Selain cara menulis artikel (baik itu perlu mengikuti panduan SEO atau tidak), menyunting artikel adalah bagian yang tidak boleh dilewatkan sebelum mempublikasikan suatu artikel. Karena itulah, cara menyunting artikel yang benar perlu diterapkan oleh proofreader/editor dan penulis yang ingin melakukan self editing. Biasanya, proses ini dilakukan setelah artikel/draft pertama selesai.
Setiap draft artikel yang baru dibuat oleh penulis pasti memiliki kesalahan, baik itu dari typo, kalimat kurang efektif, kalimat ambigu, paragraf yang tidak faktual, struktur yang kurang nyambung, ada saran penyampaian yang lebih baik, dll.
Berikut cara menyunting artikel dengan baik dan benar!
Menyunting adalah proses untuk membetulkan/mengoreksi kesalahan yang terjadi pada tulisan, terutama pada draft pertama. Proses penyuntingan ini tidak hanya meliputi kesalahan seperti typo, tetapi juga flow tulisan, kesesuaian dengan brand guideline, tujuan dari tulisannya, substansial, dan akurasi dari informasinya.
Menurut oxford languages, editing adalah mempersiapkan material teks seperti memodifikasi atau mengoreksinya.
Pada dasarnya kita perlu menyunting karena tidak ada satu pun konten yang sempurna pada draft pertama, sekalipun itu buatan AI yang tidak mungkin melakukan kesalahan seperti typo.
Kalau kita tidak menyunting, itu berarti kita telah membiarkan konten yang belum diperiksa/audit, namun sudah dipublikasikan. Hal ini jadi berbahaya jika kontennya melanggar hukum, hoaks, atau berpotensi menimbulkan konflik yang tidak perlu, sehingga merusak nama baik.
Jadi, jangan pernah melewatkan proses penyuntingan ya! Berikut cara menyunting artikel!
Cara menyunting artikel paling pertama adalah memperhatikan judul dan struktur/sub judul terlebih dahulu.
Daripada capek-capek membaca semuanya terlebih dahulu, coba lihat dulu judul dan struktur/sub judulnya, apakah sudah sinkron satu sama lain atau belum? Setiap paragraf harus menjawab sub judul dan judul harus menjawab keseluruhan artikel.
Kalau struktur/kerangkanya kurang pas, maka kita bisa menyuntingnya dengan urutan yang lebih cocok dan memberi saran tentang bagaimana agar artikel bisa lebih baik.
Judul yang tidak menjawab keseluruhan artikel (atau bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan isi artikel) akan dipandang negatif dan pembaca bisa tidak puas.
Kalau hanya sekedar membaca, rasanya bisa saja suatu kalimat atau paragraf sudah tersusun dengan baik, tetapi bagaimana jika tulisan tersebut diucapkan dengan suara keras? Kesannya bisa berbeda!
Nah, kalau suatu tulisan dibaca dengan suara keras, tetapi kedengaran kurang enak/nyambung seperti ambigu, maka perlu ada penyuntingan.
Setiap tulisan memiliki content brief–nya masing-masing, jadi bisa saja ada tulisan “gaul” yang memang diatur agar tidak baku untuk mengarah ke audiens tertentu.
Biasanya, content brief meliputi:
Terkadang, kita bisa saja tidak yakin saat menyunting tulisan. Salah satu cara menyunting artikel yang bisa membantu adalah menyiapkan referensi.
Referensi yang dimaksud tidak terbatas pada kamus agar artikel sesuai dengan tata bahasa. Berikut referensi yang cocok untuk editor:
Jadi, editor tidak hanya sekedar menyunting typo atau kalimat tidak efektif saja. Seorang editor harus paham suatu konteks dari suatu kalimat-paragraf-artikel dan mengetahui apakah suatu artikel faktual atau tidak.
Agar penyuntingan lebih rapi dan sekali kerja (tidak dua, tiga atau kerja lebih), sebaiknya tandai dulu kesalahan dalam penulisan daripada langsung memperbaikinya.
Contohnya, kita bisa menggunakan fitur suggest dalam Google docs untuk menandai kesalahan tersebut.
Jika menggunakan alat pengolah kata lainnya, kita bisa menggunakan warna font selain hitam untuk menandai kesalahan dalam penulisan.
Dengan perkembangan teknologi di zaman sekarang, banyak sekali alat-alat untuk menyunting artikel. Berikut beberapa rekomendasi alat untuk menyunting tulisan:
Meski ada alat penyunting, jangan sampai terlalu mengandalkannya karena terkadang alat-alat tersebut juga bisa membuat kesalahan. Contohnya mengira kalau suatu kata tidak ada typo, ternyata typo karena terdaftar sebagai kata yang baku, tetapi bermakna lain (bukan makna yang ingin dijelaskan penulis).
Setelah alat penyunting artikel selesai dengan pekerjaannya, coba kita cek lagi apakah artikelnya sudah sesuai dengan content brief atau belum.
Dari 6 cara menyunting artikel yang disebutkan di blog ini, apakah kamu sudah menerapkan salah satunya? Atau malah sudah menerapkan semuanya? atau ternyata sudah menerapkan lebih dari 6 cara yang disebutkan di blog ini?
Beberapa tips ini juga bisa menjadi cara menyunting artikel:
Penulis sejago apa pun tetap membutuhkan editor karena draft pertama pasti tidak sempurna. Editor juga membutuhkan penulis agar ada tulisan yang bisa disunting. Jadi, jangan ada yang merasa lebih tinggi dari satu sama lain karena sama-sama saling membutuhkan.
Mari bantu penulis agar tulisannya bisa lebih baik karena penulis itu tidak sempurna. Profesi editor/penyunting lahir karena ketidaksempurnaan tersebut.
Happy writing and happy editing!
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…
View Comments