Bagi content writer atau penulis mana pun, tools sangat dibutuhkan untuk membantu pekerjaan mereka. Tools menulis ini tidak hanya sekedar sebagai support untuk menulis, namun juga bisa bermanfaat saat proses penyuntingan.
Apa saja tools penulis yang sebaiknya kita pakai? Yuk baca artikel ini lebih lanjut!
Kalau sudah lama menulis, harusnya sih familiar dengan alat ini.
Bersama dengan Microsoft Word, Google Docs termasuk aplikasi pengolah kata yang cukup lumrah dipakai oleh penulis. Alasannya adalah berbagai fitur seperti auto correct dan auto save-nya.
Jika laptop suka freeze di tengah jalan, sebaiknya kita memakai Google docs untuk menulis.
Dari SD sampai skripsian, mungkin kita telah mengenal software ini. Microsoft Word adalah aplikasi pengolah kata paling populer dari tahun 2000-an hingga sekarang ini. Penulis juga masih memakainya, terutama ketika lomba menulisnya mengharuskan draft dalam bentuk .docx.
Bersama dengan Google Docs, Microsoft Word menjadi aplikasi pengolah kata favorit penulis.
Kalau kamu tim Google Docs atau Microsoft Word?
Kalau kita menulis dengan Bahasa Indonesia, apalagi dengan tone formal dan untuk B2B, KBBI menjadi andalan karena seluruh kata baku tersimpan pada kamus tersebut.
Jangan salah, terkadang kalimat yang kita kira baku ternyata tidak baku dan sebaliknya.
Yoast SEO adalah tools menulis yang bisa kita jadikan teman terbaik karena dapat memberikan sugesti, terutama dalam menulis artikel SEO.
Contoh beberapa reminder-nya adalah:
Alternatif dari Yoast SEO adalah Rankmath. Kamu bisa pilih sesuai dengan preferensimu.
Kalau kamu mau menulis dengan bahasa Inggris, Grammarly adalah pilihan terbaik.
Terdapat berbagai fitur untuk memperbaiki grammar. Bahkan, kita bisa mengeset gaya bahasa dan tone of voice-nya loh. Contohnya adalah pengaturan kalau teksnya harus punya tone of voice optimis dengan gaya bahasa semi kasual.
Disarankan untuk menulis di Grammarly langsung agar dapat sugesti dengan cepat.
Alat pengecek plagiarisme bermanfaat untuk mengetahui apakah tulisan kita ternyata sudah pernah ada di internet (duplikat) atau isinya terlalu mirip dengan artikel yang telah ditulis oleh orang lain.
Pengecekan plagiarisme juga jadi semacam asuransi kita agar tidak mendapatkan tuntutan legal karena pelanggaran hak cipta (padahal kita memang tidak melakukan plagiarisme).
Penulis biasa memakai alat pengecek plagiarisme dari smallseotools.
Masih ragu dengan jumlah kata pada Microsoft Word, Google Docs, atau Yoast?
Coba saja berbagai aplikasi penghitung jumlah kata di internet. Penulis sering menggunaakn https://wordcounter.net.
Aplikasi ini berguna jika pesanan tulisan dari klien adalah berdasarkan jumlah kata.
Menulis dengan menggunakan AI tidak dilarang oleh Google selama helpful untuk pengguna. Karena itu, chat GPT bisa jadi tools untuk menulis dengan cepat.
Kita juga bisa mendapatkan insight dari Chat GPT lewat prompt yang baik, lalu digabungkan dengan artikel kita.
Chat GPT juga bisa digunakan untuk mengecek apakah artikel kita ada kesalahan seperti typo atau tidak.
Disclaimer: tulisan di blog ini tidak pernah ada yang memakai Chat GPT.
Kalau kita mengambil referensi dari luar negeri, Google translate adalah tools menulis yang esensial.
Namun, jangan dicopas mentah-mentah karena terhitung auto-generated content dan lagi pula, terkadang Google translate bisa salah memahami konteks dari suatu bahasa.
Mesin pencari, baik itu Google atau pun selain Google merupakan tools penulis yang paling praktis digunakan untuk riset topik dan mencari referensi.
Penulis mau riset? Googling saja dengan kueri penelusuran yang benar!
Penulis pernah memakai Notion dan tools ini cukup direkomendasikan karena memudahkan penulis dan editor, terutama saat membuat outline dan script video.
Typoonline menyediakan alat untuk mengecek apakah ada typo atau tidak. Tools penulis/editor ini sebaiknya dipakai oleh penuis yang menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan tidak memakai AI.
Tools riset keyword untuk SEO seperti Ahrefs, Ubersuggest, Semrush, Google Keyword Planner, dan Google Trend juga termasuk tools menulis loh. Namun, tidak hanya untuk mencari ide saja.
Pembuatan pilar konten dan outline dari tulisan kita bisa dilakukan dengan alat ini.
Article spinning menurut penulis bukanlah tools penulis yang bagus. Dulu penulis pernah mencobanya dan hasilnya zonk. Lagipula, article spinning dilarang dalam dunia SEO (teknik black hat SEO).
Jika kamu masih mau memakai spinner, jangan lupa untuk menyuntingnya.
Dari 13 tools menulis, apakah ada yang belum pernah kamu pakai? Atau malah sudah pernah memakai seluruh alat yang disebutkan di artikel ini? Luar biasa!
Tools menulis memang esensial, namun jangan lupa bahwa sebagus apa pun tools, output-nya tetap tergantung pada pilotnya.
Yuk manfaatkan tools dan tingkatkan kemampuan menulis kita!
Happy writing!
November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…
Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…
Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…
Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…
Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…
Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…