Selain fitur Google seperti people also ask dan featured snippet, ada lagi fitur sangat berguna baik itu untuk user dan digital marketer/SEO specialist, yaitu related searches. Fitur ini biasanya terdapat di akhir rank 10 pada SERP (sebelum adanya infinite scroll, posisinya berada di akhir suatu halaman SERP).
Dalam bahasa Indonesia, related search di SERP diterjemahkan menjadi “penelusuran terkait”.
Apa manfaat dari fitur ini?
Google related searches atau penelusuran terkait adalah sebuah fitur Google yang menunjukkan istilah yang berkaitan dengan kueri/kata kunci yang baru saja mereka ketik di Google penelusuran.
Fitur ini berbeda dengan people also ask dan featured snippet. Bentuknya adalah beberapa blok dengan panjang 2 x 4 (biasanya).
Bagi user, google related searches dapat membantu mereka dalam menemukan informasi tambahan.
Jika belum menemukan informasi yang diinginkan, fitur tersebut dapat membantu untuk menjadi jalan agar segera bisa menemukan informasi yang diinginkan.
Bagi digital Marketer/SEO Specialist/blogger/pemilik situs, Google related searches bermanfaat untuk:
Dari Google related searches, bisa ditemukan ide konten yang menarik, apalagi kalau kita punya ekstensi tools SEO seperti Ubersuggest, kita bisa melihat search volume-nya.
Ide topik ini termasuk pilar/seed keyword, atau bisa dipakai saat sedang riset keyword.
Dalam membuat outline, related searches juga bisa jadi H2, H3, dst.
Manfaat ini mirip-mirip dengan people also ask.
Karena Google related searches adalah kueri yang berkaitan, maka kita bisa memahami lebih lanjut tentang apa sebenarnya pain point dari buyer persona kita. Mengapa mereka mencari kueri tersebut (search intent)?
Kita bisa meningkatkan traffic dengan penelusuran terkait loh. Pakai H2 atau jadikan related searches tersebut sebagai topik utama suatu konten. Bisa jadi pada penelusuran terkait tersebut, laman kita akan ranking, terutama jika optimasinya telah dilakukan dengan baik (on-page, technical, off-page).
Pertama, bangun dulu keyword cluster atau ide keyword kecil-kecilan dan tidak perlu sampai di fase keyword mapping.
Dari cluster tersebut, kita akan pakai untuk googling dan memanfaatkan related searches.
Pertama, tentukan dulu kata kunci atau kueri penelusuran yang akan kita gunakan untuk googling. Utamakan menggunakan seed keyword dulu, jangan langsung long tail keyword agar turunan ide kontennya bisa terlihat dengan jelas.
Dari kueri penelusuran, catat related searches yang muncul, termasuk search volume dan kompetisinya. Lalu, klik kotak pada penelusuran terkait (apa saja, tapi utamakan yang satu pilar).
Dari penelusuran terkait tersebut, akan ada lagi penelusuran terkait. Ulangi proses di paragraf pertama sampai kamu merasa cukup dalam mengumpulkan ide konten. Kalau ingin lanjut lagi, jangan lupa simpan tautannya atau jangan tutup tab-nya.
Baik itu user atau pun digital marketer/SEO specialist/blogger/pemilik situs harus memanfaatkan fitur related searches atau penelusuran terkait yang disediakan oleh Google.
Sangat disayangkan kalau tidak dimanfaatkan karena banyak sekali ide konten yang bisa didapatkan dari fitur tersebut. Bahkan bagi user, mereka dapat menelusuri lebih jauh tentang suatu topik.
Referensi:
https://support.google.com/adsense/answer/10218937?hl=en
https://ahrefs.com/seo/glossary/related-searches
https://blog.google/products/adsense/introducing-related-search-content-pages/
How AI Search Changes Keyword Targeting and Authority for Boardinfinity Audiences Introduction Search has entered…
Dulu, featured snippet atau rank 0 adalah jawaban ringkas dari Google atas suatu kueri penelusuran.…
Apakah SEO specialist harus bisa menulis konten? Terkadang pertanyaan ini muncul, apalagi jika pekerjaan SEO-mu…
Menyusun tesis memang adalah bagian yang merupakan keniscayaan bagi mahasiswa S2. Pemilik blog ini telah…
Salah satu pertanyaan dari pebisnis atau digital marketer yang sudah lama mengoptimasi SEO adalah apakah…
Seminar hasil tesis pasti butuh persiapan. Setelah ambil data, analisis, dan ambil kesimpulan, waktunya menyampaikan…