Dalam menulis dengan kaidah SEO, kita sebagai content writer wajib paham tentang header tag atau bisa juga disebut sebagai heading tag. Tulisan itu harus terstruktur, sehingga tidak hanya user saja yang semakin mudah dalam memahami konten kita, tetapi juga mesin pencari.
Terdapat header 1 sampai header 6. Paling jauh, penulis hanya pernah sampai H4 untuk konten in-depth.
Apa itu header tag? Mengapa penting dan bagaimana cara mengoptimasinya?
Bagi yang baru mau masuk ke ranah SEO writing atau ingin tahu cara menulis artikel SEO-friendly, konten ini wajib banget dibaca!
Header tag atau heading tag adalah HTML tag yang memberikan arahan kepada browser tentang bagaimana tampilan dari suatu teks pada suatu laman.
Dalam hierarkinya, H1 tag merupakan posisi teratas dan biasanya dijadikan judul dan H2-H6 merupakan sub judul yang biasa digunakan sebagai outline sebuah konten.
Semakin dalam bahasan suatu situs, semakin ke bawah hierarki header yang digunakan (H4-H6).
Simpelnya, header tag penting untuk memberi tahu user seperti apa outline/struktur konten yang kita buat.
Untuk search engine, header tag digunakan untuk memahami konteks dari sebuah konten. Analoginya mirip dengan judul dari suatu novel. Selain itu, penggunaan header tag dapat meningkatkan user experience karena konten akan semakin mudah untuk dibaca alias user friendly.
Menurut John Mueller, Search Advocate Google, Google memang menggunakan heading/header tag dalam pencarian, tetapi digunakan untuk memahami konteks sebuah konten.
Penggunaan header tag juga termasuk dalam on-page SEO.
CMS dan aplikasi pengolah kata biasanya punya “tombol” atau “display” untuk memasukkan header tag ke dalam konten. Di CMS WordPress, header tag berada di bawah add media dan di samping kiri bold.
Kita tinggal klik kotaknya dan pilih header tag mana yang mau kita pakai.
Dikutip dari Search Engine Journal, berikut best practice dari header tag.
Ingat bahwa header tag berfungsi untuk membangun struktur. Jika diibaratkan dengan buku, maka:
Jadi, H1 adalah gagasan pokok dan H2-H6 adalah penjelasnya. Nah, tentu saja H2-H6 ini akan kita pakai dalam outline .
Dengan subjudul yang jelas, konteks dari suatu konten akan lebih mudah dipahami dan keterbacaan semakin mudah.
Contohnya, kalau kita membahas tentang latihan beban, contoh ide header tag adalah “contoh latihan beban”.
Dalam header tag, cantumkan keyword, tetapi harus senatural mungkin dan jangan keyword stuffing.
Header tag bisa membantu laman kita untuk masuk ke featured snippet loh, baik itu jadi rank 0 atau pun masuk ke people also ask.
Gunakan kueri penelusuran yang memberikan featured snippet pada SERP-nya dan intip apa saja people also ask serta related searches-nya. Untuk awalan, kita bisa mulai dari 5W1H dulu.
Google mengonfirmasi bahwa tidak masalah untuk memakai H1 lebih dari sekali, namun sepertinya hal ini kurang bagus untuk user experience. Alasannya adalah pasti aneh kalau melihat dua atau tiga judul yang sama kekuatan dan ukurannya.
Jadi, demi user experience yang baik, cukup pakai satu H1 saja di konten ya.
Kalau ingin tahu apakah kita memakai H1 lebih dari sekali atau tidak, kita bisa menggunakan inspect element atau plugin seperti Yoast bisa membantu dalam memberikan warning untuk hal tersebut.
Header tag yang kita gunakan harus konsisten pada tiap konten yang kita buat. Jangan awalnya kita pakai H2 untuk subjudul, namun ada juga subjudul yang pakai H3, padahal harusnya memakai H2.
Tidak hanya judul atau H1 saja yang menarik. Usahakan H2-H6 kita juga menarik dong!
Jangan sampai pembuka yang kita buat agar pembaca mau baca sampai habis malah jadi sia-sia karena pembaca berhenti di tengah-tengah akibat sub judul yang kurang menarik.
Memang kadang ada rasa malas untuk pakai header tag, padahal yasudah tinggal nulis aja, kok dibikin ruwet ya.
Yah, ingat bahwa kita membuat konten itu untuk user alias pembaca. Jadi, manjakanlah pembaca dengan membuat konten yang strukturnya jelas dan mudah dimengerti.
Google juga menyukai konten yang terstruktur. Lagipula, kamu juga bisa lihat laman yang berada di peringkat atas SERP biasanya punya struktur konten yang jelas dan mengoptimasi header tag-nya.
Untuk editor, jelas bahwa kita harus memberikan brief bahwa outline/subjudul itu wajib menggunakan header tag.
Jadi, masih malas untuk memakai header tag?
Happy writing and optimizing!
Referensi:
https://www.searchenginejournal.com/on-page-seo/header-tags/
https://blog.hubspot.com/marketing/header-tags
https://www.searchenginejournal.com/heading-tags-for-seo/341817/
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…