Salah satu bentuk artikel yang sering dibuat oleh media online adalah artikel listicle. Biasanya tipe artikel ini punya ciri-ciri berupa terdapat angka dalam judulnya.
Tidak jarang kalau kita mengetik kueri penelusuran di mesin pencari (Google atau pun selain Google), terdapat situs yang memberikan artikel berbentuk listicle.
Sebenarnya apa sih artikel listicle ini dan kelebihannya? Bagaimana cara membuatnya?
Artikel listicle adalah artikel yang bentuk penjabaran informasinya berupa dalam format list atau angka.
Situs ini juga memiliki berbagai artikel listicle, yaitu:
Terlihat jelas bahwa ciri artikel listicle adalah judul yang memuat angka dan judul yang to the point.
Keunggulan/kelebihan artikel listicle adalah kemudahan bagi audience untuk mencerna kontennya atau bisa dibilang readability-nya sangat mudah. Pembaca juga bisa membaca cepat karena scanning bisa langsung dilakukan lewat nomor/list pada artikelnya.
Setiap list biasanya ditandai dengan header tag akan mempercantik struktur/outline dari artikelnya dan penjelasannya biasanya langsung to the point.
Bagi penulis, artikel listicle juga biasanya lebih mudah dibuat karena risetnya cukup jelas dan tidak terlalu komprehensif/in depth.
Kelemahan/kekurangan artikel listicle adalah karena biasanya pembahasannya straight to the point, terkadang artikelnya jadi kurang komprehensif.
Hal ini bisa membuat kontennya kurang helpful untuk pengguna, terutama bagi audience persona yang butuh informasi secara lengkap.
Yah, bisa dibilang, kelemahan artikel listicle adalah memiliki peluang untuk tidak memenuhi keseluruhan search intent.
Sebelum membuat artikel listicle, kita perlu melihat SERP dari tema/keyword utama yang mau kita jadikan tulisan.
Kalau kebanyakan isi SERP-nya berupa artikel komprehensif, sebaiknya tidak membuat artikel listicle.
Sebaliknya, kalau isi SERP kebanyakan adalah artikel listicle, kita bisa membuat artikelnya, bahkan kalau bisa jauh lebih baik daripada yang ranking 1.
Biasanya, long tail keyword punya pembahasan yang lebih cocok dengan artikel tipe listicle.
Menentukan audience persona selalu yang paling pertama, apa pun bentuk artikelnya, termasuk listicle.
Artikel listicle cocok untuk pembaca yang butuh informasi cepat dan mudah di-scanning.
Setelah menentukan target pembaca, waktunya lanjut ke menentukan tema.
Tema ini bisa dalam bentuk keyword yang kita target atau fokus topik yang mau kita garap.
Riset dengan cara googling bisa mempercepat proses di bagian ini.
Dari riset konten, kita bisa tahu apa saja yang harus dimasukkan ke dalam list pada artikelnya.
Kalau bisa, ambilah referensi lebih dari satu agar kita bisa memasukkan lebih banyak list daripada artikel kompetitor.
Terakhir, jangan segan untuk mencantumkan outbound link ke referensi kita.
Dari referensi yang didapat, kita bisa mulai menulis sesuai dengan list yang kita jadikan sebagai rujukan.
Penentuan urutan pada list bisa banyak faktornya seperti urgensi, tutorial, flow informasi, atau bahkan bisa saja bebas tanpa aturan.
Kalau bisa, tambah informasi yang lebih banyak dan esensial daripada artikel kompetitor.
Jika artikel listicle-nya punya tujuan untuk conversion, pasang call to action di penutup artikelnya.
Setelah draft pertama beres, artikelnya harus di-review atau disunting terlebih dahulu.
Kesalahan penulisan seperti typo dan inkonsistensi kerap terjadi pada draft pertama dan hal ini manusiawi.
Dari proses penyuntingan ini juga bisa dievaluasi apakah list pada artikelnya perlu ditambah atau dikurangi.
Meski ada kekurangan, yaitu kurang in depth atau komprehensif, artikel listicle punya kelebihan seperti proses pembuatan yang lebih simpel, penulisannya tidak memakan waktu lama, dan mudah “dicerna” oleh audiens.
Jika kamu sedang menarget audience persona yang butuh informasi ceapt dan cara membaca dengan metode scanning, artikel listicle bisa jadi pilihan terbaik.
Yuk buat artikel listicle yang bermanfaat untuk pembaca kita!
Happy writing!
Referensi:
https://www.contentpowered.com/blog/what-listicle-examples-tips/#what_is_a_listicle
https://mailchimp.com/resources/listicles/
https://blog.hubspot.com/blog/tabid/6307/bid/32105/the-top-10-qualities-of-high-quality-list-posts.aspx
November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…
Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…
Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…
Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…
Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…
Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…