Kalau kita melihat media besar, kita akan melihat siapa penulis dan editor beritanya. Begitu juga di beberapa situs brand, mereka akan menampilkan (paling tidak) nama penulisnya. Nah, memanfaatkan reputasi, baik itu dari pencapaian, sertifikasi, atau gelar penulis disebut sebagai author authority.
Secara logika, tentu saja kita akan lebih percaya tulisan dari ahlinya. Contohnya, kalau tulisan kesehatan, jelas kita akan lebih percaya kalau author-nya adalah seorang dokter.
Nah, bagaimana dengan Google, apakah mesin pencari ini menggunakan author authority sebagai ranking factor?
Author authority adalah sebuah konsep yang menggunakan credential atau kredibilitas dari seorang penulis. Biasanya, pemilik situs akan mencantumkan gelar atau sertifikasi yang pernah didapatkan oleh penulis (penulis blog ini juga menerapkannya lewat plugin author box).
Siapa yang menulis tentunya jadi pertimbangan, terutama di topik YMYL.
Penerapan author authority ini memanfaatkan salah satu bias kognitif, yaitu authority bias.
Google tidak pernah menyatakan bahwa kreator/penulis dari suatu konten memengaruhi ranking secara langsung.
Eh, tapi jangan senang/sedih dulu. Ingat bahwa ada Google E-E-A-T. Namun, Google tidak menilai reputasi sesuai dengan yang biasa kita gunakan.
Reputasi dalam perspektif Google ditentukan oleh Search Quality Guideline, sebuah aturan baku untuk melatih human rater dalam mengevaluasi SERP/kualitas mesin pencari dan bahkan meminta perubahan algoritma.
Faktanya, Google juga merekomendasikan author URL pada article schema, namun belum jelas URL-nya diisi apa. Biasanya isi URL-nya adalah media sosial penulis atau situs pribadinya (seperti backlink profile).
Menurut pengalaman penulis mengurus situs kesehatan. Penguasa SERP niche kesehatan (dengan kueri bahasa Inggris) menampilkan gelar dokter baik itu pada nama penulis atau pun reviewer-nya.
Meski masih belum jelas apakah author authority adalah ranking factor atau bukan. Ada banyak manfaat dalam menampilkan siapa yang menulis/review konten untuk situs kita loh. Antara lain:
Kita pasti lebih percaya kalau suatu tulisan ada nama penulis dan tentunya punya kredibilitas seperti gelar atau sertifikat profesi dibanding dengan tulisan anonim yang terkesan sok misterius.
Untuk topik YMYL, menampilkan nama penulis/editor beserta gelar dan kompetisinya sangat-sangat dianjurkan untuk mendapatkan kepercayaan user.
Yah, dengan tampilnya nama penulis/editor (bahkan lengkap dengan gelar/sertifikasinya), kita bisa tahu mana dari mereka yang berkerja lebih banyak/sedikit atau sering membuat konten berkualitas yang memenuhi search intent/kurang helpful atau bahkan duplikat.
Mengawasi di sini bukan micromanage ya. Pengawasan ini diperlukan untuk evaluasi kinerja tim konten dari kualitas/kuantitas pekerjaan mereka.
Toh, kalau ada yang bergelar akademik, tetapi ada informasi yang tidak faktual di kontennya. Kinerjanya perlu dipertanyakan bukan?
Kalau penulis/editor konten situs kita adalah orang yang kredibel, orang-orang jadi tidak ragu untuk menjadikan konten kita sebagai referensi, sehingga kita bisa mendapatkan backlink berkualitas tanpa outreach atau dengan kata lain secara natural.
Jadi, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari author authority meski masih belum jelas apakah merupakan ranking factor di Google atau tidak.
Yah, kita ingat kembali prinsip user first. User pastinya akan lebih percaya dan senang karena mendapatkan informasi yang ditulis/disunting oleh ahlinya. Kepercayaan itu mahal loh. Lagipula, kalau ditulis oleh ahlinya, kita sebagai employer bisa lebih tenang.
Nah, kamu tim yang menampilkan nama author/reviewer atau anonim?
Referensi:
https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/author-authority/
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…