“Bagaimana cara membuat CV content writer yang benar ya?” Gumam A yang sedang bingung karena lamarannya ditolak terus, padahal ia yakin CV-nya sudah bagus misal ATS friendly).
Pertanyaan dan sambatan seperti itu mungkin pernah kita rasakan saat melamar sebagai penulis. Penulis akan menjawab keluh kesah tersebut di blog ini.
Sebenarnya, bagaimana cara membuat CV content writer agar bisa dilirik rekruter atau calon klien?
Karena CV harus berisi data diri, jangan lupa untuk mencantumkannya ya. Paling tidak, data diri yang harus dimuat di CV adalah:
Untuk alamat, tidak perlu dicantumkan karena kita belum tentu diterima. Berikan alamat lengkap ketika sudah mendapatkan offering letter atau pasti diterima ya.
Dalam CV, pasti ada pengalaman yang harus ditulis karena hal itu menjadi salah satu tolak ukur bagi rekruter/user dalam menilai apakah kita cocok atau tidak bagi mereka.
Sebagai tips cara membuat CV content writer, cukup isi sesi pengalaman dengan pengalaman yang relevan dengan content writer. Contohnya adalah:
Akan lebih baik lagi kalau kita menunjukkan achievement atau hasil di pengalamannya, seperti:
Achievement dari pengalaman akan menjadi USP (unique selling point) dari dirimu. Ingat bahwa kita adalah marketer bagi diri sendiri.
Jangan tulis pengalaman yang tidak relevan. Misalnya:
Menulis di zaman digital tidak banyak menggunakan pensil atau pulpen, tetapi memakai alat pengolah kata, penyuntingan, dan riset.
Salah satu cara membuat CV content writer yang bagus adalah mencantumkan alat yang dikuasai atau biasa digunakan. Beberapa alat yang bisa membantu dalam menulis adalah:
Pernah menang dalam lomba blog/menulis? Jangan lupa untuk masukkan prestasi tersebut di CV ya. Menang di lomba blog akan menambah nilai dirimu. Mengapa? Karena dengan menang lomba blog, itu berarti karyamu pernah diakui oleh seseorang/pihak sebagai karya terbaik. Ditambah lagi, orang yang mengikuti lomba blog dan pernah juara biasanya adalah penulis senior atau orang yang benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk menulis.
Kalau kalah lomba blog atau belum pernah menang? Coba saja terus. Rezeki tidak akan pernah tertukar.
Jika kamu pernah mengikuti pelatihan menulis atau sertifikasi, maka jangan lupa untuk dimasukkan ke dalam CV ya. Untuk sesi ini dibedakan dengan riwayat pendidikan karena biasanya bootcamp atau sertifikasi adalah pendidikan yang tidak resmi. Meski demikian, sertifikasi tetap menjadi nilai tambah, terutama jika ada studi kasus/pengalaman nyatanya.
Penulis pernah mengikuti sertifikasi menulis. Selengkapnya di artikel ini.
Terakhir, jangan pernah lupa dengan portfolio karena menulis adalah pekerjaan kreatif, sehingga butuh “bukti nyata” dari karya yang pernah diciptakan. Portfolio menulis dapat berupa:
Semakin relevan tulisan yang kita tulis di portfolio dengan calon klien, maka peluang tembus akan semakin besar.
Contohnya, di blog pribadimu, kamu suka menulis tentang kesehatan, maka jika klienmu berasal dari institusi kesehatan, besar kemungkinan ia akan menerimamu sebagai penulisnya.
Setelah mengirimkan CV ke beberapa calon klien atau perusahaan, jangan lupa untuk update CV secara berkala, terutama jika kamu rutin mengikuti lomba blog atau sertifikasi.
Kemenangan di lomba blog atau dapat sertifikasi baru = waktu yang tepat untuk update CV. Mengapa? Karena ada prestasi/sertifikasi baru yang akan membuat CV-mu semakin mentereng.
Dari 7 cara membuat CV content writer, intinya adalah semakin to the point dan relevan CV yang dibuat, maka semakin tinggi pula peluang untuk dilirik. Tips di blog ini berlaku untuk melamar seluruh tipe pekerjaan (full time, kontrak, freelance)
Informasi yang ada di CV content writer adalah:
Sebelum bekerja sebagai content writer, yuk bikin CV yang menarik terlebih dahulu!
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…
View Comments