerja untuk kompetitor karena biasanya tertera pada kontrak.

d. Penghasilan Tidak Terbatas

Penghasilan dari pegawai purnawaktu/kontrak terbatas hanya sesuai di kontrak dan biasanya ada larangan di perusahaan lain.

Sementara itu, freelancer punya potensi penghasilan tidak terbatas karena bisa melayani berbagai klien dan projek sekaligus.

Apalagi sebagai freelancer, kita bisa menentukan rate card kita sendiri.

e. Workload Fleksibel

Kalau capek, pegawai purnawaktu tidak punya pilihan lain selain kerja sambil menggerutu. Sementara itu, freelancer bisa mengelola workload-nya dengan fleksibel. Kalau sedang padat, tinggal tidak perlu ambil job lain.

f. Mempertajam Skill

Karena biasanya freelance mengharuskan skill spesifik, berarti skill yang kita pakai saat freelance akan terasah dengan baik.

Skill di sini tidak hanya hard skill, tetapi juga soft skill seperti manajemen waktu, disiplin waktu dan deadline, menghilangkan kebiasaan menunda, dan mengatur prioritas.

Kekurangan Freelance

Eh, ingat kalau konten ini membahas kelebihan dan kekurangan freelance.

Mari kita gali apa saja kekurangan menjadi freelancer.

a. Berpotensi Kerja lebih dari 8 Jam

Yah, memang betul kalau dari aturan jam kerja maksimal itu 8 jam, lebih dari itu terhitung lembur. Namun, hal ini tidak berlaku buat freelancer.

Kalau kita ambil banyak job, bisa jadi pekerjaan kita dilakukan lebih dari  8 jam.

b. Penghasilan Tidak Tetap

Karena kerjaannya by project, penghasilannya tidak tetap. Terkadang bahkan bisa tidak ada penghasilan sama sekali kalau tidak ada projek.

Mirip dengan risiko sebagai entrepreneur.

c. Risiko Burnout lebih Tinggi

Untuk freelancer yang mengerjakan berbagai projek sekaligus, mereka akan berpotensi lebih rentan mengalami burnout.

Hal ini bisa diantisipasi dengan manajemen workload yang baik.

d. Job Security yang lebih Rendah

Karena tidak terlalu terikat perusahaan, keamanan pekerjaan freelance ini cukup rendah. Bisa dibilang lebih rendah keamanannya dari pekerja purnawaktu.

e. Tidak Ada Jenjang Karir

Eits, ini fakta paling menohok sepertinya. Kalau kamu tipe yang ambisius memanjat tangga karir, ya jangan freelance. Tidak ada namanya tangga karir dalam perusahaan untuk freelancer.

f. Perhitungan Pajak yang lebih Kompleks

Perhitungan PPh dari freelance cukup merepotkan saat mengisi SPT. Apalagi jika perusahaannya tidak melaporkan PPh-nya.

Untuk hal ini, kita perlu bertanya ke konsultan pajak atau teman yang bekerja di DJP.

g. Tidak Dapat Benefit dari Tempat Kerja

Jarang sekali loh perusahaan yang memberikan benefit untuk freelancer, baik itu asuransi, uang makan, dll.

Siap untuk kerja tanpa benefit alias cuma dikasih uang saja?

h. Tanggung Jawab Pekerjaan Ditanggung Sendiri

Kalau kita bekerja secara tim/kolektif, tanggung jawab ditanggung bersama.

Freelancer yang lone wolf memikul tanggung jawab pekerjaan seorang diri.

i. Terkena Scam dari Klien/Loker Palsu

Di platform freelancer luar negeri, cukup banyak tukang scam yang memberikan iming-iming too good to be true pada lokernya (loker palsu). Menurut pengalaman penulis, biasanya mereka meminta kita untuk chat di telegram atau WA daripada di dalam platformnya.

Jadi, harus hati-hati. Kalau tidak, bukannya untung malah buntung.

Bagaimana dengan Bekerja Sendiri/Terisolasi?

Hal ini bisa jadi keunggulan atau kelemahan dari freelancer. Kalau orangnya suka bekerja sendiri dan terisolasi seperti introvert, bekerja secara tertutup/terisolasi jadi kelebihan. Sementara yang butuh interaksi sosial, bekerja sendiri/terisolasi pasti akan menyiksa.

Jadi, Masih Mau Menjadi Freelancer?

Nah, setelah membaca artikel ini, apakah kamu makin tertarik jadi freelancer atau malah memilih untuk mundur?

Hidup ini pilihan kok. Kalau kamu siap dengan konsekuensinya, silakan dijalankan. Kalau tidak, bisa dipikarkan lagi.

Jangan sampai melihat suatu hal dari kelebihannya saja. Lihat juga kelemahannya. Bahkan freelancer juga bisa juga melakukan kesalahan seperti yang tercantum di tautan ini!

Untuk cara menjadi freelancer yang sukses, bisa kamu ketahui di tautan ini!

Happy working!

Referensi:

15 Pros and Cons of Freelancing

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *