Saat kelar menyelesaikan draft pertama, biasanya kesalahan dalam penulisan yang biasa kita temukan adalah typo.
Parahnya, meski cuma salah satu huruf saja, bisa mengubah makna dari sebuah kata/frasa/kalimat. Karena itu, biasanya typo menjadi biang kerok kepusingan penulis dan editor karena menemukan typo satu huruf saja itu bak menemukan jarum dalam jerami, apalagi jika jumlah katanya banyak sekali.
Typo atau kesalahan tipografikal adalah error yang terdapat pada suatu teks atau dengan kata lain salah eja pada material digital atau pun fisik (cetak).
Setiap bahasa yang digunakan akan ada versi typo masing-masing.
Berikut contoh typo dalam bahasa Indonesia:
Untuk contoh typo dalam bahasa Inggris:
Mungkin kita pernah salah ketik saat mengirim chat ke teman. Belum lagi menulis artikel panjang jika berprofesi sebagai content writer.
Sebenarnya penyebab ini tidak selalu karena mengetik dengan terburu-buru atau distraksi.
Menurut Tom Stanford, seorang psikolog yang meneliti studi tentang typo di Universitas Sheffield, “ketika menulis, kita mencoba untuk memahami makna. Tentu saja itu tugas yang cukup tinggi tantangannya”, sehingga otak mulai fokus pada tugas yang berat, namun tidak terlalu fokus dengan tugas yang lebih ringan.
Manusia tidak bisa menangkap keseluruhan detail seperti komputer canggih. Kita menangkap informasi sensorik dan menggabungkannya dengan ekspektasi kita, lalu mengekstrak maknanya.
Berbeda dengan saat menyunting, kita menggunakan kekuatan otak lebih sedikit dibanding saat menulis karena kita tahu makna apa yang ingin kita dapatkan, sehingga lebih mudah untuk menemukan typo.
Jadi, menurut psikolog tersebut, beberapa penyebab typo adalah:
Dari pengalaman penulis sendiri, ada beberapa penyebab typo yang umum saat menulis (selain di atas), yaitu:
Kesimpulannya, tidak perlu malu kalau ada typo di draft pertama karena hal itu memang alamiah/manusiawi.
Menemukan dan mengatasi typo ada beberapa cara. Yaitu:
Meski typo itu alami, tetap saja ada bahayanya, terutama jika kontennya telah terpublikasikan.
Beberapa bahaya typo adalah:
Karena hal ini, proses penyuntingan tidak boleh dilewatkan. Lalu, sebaiknya peran penulis dan editor itu sebaiknya dilakukan oleh dua orang yang berbeda.
Karena typo itu alamiah, hampir mustahil untuk mencegah terjadinya typo, terutama pada artikel panjang dan baru draft pertama. Namun, jumlah typo bisa diminimalkan. Caranya adalah:
Menurut beberapa sumber, waktu terbaik untuk menulis adalah pagi hari setelah bangun tidur karena otak paling kreatif di waktu tersebut.
Waktu paling kreatif tersebut bisa dimanfaatkan untuk meminimalkan typo.
Sementarai itu, waktu yang kurang direkomendasikan untuk menulis adalah pagi menuju siang dan tengah malam.
Ketika burnout, peluang terjadinya kesalahan dalam penulisan akan membesar karena saat di kondisi tersebut, kita pastinya kurang fokus.
Lingkungan penuh distraksi dan berpolusi suara akan mengganggu fokus saat menulis, sehingga peluang terjadinya typo akan meningkat.
Buatlah lingkungan yang tenang atau membuatmu nyaman saat menulis untuk meminimalkan peluang terjadinya typo.
Keyboard yang non qwerty atau tidak pas dengan muscle memory akan meningkatkan peluang terjadinya typo.
Biasakan selalu menggunakan keyboard dengan penyusunan huruf/tombol yang sama.
Mengetik dengan cepat memang akan mempercepat selesainya pekerjaan kita, namun tentu saja bayarannya adalah dengan peluang typo yang tinggi.
Jika ingin meminimalkan typo, jangan mengetik terlalu cepat. Bawa pengetikan/penulisan dengan tenang.
Deadline biasanya bikin jantung lebih deg-degan dan stres meningkat. Karena tekanan ini, menulis saat dekat deadline biasanya membuat kita mengetik terlalu cepat, sehingga peluang terjadinya typo membesar.
Lakukan manajemen waktu yang baik seperti memanfaatkan matriks Eisenhower untuk dan jangan menunda pekerjaan untuk mencegah terjadinya bekerja di dekat deadline.
Tulisan yang dibuat oleh AI hampir mustahil ada typo-nya. Namun, jangan sembarangan untuk menulis dengan AI. Apalagi jika kamu berprofesi/dibayar sebagai penulis, tentu saja jangan menulis dengan AI.
Disclaimer: penulis sampai saat ini tidak pernah menulis dengan menggunakan AI. Namun, jika ada yang menulis dengan AI, itu adalah pilihan dan risiko ditanggung mereka.
Meski typo dapat merubah esensi suatu kata, kalimat, atau paragraf. Ada kondisi khusus di mana typo adalah kewajiban. Biasanya hal ini terjadi di dunia marketing.
Karena manusia lebih mudah untuk menemukan kesalahan orang lain, ada beberapa campaign yang sengaja ada typo pada tulisannya. Hal ini bisa menarik perhatian audiens. Namun, perlu banyak perhitungan untuk melakukan hal ini karena termasuk gimmick yang cukup berisiko.
Typo adalah kesalahan dalam penulisan yang rawan terjadi, namun hal ini manusiawi karena cara kerja otak manusia memang seperti itu. Jadi, kesalahan penulis yang satu ini wajib diatasi di proses penyuntingan.
Typo yang terjadi secara natural bukan jadi alasan untuk menampilkan konten penuh typo kepada audiens. Justru, hal ini semakin menguatkan pentingnya proses penyuntingan sebelum konten ditayangkan.
Karena mustahil mencegah typo secara 100%. Kita bisa meminimalkan peluang terjadinya banyak typo dengan beberapa cara seperti menulis di waktu yang terbaik, berada di lingkungan yang nyaman untuk menulis, menggunakan keyboard yang pas, dan menjaga kecepatan mengetik. Lalu, jangan pernah melewatkan proses penyuntingan.
Happy writing!
Sumber:
https://study.com/learn/lesson/typo-typographical-error-example.html#:~:text=They%20occur%20when%20humans%20are,up%20unwanted%20mistakes%20in%20writing.
https://www.wired.com/2014/08/wuwt-typos/
How AI Search Changes Keyword Targeting and Authority for Boardinfinity Audiences Introduction Search has entered…
Dulu, featured snippet atau rank 0 adalah jawaban ringkas dari Google atas suatu kueri penelusuran.…
Apakah SEO specialist harus bisa menulis konten? Terkadang pertanyaan ini muncul, apalagi jika pekerjaan SEO-mu…
Menyusun tesis memang adalah bagian yang merupakan keniscayaan bagi mahasiswa S2. Pemilik blog ini telah…
Salah satu pertanyaan dari pebisnis atau digital marketer yang sudah lama mengoptimasi SEO adalah apakah…
Seminar hasil tesis pasti butuh persiapan. Setelah ambil data, analisis, dan ambil kesimpulan, waktunya menyampaikan…